PCM 8

4.9K 197 7
                                        

Mawar merenjis air di tangannya ke bawah.Di lap di bajunya dek tidak selesa tangannya yang basah.

" Mawar... sudahlah tu.Mak Wa boleh buatlah semuanya.Sudah - sudah."Arah Mak Wa menghalang gadis itu untuk mengotorkan tangannya untuk membantu dirinya di dapur.

" Eh tak apalah... Saya dah biasa dah.Mak Wa buat jelah kerja Mak Wa... alang - alang Mawar masak ni... Mawar nak Abang Aryyan rasa air tangan Mawar." Ujar Mawar lembut dengan senyuman nipis di bibirnya.

" Hmm yelah... tpi Mak Wa bukan apa.Kamu tu bukan orang gaji di rumah ni.Kamu ni isteri Aryyan... tak perlula-"Kata - kata Mak Wa terpotong.

" Mak Wa... dah.Mawar tahu... tapi tak salah Mawar nak ringankan kerja Mak Wa." Senyuman terlakar indah di bibirnya.

" Lagipun nanti Cik Aryana cakap pula nanti." Ujar Mawar teringat akan adik iparnya.

"Tak ada... Mawar masuk je dalam. Dengar cakap Mak Wa... jangan nak melawan. Dah... dah... " Halang Mak Wa.

Dia bukan apa... dia cuma tidak suka melihat gadis itu memenatian dirinya untuk menolong dirinya.Gadis itu adalah ' isteri ' dan bukan orang ' gaji '.

Sudip di tangan Mawar di rampas.Mawar terkejut akan kecekapan rampasan Mak Wa.

" Mak Wa..." Rengek Mawar.

" Ta-"

" Mak Wa... Please... Mawar nak masak untuk Aryyan je.Lepas tu... nanti Mawar masuk.Mawar janji!" Mawar mengangkat tanggannya seperti bersumpah.

Mak Wa mengeluh kecil.Susahlah gini... nak tak nak, dia perlu biarkan sajalah.

" Haih... yelah.Janji eh." Ujar Mak Wa pasrah saja.

" Yeah!Thanks Mak Wa!" Sorak Mawar.Badan tua itu di peluk... pipi kendur itu di kucup.

Tergelak kecil Mak Wa akan gelagat gadis itu.Sudip yang di rampas tadi di hulurkan ke arah Mawar kembali.

Mawar kembali menggodek - godek ikan kembung yang berada di dalam kuali.Di masak penuh dengan kasih sayang.

_______

Mawar menjatuhkan badannya di sisi kolam renang yang sedikit luas.Kaki di biarkan terendam.

Telefon bimbit yang berada di dalam kocek di capai.Apps WattsApps di tekan.Nama suaminya di cari.

Cik Suami...

Abang...

Abang balik lewat ke?

Telefon di tutup.Masih menunggu balasan sang suaminya.Mata melirik ke seluruh seni bina kolam renang itu.

Tiba - tiba telinganya terlirik akan sebuah kereta Axia, milik seseorang.Di parking elok di dalam garaj.

Mawar kenal akan sosok itu.Senyuman di lemparkan ke arah lelaki itu.

Lelaki itu membalas senyuaman Mawar lalu membuka langkah mendekati gadis itu di kolam renang.

" Kau pergi mana?" Soal Mawar menjenguk ke arah kereta Aufa.

" Tak gi mana pun... Tadi hantar dokumen Dato' Akim yang tertinggal." Jawab Aufa lembut.

Mawar hanya membalas dengan anggukkan lalu memalingkan wajah ke arah lain.

Ting!

- PENGORBANAN CINTA - [C]Cerita yang buat anda obses. Terokai sekarang