Jennie, rose, lisa, dan eunwoo tampak berbincang di ruang tengah mansion kim.
Tepat pukul setengah dua, alarm milik jisoo berbunyi.
"Hoamm" ia terusik dari tidurnya dan tidak lupa tangannya meraba kasur untuk menghentikan alarm.
Lima menit lamanya mengumpulkan nyawa, ia perlahan bangkit dari tidurnya. Setelah itu, ia turun dari kasur dan melangkah ke kamar mandi untuk mencuci muka.
Krukk
"Aku lapar" dia meraba perutnya yang baru saja berbunyi.
Tanpa menunggu lama, ia mencepol rambutnya dan segera melangkah keluar kamar.
Tiga orang yeoja dan satu namja tampak masih asik mengobrol, hingga salah satu dari mereka menangkap sosok jisoo yang membuatnya kaget setengah mati.
"Jisoo eonni" ucapnya lirih, tapi masih bisa didengar oleh tiga orang di dekatnya.
Jennnie mengikuti arah pandang rose, sementara lisa spontan menutup mata eunwoo menggunakan telapak tangannya.
"Ada apa lisa ya?" eunwoo heran pasalnya lisa menutup matanya saat baru saja hendak menatap ke arah pandangan rose.
"Gwenchana, tunggu sebentar oppa".
Jennie buru-buru menyusul jisoo yang akan menuruni tangga.
"Tunggu sebentar eonni" cegah jennie.
"Wae? Kita bisa berbicara di bawah".
"Ganti bajumu terlebih dahulu".
"Memangnya kenapa? Ini hanya di mansion".
"Cepatlah eonni".
"Kau benar-benar, tadi seenaknya memperpanjang cutiku dan sekarang kau mengatur bajuku".
"Ini bukan waktunya untuk berdebat eonni".
"Tapi kau terlalu mengaturku jennie ya".
"Ada tamu di bawah, kau ingin berpenampilan seperti ini di depannya?".
"Ne?".
"Cepatlah ganti baju dan segera turun ke bawah, eunwoo menunggu eonni tadi" jennie kembali melangkah ke bawah.
Jangan lupakan jika umur jennie dan eunwoo sama, maka dari itu ia hanya memanggil nama tanpa embel-embel oppa.
Rose dan lisa menyaksikan tingkah keduanya, hingga jennie kembali duduk di sofa dan sosok jisoo yang perlahan menghilang.
Lisa segera melepas tangannya dari mata eunwoo.
"Mianhae oppa".
"Gwenchana" eunwoo tidak mempermasalahkannya, lagian ia tahu jika ada sesuatu hal yang tidak bisa dilihatnya makanya lisa menutup matanya.
°°°
Lima menit, sosok jisoo terlihat dengan setelan baju dan celana panjang warna abu. Ia menuruni tangga dan menghampiri empat orang yang sedang duduk di ruang tengah dan menatap ke arahnya.
"Kenapa menatapku seperti itu?" ucapnya kepada eunwoo yang terus menatapnya.
"Ahh" eunwoo buru-buru menatap ke arah lain sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Penampilan seperti ini pun dia sampai menatap segitunya, bagaimana jika ia melihat penampilan jisoo eonni tadi?" ucap rose dalam hatinya.
"Ada apa?" jisoo bertanya dengan nada tidak terlalu bersahabat, moodnya belum sepenuhnya pulih terlebih perutnya sedang lapar.
"Sebenarnya tidak ada yang mendesak, aku hanya ingin menemuimu sebelum kembali ke paris".
"Hanya itu? Kenapa mesti ke sini, kau bisa memberitahu lewat handphone".
"Ne?" Eunwoo nampak sedikit kaget akan respon jisoo.
"Eonni, jangan berbicara seperti itu" rose memperingati, pasalnya ia kasihan melihat eunwoo.
"Aku sedang tidak dalam mood yang baik, jadi maaf jika perkataanku terkesan tidak sopan" jisoo memutuskan berkata jujur sebelum beranjak dari duduknya.
"Ingin kemana eonni?" tanya lisa.
"Aku lapar" ucapnya sebelum melangkah ke arah dapur.
