73

810 96 4
                                        

Di Rumah Sakit, jennie berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan wajah cemberut. Rose, yang berjalan di sampingnya, meliriknya sekilas dan menghela napas.

"Masih kesal soal tadi pagi?" tanya Rose sambil melirik Jennie.
"Tentu saja. Jisoo eonni benar-benar tidak ada waktu untuk kita lagi" keluh Jennie.

Rose menghela napas panjang. "Aku juga merasa begitu, tapi mungkin kita juga harus lebih mengerti. Dia memimpin perusahaan besar sendirian. Itu tidak mudah eonni".

"Aku juga sibuk! Aku dokter bedah, chaeng! Aku bahkan tidak punya waktu untuk tidur dengan tenang!"
"Tapi kau masih bisa meluangkan waktu untuk mengeluh tentangnya" balas Rose dengan nada menggoda.

Jennie melotot. "Yah, itu karena aku sayang padanya".

Rose tertawa kecil. "Aku tahu. Kita semua sayang padanya eonni. Tapi mungkin kita harus memberikan sedikit ruang juga. Dia akan sadar dengan sendirinya kalau dia terlalu jauh dari kita".

Jennie mendengus pelan, tapi tidak menjawab.

°°°

Jisoo baru saja sampai di kantornya ketika sekretarisnya, Minji, menyambutnya dengan tumpukan dokumen.

"Sajangnim, ada beberapa rapat yang dijadwalkan hari ini. Ini daftar agenda Anda".
Jisoo menerima dokumen itu dan menghela napas. "Terima kasih, Minji. Aku akan melihatnya nanti".

Dia berjalan ke ruangannya dan duduk di kursi, menatap layar komputer dengan ekspresi lelah. Saat itulah ponselnya bergetar.

Eunwoo: Kau baik-baik saja?

Jisoo tersenyum tipis. Setidaknya ada seseorang yang masih memperhatikannya.

Jisoo: Aku baik-baik saja, hanya sibuk seperti biasa.

Eunwoo: Aku tahu. Kau bahkan belum membalas pesanku semalam.

Jisoo menggigit bibirnya. Dia memang melewatkan banyak hal akhir-akhir ini.

Jisoo: Maaf. Aku benar-benar tidak sengaja. Aku akan lebih memperhatikan lagi.

Eunwoo: Jangan sampai kau terlalu sibuk sampai lupa bagaimana caranya bersenang-senang, ya? Aku akan menelponmu nanti.

Jisoo tersenyum dan meletakkan ponselnya di meja.

Tapi senyumannya menghilang saat dia teringat Jennie dan adik-adiknya yang lain. Apakah dia benar-benar telah melupakan mereka demi pekerjaannya?

°°°

Saat kembali ke rumah malam itu, Jisoo menemukan suasana mansion lebih tenang dari biasanya. Tidak ada tawa atau obrolan adik-adiknya seperti biasa.

Dia masuk ke dalam dan menemukan ibunya duduk di ruang tamu, membaca buku.

"Eomma, di mana yang lain?" tanya Jisoo sambil melepas mantelnya.

Son Ye Jin menatapnya sejenak sebelum menjawab. "Jennie dan Rose masih di rumah sakit. Lisa sedang mengerjakan proyeknya di studio".

Jisoo mengangguk pelan dan duduk di sofa.

"Jisoo ya..." ibunya tiba-tiba memanggil dengan nada lembut.
"Ne, eomma?"

"Kau tahu, adik-adikmu sangat merindukanmu".

Jisoo terdiam.

"Mereka memang tidak mengatakan secara langsung, tapi aku bisa melihatnya. Jennie bahkan terlihat sangat kecewa tadi pagi".

Keluarga KimTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang