PCM 9

4.1K 169 2
                                    

Jerita Datin Viera membuatkan Mawar terkucar kacir menuruni anak tangga.Nasib baik tidak jatuh.

" Ye Mu- Err... Datin." Tunduk Mawar.

' Kenapa pula ni?' Desis akal Mawar ketakutan.Dia ada buat salahkah?

" Tadi aku balik! Aku nampak banyak sangat daun kering kat depan tu! Kau nikan!" Di tariknya cuping telinga gadis itu di balik tudung.

" Ahh Datin sakit!"Adu Mawar,sakit apabila telinganya di pulas sebegitu sekali.

" Kau ni menumpang tahu tak! Jadi, buat cara menumpang! Bukannya duduk dekat rumah ni goyang kaki buat .acam kau ni puteri raja!" Tengking Datin Viera membuatkan Mak Wa yang berada di belakang rumah bersama anaknya Aufa terus membuka langkah mendekati suara itu di depan.

" Mawar minta maaf Datin...Sakit."Adu Mawar meinta agar dirinya di lepaskan.

" Ya allah... Datin.Janganlah macam tu.Lepaskanlah Mawar tu.Kesian dia." Rayu Mak Wa kasihan akan gadis itu.

" Awa... Awak dia jelah.Dia ni memang patut di ajar! Dia fikir, dia kahwin dengan anak saya! Dia boleh enjoy ,goyang kaki, duk dalam bilik. Jadi Mem besar ke?Memang taklah!" Tengking Datin Viera menolak kasar badan gadis itu sehingga rebah.

Aufa sudah membuka langkah mendekati gadis itu.Baginya majikan ibunya sudah melampau.

" Datin... kenapa sampai nak tolak - tolak macam ni?" Soal Aufa sedikit menaikkan nadanya.

" Huh! Tak payah nak back up sangatlah perempuan murah ni sangatlah Aufa... Dia ni depan kita je baik! Tapi belakang menyundal sana sini!"Tengking Datin Viera.

Mawar menolak sedikit badan Aufa ke tepi.Di tidak selesa dirinya di papah oleh lelaki itu.Air mata sudah mengalir drk hinaan ibu mertuanya yang susah untuk menerimanya di dalam keluar ini.

" Mawar minta maaf, Datin. Mawar tahu... Mawar hanya menumpang je. Tapi tak boleh ke Datin layan Mawar macam mana selayaknya seorang menantu?" Rayu Mawar dengan tangisan.

" What? Menantu? Kau nak aku terima kau sebagai menantu? Jangan harap lah perempuan! " Tengking Datin Viera.Lantang suaranya.

Mawar tertunduk lemah.Aufa memandang gadis itu sayu.Dia dapat rasakan apa yang gadis itu rasa.

" Eh perempuan! Kau tu menumpang! Buat cara menumpang! " Datin Viera mendekati gadis itu.Di cengkam hebat tudung sarung Mawar supaya mendongak memandang ke arahnya.

"Tu dekat depan tu! Banyak sangat daun kering! Aku nak kau sapu,sampai... bersih!Faham!" Di cengkam kuat rambut yang berbalut tudung sarung itu.

Aufa cuba untuk menghalang.Tapi siapa dia? Dia hanya anak kepada pekerja wanita tua itu saja.Kalau dia melawan... pasti ibunya akan di pecat.

" Faham..." Tangis Mawar.

Rambutnya di lepaskan.Mawar tertunduk dan terduduk lemah.Bahunya terhenjut - henjut dek tangisan yang di lepaskan.

Datin Viera tidak kesah akan tangisan gadis itu terus membuka langkah naik ke tingkat atas menuju ke arah biliknya.

" Mawar... kau okey?" Soal Aufa prihatin.

" Aku okey." Ujar Mawar lembut.Senyuman tipis di hadiahkan.Di serka air matanya yang mengalir di pipinya.

Perlahan - lahan tangan dan kaki cuba untuk menggagahkan dirinya untuk berdiri.

" Mawar... tak payahlah buat.Lagipun tu kerja Pak Un." Ujar Mak Wa mendekati gadis itu.

" Tak apalah Mak Wa... bukan susah pun.Setakat sapu - sapu.Apalah sangatkan?" Ujar Mawar tersenyum kecil.

- PENGORBANAN CINTA - [C]Where stories live. Discover now