"Aigoo pantas saja, kukira dia masih mempermasalahkan kejadian tadi" ucap jennie sedikit terkekeh.
"Maja, dia memang begitu ketika lapar. Jadi oppa tenang saja moodnya akan segera membaik".
"Aku mengerti" eunwoo bernapas lega setelah mendengar penuturan dari rose.
"Kau sudah makan siang oppa?" tanya lisa.
"Ne, aku sudah makan sebelum kesini".
"Arraseo, kalau begitu aku ke dapur dulu ya" lisa beranjak dari duduknya.
"Aku juga" rose ikut menyusul lisa.
"Ne".
Kini tersisa jennie dan eunwoo di ruang tengah.
"Apa kau benar-benar menyukai eonniku?".
"Aku menyukainya, amat menyukainya jennie ya".
"Tapi sampai kapan kau memendamnya? Kau tidak berniat mengungkap perasaanmu kepadanya eoh?".
"Aku berniat mengatakannya hari ini, karena itu aku berkunjung ke mansion kalian".
"Jadi karena itu kau kesini. Btw, jungkook masih di paris?".
"Dia sangat sibuk di sana karena jadwalnya yang banyak tertunda akibat menetap di korea beberapa saat".
"Itu karena ulahmu, lagian kenapa mesti menetap berbulan-bulan disini".
"Aku hanya ingin menikmati pemandangan kota Seoul".
"Jinja? Bukankah kau ingin menemui jisoo eonni setiap saat".
"Itu tidak ada salahnya juga sih, tapi kau terkadang tidak mengizinkannya saat di rumah sakit dulu".
"Tentu saja, eonniku sedang sakit saat itu dan aku tidak akan memperbolehkan siapapun menemuinya sesuka hatinya".
"Aku mengerti jennie ya, tidak perlu marah begitu".
"Aku tidak marah".
"Arraseo".
Sementara itu, suasana dapur tampak ricuh akibat ulah rose dan lisa yang saling berebut ingin menyuapi jisoo.
"Hentikan, aku ingin makan sendiri".
"Tapi eonni, kau~".
"Aku sudah sehat wal afiat".
"Tapi tetap saja, aku ingin menyuapimu".
"Aku setuju dengan chaeng".
Jisoo tampak mencerna kejadian barusan, baru saja keduanya bertengkar kini mereka saling mendukung.
"Arraseo, kalian bisa bergantian menyuapiku".
"Yeiii" keduanya berseru kompak.
"Tapi hanya dua suapan".
"Kenapa begitu?" protes lisa.
"Ya atau tidak sama sekali?".
"Arraseo eonni" keduanya terpaksa sepakat.
Jisoo berusaha menahan kekehannya melihat wajah cemberut keduanya.
"Bagaimana rasanya eonni?" tanya rose saat selesai menyuapi sang kakak.
"Sangat enak".
"Pastinya karena aku yang menyuapi eonni".
"Hmm".
"Sekarang giliranku" lisa sudah siap dengan sendok berisi makanan di tangannya.
"Aku sudah kenyang".
"Yak jisoo eonni!".
"Bercanda" pecah sudah tawa jisoo dan rose.
"Aisss, kau makan sendiri sajalah" lisa sedikit membanting sendok dari tangannya dan beranjak dari duduknya.
"Baperan banget jadi orang" sindir rose.
"Terserahmu" ucapnya sebelum benar-benar meninggalkan dapur.
"Dia benar-benar marah eonni".
"Gwenchana, aku akan membujuknya nanti. Makanlah chaeng ah".
"Aku kenyang eonni".
"Terus kenapa ke dapur?".
"Hanya ingin menemanimu".
"Ahh gomawo" jisoo tersenyum tulus sebelum kembali fokus dengan nasi gorengnya.
"Ne eonni".
°°°
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Kim
FanfictionKim hyu bin dan son ye jin adalah sepasang suami istri yang terkenal karena kekayaannya yang melimpah. Mereka merupakan orang nomor satu yang berpengaruh dalam dunia bisnis di Korea Selatan. Keduanya di karuniai empat orang putri yang tumbuh dewasa...
