13 jam dalam perjalanan, akhirnya jisoo tiba di korea dan ia mendarat tepat di area pendaratan khusus yang tidak jauh dari mansion kim.
Ia segera menarik kopernya setelah berpamitan dengan pilot dan pramugari yang telah mengantarnya dengan selamat.
"Appa" jisoo memasuki mansion dan melihat sang ayah tengah duduk di sofa sudut sambil membaca koran.
"Sooyaa? bukankah kau pulang dua hari lagi?".
"Perasaanku tidak bisa tenang jika tetap tinggal".
"Jadi bagaimana dengan pekerjaanmu di sana?".
"Ada sehun".
"Ahh arraseo".
"Eomma di mana?".
"Sedang menemani adikmu".
"Kalau begitu aku ke kamar jennie dulu appa" pamitnya".
"Bersihkan dirimu dan istirahatlah terlebih dahulu nak".
"Hmm arraseo appa" jisoo menurut saja, pasalnya badannya sangat lelah dan butuh istirahat.
Jisoo pun melangkah ke arah anak tangga dan mulai menaikinya satu persatu.
Jam tujuh pagi, terlihat sosok lisa dan rose yang berjalan turun menuju ke dapur.
"Bagaimana kondisi jennie eonni?" tanya lisa pasalnya ia tidak menemani jennie sepanjang malam karena perintah sang ibu yang menyuruhnya beristirahat di kamar.
"Mulai membaik, dia kecapean dan gerdnya juga kambuh".
"Astaga kenapa semua orang menderita gerd? lagian kenapa mesti melewatkan jadwal makan sih?".
"Jadwalnya padat akhir-akhir ini lisa ya".
"Tidak jisoo eonni, jennie eonni pun sama".
"Memangnya kau tidak?".
"Tidak. Kalau kau baru iya".
"Aiisss".
"Kau sudah memberitahu jisoo eonni akan kondisi jennie eonni?" tanya rose.
"Sudah, aku langsung menghubunginya kemarin".
"Jinja? bagaimana responnya" rose memang sibuk dengan jennie sehingga tidak menyadari jika lisa sedang berbicara dengan jisoo lewat telepon.
"Dia amat khawatir".
"Kapan jadwalnya pulang?".
"Dua hari lagi, tapi saat mengetahui kondisi jennie eonni dia langsung ingin kembali ke korea".
"Terus bagaimana?".
"Appa melarangnya".
"Kenapa?".
"Dia menyuruh jisoo eonni menyelesaikan pekerjaannya dan mengatakan jika jennie eonni baik-baik saja".
"Bisa-bisanya appa berkata seperti itu. Dia tidak mendengar jennie eonni terus mengingau dan memanggil nama jisoo eonni?".
"Ya tentu tidak, lagian hanya kau dan eomma yang tidur dengannya semalam".
Keduanya melanjutkan sarapan sambil terus mengobrol.
°°°
"Eomma" rose dan lisa memasuki kamar tidur milik jennie dan terlihat sang ibu masih betah mengusap lembut kepada jennie.
"Kalian sudah sarapan".
"Ne, eomma sarapan dulu. Biar kami yang menjaga jennie eonni" ucap rose.
"Arraseo" son ye jin pun mengecup kening jennie dan beranjak dari kasur, lalu melangkah keluar kamar.
Rose dan lisa duduk di kasur dan memandangi wajah jennie.
"Jisoo eonni".
"Aku kangen, peluk aku eonni"
Jennie kembali mengingau di tengah tidurnya.
"Peluk lisa aja ya eonni" lisa segera menyamakan posisinya dan memeluk sang kakak.
Rose tampak diam dan segera meraih handphone miliknya.
"Apa jisoo eonni sudah tidur?".
"Ya pasti lah, disana masih pukul setengah dua pagi chaeng".
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Kim
FanfictionKim hyu bin dan son ye jin adalah sepasang suami istri yang terkenal karena kekayaannya yang melimpah. Mereka merupakan orang nomor satu yang berpengaruh dalam dunia bisnis di Korea Selatan. Keduanya di karuniai empat orang putri yang tumbuh dewasa...
