66

838 99 6
                                        

Waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa kini sudah seminggu lamanya jisoo berdiam diri di mansion sejak hari kepulangannya dari rumah sakit. Dan hari ini akhirnya jennie mengizinkannya untuk kembali bekerja.

"Morning appa, eomma" sapa jisoo kepada kedua orangtuanya yang sudah duduk rapi di meja makan.
"Morning sayang" jawab keduanya kompak dan tidak lupa dengan senyumannya.

"Pagi semua" tidak lama, jenlichaeng ikut bergabung di meja makan.
"Pagi".

Mereka pun segera memulai sarapan pagi dan tidak lupa diselingi dengan obrolan.

"Jennie eonni sudah mengizinkan eonni bekerja?" tanya lisa kepada jisoo.
"Ne, kami sudah membicarakannya kemarin".

"Biar aku yang mengantar eonni ke kantor ya?" tawar lisa.
"Ani, aku akan berangkat sendiri".

"Please eonni, boleh ya?".
"Aku baru melihat seseorang yang memohon untuk mengantar, biasanya sebaliknya" celetuk rose.

"Aisss, jangan ikut campur".
"Sopanlah sedikit lalisa" jennie memperingati.

"Arraseo mianhae. Bagaimana eonni?".
"Memangnya kau tidak bekerja? Arah kantor kita berlawanan lisa ya".

"Aku berniat libur hari ini".
"Woah kau benar-benar bekerja semaumu ya" ucap rose.

"Ya terserah aku dong, lagian tidak akan ada yang berani protes".
"Hmm kau benar" rose tidak bisa membantah itu.

"Arraseo kau boleh ikut".
"Yeiii, aku boleh melihat-lihat kan eonni?".

"Tentu".

"Bagaimana kerjasama dengan perusahaan paris sooyaa?" kim hyu bin bersuara ketika putrinya kembali fokus pada makanan masing-masing.
"Tetap berjalan appa, rencananya kami akan rapat nanti".

"Berarti kau akan ke paris lagi setelah ini?".
"Ne, karena kebetulan tuan hans ada di korea jadi rapatnya di kantorku. Tapi untuk rapat selanjutnya mungkin aku harus ke paris".

"Tidak bisakah kalian rapat di korea saja? Kau baru saja sembuh nak".
"Gwenchana eomma, aku sudah baik-baik saja".

"Yeobo?" son ye jin menatap ke arah sang suami.
"Tidak apa yeobo, putrimu bisa menjaga dirinya" ucap kim hyu bin menenangkan.

Mereka terus mengobrol ringan hingga makanannya habis. Setelah itu semuanya berpamitan dan memutuskan untuk berangkat bekerja ke tempat masing-masing, kecuali lisa yang ikut bersama jisoo.

°°°

Di kantor, jisoo bersiap-siap untuk rapat. Ia memilih beberapa dokumen penting untuk di bawa ke ruang rapat.

"Eonni, aku boleh ikut ke ruang rapat?".
"Boleh".

"Arraseo, kalau begitu biar aku yang bawakan dokumennya" lisa mengambil alih tumpukan dokumen di tangan jisoo.
"Aigoo, kau cuti hari ini untuk melayaniku eoh?".

"Begitulah, eonni pasti punya banyak agenda kan?".
"Hmm".

"Palli, tunjukkan ruangannya".
"Ne".

Tanpa menunggu lama, jisoo meraih MacBook dan berjalan ke arah ruang rapat diikuti lisa dibelakangnya.

"Pagi" sapa jisoo ketika memasuki ruangan.
"Pagi sajangnim" orang-orang beranjak dari kursinya dan membungkuk ke arah jisoo.

Jisoo segera duduk di kursinya dan karyawannya pun kembali duduk di kursi masing-masing.

"Eoh, lisa ya?" suho baru menyadari kehadiran lisa ketika dia menaruh beberapa tumpukan dokumen di depan jisoo.
"Aku hanya membantu jisoo eonni oppa" ucap lisa sambil tersenyum tipis.

