Malam hari di Paris, mobil sport berwarna putih tiba di parkiran basement apartemen.
Eunwoo keluar dari mobilnya dan melangkah ke arah lift dan menekan tombol angka 17.
Hanya membutuhkan waktu singkat, eunwoo tiba di depan salah satu unit apartemen, ia segera memencet bel.
Ting tong
Ting tong
Klek
Pintu terbuka dan menampilkan sosok jisoo di baliknya.
"Masuklah, aku baru siap-siap" jisoo masih memakai pakaian piyama miliknya.
"Tidak apa-apa aku masuk? atau aku tunggu di bawah saja?".
"Memangnya kau mau menunggu di mobil? lagian aku sudah bilang tidak usah di jemput".
"Gwenchana, aku hanya ingin".
"Yasudah masuklah" jisoo tidak ingin membuang waktu lagi dan segera kembali ke dalam.
Eunwoo pun menyusul masuk dan mulai mengedarkan pandangannya.
"Ingin minum sesuatu?".
"Ani, lanjut saja kegiatanmu".
"Arraseo. Maaf kalau agak lama, lagian kau datangnya kecepatan".
"Aku tidak mempermasalahkannya".
"Hmm" jisoo pun segera memasuki kamar tidur dan tidak lupa menutup pintunya.
Eunwoo duduk di sofa ruangan sambil mengedarkan pandangannya melihat sekeliling.
Apartemen itu tampak elegan dan mewah dengan berbagai interiornya.
Lima belas menit, sosok jisoo keluar dari kamar dan menghampiri eunwoo yang sedang sibuk bermain game di ponselnya.
"Sudah?" eunwoo menyadari kehadiran jisoo dan segera menghentikan aktivitasnya.
"Ne".
Eunwoo pun tampak memandangi jisoo tanpa berkedip sedikitpun.
"Cantik" gumamnya tanpa sadar.
"Ne?" jisoo tampak heran dengan pria yang sudah berstatus sebagai pacarnya itu.
"Ahh maaf, aku masih belum terbiasa. Lagian kenapa kau amat sempurna sih?".
"Apaan sih, jangan mulai".
"Aku berkata jujur jisoo ya. Aku pria yang sangat beruntung karena mendapatkanmu".
"Ya belum lah, kita masih pacaran. Belum tentu aku akan menjadi istrimu".
"Jangan bilang begitu. Ucapan adalah doa, pokoknya kau akan menjadi istriku".
"Terserahmu lah" jisoo hanga menggeleng mendengarnya. Hubungan keduanya baru seminggu dan eunwoo sudah mengatakan hal tersebut membuatnya tidak habis pikir.
Akhirnya pasangan kekasih itu pun segera melangkah keluar dari apartemen dan berjalan berdampingan menuju basement untuk mengunjungi kedai hot pot milik sang nenek.
°°°
Setengah jam, mobil milik eunwoo tiba di depan kedai hot pot yang cukup ramai oleh pengunjung.
"Malam halmoni" jisoo menghampiri wanita paruh baya yang sedang melayani beberapa pelanggan yang hendak membayar.
"Ahh jisoo ya" joo cheon-sook segera menyerahkan tugasnya kepada salah satu karyawan dan segera membawa jisoo ke ruangan khusus miliknya.
"Bagaimana kabar halmoni?".
"Baik-baik saja. Halmoni sangat merindukanmu nak" joo cheon-sook memeluk tubuh jisoo.
"Aku juga halmoni" jisoo dengan senang hati membalas pelukan itu.
"Ehemm" eunwoo berdehem pasalnya kehadirannya seperti tidak dianggap.
"Kenapa?" jisoo bertanya setelah melerai pelukannya.
"Kau belum makan kan? ingin pesan apa?" ucap eunwoo.
"Hot pot saja".
"Arraseo" eunwoo segera beranjak dari duduknya dan melangkah keluar ruangan untuk memberitahu pesanannya kepada karyawan sang nenek.
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Kim
FanfictionKim hyu bin dan son ye jin adalah sepasang suami istri yang terkenal karena kekayaannya yang melimpah. Mereka merupakan orang nomor satu yang berpengaruh dalam dunia bisnis di Korea Selatan. Keduanya di karuniai empat orang putri yang tumbuh dewasa...
