Sampai saja di perkarangan rumah milik sepupu Arissa.Aryyan terus memakirkan keretanya di halaman luas rumah itu.
Rumah itu besar walaupun terlihat kampung.Dinding yang masih di perbuat daripada papan.Tidak dengan rumah yang sudah berdinding batu.
Arissa terus membuka langkah keluar dari perut kereta.Kakinya sudah berlari mendapatkan sepupunya di muka pintu keluar.
Hanya tinggal Aryyan dan Mawar saja di dalam kereta.Baru saja Mawar membuka langkah keluar dari perut kereta.Sang suami mula bersuara.
" Aku tak nak kau buat hal Mawar.Tak perlulah kau nak menangis atau apa pun bila kau nampak aku dengan Arissa bermanja.
Ingat Mawar... kalau Arissa dapat tahu tentang kita.Kau siap aku kerja kan!" Amaran keras Aryyan.
Mawar menghela nafas kecil lalu membuka langkah keluar dari perut kereta.Malas dia mahu kesah akan amaran sang suami.
Mawar melebarkan senyuman di bibirnya walaupun hati sedang berperang dengan pelbagai rasa.
Kakinya melangkah mendekati rumah separuh kayu itu.Senyuman di lebarkan untuk gadis yang berada di sisi Arissa.
" Siapa tu? " Soal gadis itu dengan loghat pekatnya.Mereka tidak pernah berjumpa.
" Ouh... Mawar.Kawan aku.kita orang kenal dekat Uni.Hehe... lama aku tak jumpa kau! 5 tahun!" Teruja Arissa.
" Hmm yelah. Orang tu asyik sebok je kerjanya! "Ujar gadis itu dengan memutarkan bebola matanya.
"Hehe..."
Mata gadis itu tertangkap ke arah satu sosok lelaki yang keluar dari perut kereta.Kacak orangnya.
" Siapa tu pula?" Soal gadis itu.
" Ouh... tu Aryyan.Tunang aku." Beritahu Arissa dengan senyuman.
Aryyan berdiri di sisi Mawar.Mawar berkalih apabila perasan kedudukan mereka yang sedikit rapat.Mawar terus membuka lanhkah sedikit jauh.
Aryyan berkalih apabila perasan sang isteri mula menjauh.Tapi sekilas saja.Matanya tertancap kepada gadis yang berada di sisi tunangnya.
Gadis itu memandang Aryyan dan Mawar silih berganti.Aryyan mula tidak sedap hati.Aryyan berkalih memandang isterinya.Mata merema bertembung.
Dia tahu... Mawar dapat rasa apa yang dia sedang rasa sekarang ni.
" Eh Rossa! Arissa dah sampai ke tu?" Soal suara seseorang di dalam.
" Ye Mak! " Jerit Rossa berkalih kepalanya.Terus terhenti pandangan peliknya ke arah Aryyan dan Mawar.
" Eh? Mak Tin ada ke?" Soal Arissa terjenguk kepalanya ke dalam rumah.
" Ye... ada kat dalam.Rindu betul dia dekat kau.Pergilah tengok.Mesti dia teruja jumpa kau... dah besar dah pun.Cantik pun cantik sekarang..." Ujar Rossa dengan tawaan.
" Hehe... ada - ada je kau.Okeylah aku masuk dulu... Aryyan, Mawar... jom." Ajakkan Arissa.
Aryyan dan Mawar tersenyuman dan menganggukkan kepalanya saja menjadi balasan.Kaki melepaskan kasut yang di pakai.
Di naiki tangga kecil itu naik ke beranda papan itu.Arissa sudah hilang di dalam rumah.Rossa yang berada di muka pintu di pandang dan di lebarkan senyuman.
Rossa hanya menunjukkan wajah dingin saja.Bagaikan tidak suka saja akan gadis yang bernama, Mawar itu.
Mawar terus menundukkan kepalanya.Menunjukkan hormat kepada tuan rumah.Baru saja Mawar ingin melangkah masuk melintasi Rossa.

YOU ARE READING
- PENGORBANAN CINTA - [C]
RomantizmAMARAN ⚠️ Cerita ini di ambil dari kisah benar. Kisah seseorang yang pernah menjalani kisah pahit di dalam hidup mudanya. ________ ✨🦋✨ ________ Cinta? Cinta mengajarkan kita tentang pengorbanan.Cinta mengajarkan kita cara untuk mengikhlaskan.Cinta...