"Arraseo, duduklah di sini" suho beranjak dari kursinya yang tepat berada di samping jisoo.
"Gomawo oppa" lisa pun duduk di samping jisoo.

Beberapa karyawan menatapnya heran, pasalnya baru pertama kalinya mereka melihat sosok lisa di ruang rapat. Sebagian karyawan yang sudah mengenal sosoknya tentu tidak mengambil pusing, mereka fokus ke dokumen masing-masing sebelum rapat di mulai.

"Kita akan rapat internal sebelum melakukan rapat dengan tuan hans" jelas suho sebagai pembuka.

Semua karyawan mengangguk mengerti.

Jisoo pun mulai membahas seputar proyek kerjasama perusahaannya dengan perusahaan paris, H'ns company tepatnya milik tuan hans.

Sementara itu, lisa tampak fokus dengan ipad miliknya. Ia tidak mempedulikan pembahasan rapat sang kakak, dirinya fokus dengan dunianya sendiri yaitu mendesain bangunan.

Hingga dua jam berlalu, jisoo memutuskan untuk mengakhiri rapat.

"Sampai disini rapat kali ini, silahkan istirahat. Kita lanjutkan setelah jam makan siang".
"Ne sajangnim" mereka beranjak dari kursinya ketika melihat CEO mereka berdiri dari duduknya.

"Lisa ya" jisoo memegang pundak sang adik.
"Ne?" lisa yang sedari tadi fokus dengan coretan di Ipad-nya, kini beralih menatap ke arah sang kakak.

"Rapatnya sudah selesai".
"Ahh arraseo" lisa pun memasukkan ipad miliknya ke dalan tas kecil lalu beranjak dari kursinya.

"Biar aku yang bawa" suho menghentikan lisa yang hendak mengambil beberapa tumpukan dokumen
"Gomawo oppa" lisa tersenyum ke arah suho.

"Ne".

Jisoo mulai berjalan ke arah pintu, diikuti lisa di belakangnya.

"Kerja bagus semuanya" ucap jisoo sebelum benar-benar meninggalkan ruangan.
"Gomawo sajangnim" karyawannya membungkuk hormat hingga sosok jisoo tidak lagi terlihat.

Setelah itu beberapa karyawan tampak berbincang-bincang seputar sosok lisa.

"Siapa dia?".
"Molla".

"Apa kau melihatnya, dia tidak memperhatikan sepanjang rapat berlangsung tadi".
"Benar, dan lebih parahnya sajangnim tidak menegurnya".

"Ada hubungan apa dia dengan sajangnim?".
"Aku tidak tahu, tapi dia sangat menjengkelkan".

"Aku setuju, kita fokus dengan rapat sementara dia asik memainkan ipad".
"Dia sangat keterlaluan".

Mereka asik bergosip, sementara sebagian tampak bodo amat dan langsung meninggalkan ruangan setelah sosok jisoo keluar.

"Woah aku baru tahu jika karyawan di sini hobi bergosip" satu suara yang berhasil membungkam mulut mereka.
"Eoh mianhae biseo-nim" sekitar lima orang karyawan yang masih berada di ruangan tersebut membungkuk hormat.

"Jaga mulut kalian, jangan berbicara sembarangan. Jika sajangnim mendengarnya, bisa dipastikan kalian akan kehilangan pekerjaan saat ini juga".
"Kami mengaku salah biseo-nim, sekali lagi kami meminta maaf atas ucapan kami".

"Hmm arraseo, jangan di ulangi lagi. Kalian tahu jika sajangnim sangat benci jika ada yang bergosip tentang dirinya kan?".
"Ne biseo-nim".

"Satu hal lagi, orang yang kalian bicarakan tadi adalah kim lisa, adik bungsu dari sajangnim".
"Jeongmal mianhae biseo-nim, kami benar-benar menyesal".

"Hmm arraseo" suho pun segera melangkah keluar meninggalkan ruangan.

Tadinya ia memang berniat segera keluar saat jisoo pergi, tapi tanpa diduga seorang pegawai membicarakan tentang lisa, alhasil ia memutuskan untuk duduk dan mendengar pembicaraan mereka

°°°

Keluarga KimTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang