PCM 57

5.7K 323 18
                                    

Rayyaz memandang dirinya di pantulan cermin tandas.Entah hati masih tak tenang apabila teringat akan lamaran Aufa kemarin.Tapi bila kesempatan itu berpihak pada dirinya.Ada saja benda yang mengubah .


Rayyaz menghembus nafas perlahan.Keluhan di lepaskan.Mata terkatup rapat.Rambutnya di kuak kasar ke belakang.


" Rayyaz... Apa lama sangat kau kat dalam tu, cepatlah... lapar ni." Jerit Mawar dari luar tandas.

Tercelik mata Rayyaz apabila terdengar jeritan gadis itu dari luar bilik air.

" Ye ... Sabarlah!"Jerit Rayyaz dari dalam.


Rayyaz terus membuka langkah keluar dari tandas.Pintu di kuak.Dia terkaku di muka pintu tandas.Sedapnyalah gadis itu makan kacang.


" Kau ni kan Mawar.Tadi duk lapar - lapar.Tapi mulut tu dari tadi tak berhenti mengunyah.Makan banyakkan engkau ni?" Geram Rayyaz lalu membuka langkah mendekati katil gadis itu.

" Eleyh... Aku makan banyak pun nak bising.Kau tak tahu ke perempuan makan banyak sebab bahagia.Kau ni macam tak suka tengok aku bahagia je... Mesti kau ada masalah hatikan? Dengki!" Geram Mawar.

" Bahagialah sangat! Kalau bahagia asal soalan tadi aku tanya kau tak jawab?" Soal Rayyaz.

" Soalan apa? Kau ada tanya ke? " Soal Mawar.Sengaja  buat - buat lupa.

" Lagi sekali kau tanya.Memang aku korek mata kau yang sembab tu! Cakap dengan aku,asal mata kau tu sembab?" Soal Rayyaz memandang tepat ke arah mata gadis itu.

Mawar hanya terkaku saja.Apabila melihat renungan itu semakin menusuk.Mawar terus melarikan pandangan.

" Mawar."Panggil keras Rayyaz.Sedikit pun tidak Mawar endahkan.

" Maw-"

" Apa? Bisinglah kau!" Geram Mawar.Mulut kembali mengunyah.

"Haih..." Keluhan kecil di  lepaskan.Dia melabuhkan punggung di atas birai katil.

" Aku tahu kau nangis Mawar.Kau fikir pasal apa sampai menangis? " Soal Rayyaz risau.

" Ish... Tak ada apalah." Rengek Mawar sambil tangan menggaru - garu keningnya yang tak terasa gatal.

" Dahlah... Aku tak nak beli makanan untuk kau, kalau kau terus berahsia dengan aku, Mawar."Ugut Rayyaz.

" Eh janganlan... Ish... Aduh..." Tergaru - garu kepala Mawar.Bagaikan orang hilang akal saja.

" Okey... Okey... Fine.Aduh!" Ujar Mawar dengan nada terpaksa saja.

" Okey... Ceritalah." Rayyaz  memandang ke arah Mawar.Di pandang wajah gadis itu serius.

Mawar melepaskan keluhan kecil. Pandangan Rayyaz di balas dengaan pandangan lembut.

" Err... Aku masih fikirkan arwah anak aku." Ujar Mawar dengan jari jemarinya bermian dengan hujung baju hospitalnya.

" Kalau ..." Suaranya mula sebak.

" Kalau orang nampak aku kuat... Sumpah aku cakap dengan engkau Rayyaz, aku tak kuat." Ujar Mawar dengan getaran suara sebak.Matanya merenung tajam ke  arah mata Rayyaz.Perlahan - lahan air mata yang bergelinang di tubir mata kian meengalir.

" Dulu anak aku ada dalam kandungan.Aku selalu cakap yang aku benci dia,Rayyaz. Aku ada cakap, yang lebih baik dia mati .Dia tak layak ada dalam kandungan aku... Macam - macam aku cakap Rayyaz.Tanpa aku tahu...

- PENGORBANAN CINTA - [C]Where stories live. Discover now