PCM 37

5K 249 16
                                    

Mawar dari tadi tidak jemu melihat keindahan ciptaan yang maha esa di hadapannya.Laut yang terbentang luas membuatkan Mawar terasa tenang.

Berjalan - jalan di persisiran pantai.Menghirup angin petang yang menyenangkan.Ombak yang mendatang menghasilkan bunyi yang menenangkan melalui telinganya.

Terlihat bangku di tepi untuk pelancong yang datang.Untuk mereka duduk dan berehat.Terlihat banyak pasangan suami isteri yang terlihat bahagia.

Berkejar sesama sendiri.Ada yang gelak tertawa bersama.Ada yang sedang bergambar mesra bagi menyimpan kenangan ketika mereka berbulan madu di pantai ini.

Beruntungnya mereka.Allah telah menghadiahkan mereka pasangan yang benar menyintai dan menyayangi dengan sepenuh hati.Dan nasibnya? Jauh beza sekali.

Nikmat yang begitu indah.Siapa yang menyiakan... memang dia adalah orang yang rugi.

Termenung jauh Mawar.Leka dengan dunia lamunannya sendiri.Sehingga ada yang datang menegur pun dia tidak perasan.

" Mawar?" Satu tangan melambai - lambai di hadapan wajah Mawar.

Tapi masih tidak dapat menyedarikan Mawar dari lamunannya yang entah sampai kemana pun tidak tahu.

" Mawar..." Suara itu semakin kuat di cuping telinga Mawar.Benar - benar di cuping telinganya.Wah! Melampau! Boleh pekak dia waktu muda - muda bergini.

Ternsetak Mawar akan jeritan itu.Lamunannya terus terhenti dan kepalanya beralih ke arah sosok yang menjerit tadi.

Baru saja ingin memarahi sosok itu.Tapi mulutnya terkunci.Haih... tak jadi marahlah dia.

" Jauh termenung?" Soal lelaki yang bertopeng muka dan berkaca mata hitam .

" Err...mana ada." Ujar Mawar tertundik malu.

" Yeke? Sampai saya panggil banyak kali pun tak dengar." Ujar lelaki itu dengan cebikkan bibir di balik topeng.

" Hehe... " Mawar tertawa kecil.Kening yang tidak gatal di garu.

" Awak sorang je ke? Arissa mana?" Soal lelaki itu membuatkan kepala Mawar berkalih pantas.

Kening Mawar bertaut.Bagaimana lelaki itu tahu? Sedangkan dia tidak pernah beritahu?

" Mawar...?" Tangan lelaki itu menggawai di hadapam wajah Mawar.Bagi menyedarkan gadis itu kembali dari lamunan.

Tersentak Mawar.Wajah lelaki bertopeng itu di pandang.Pelik.

" Ish! Ini yang saya tak suka! Awak asyik mengelamun saja!" Geram lelaki itu.

" Tak... saya tak mengelamun pun.Saya cuma pelik saja."

" Macam mana pakcik tahu nama kawan saya tu Arissa?" Soal Mawar pelik.Wajahnya yang penuh dengan tanda tanya.

Terus berkalih wajah lelaki itu.Wajah Mawar di pandang.Kelu lidahnya.

" Err... waktu dia serang saya depan bilik, saya dengan awak panggil nama dia, Arissa.Awak lupa ke?" Terang lelaki itu sedikit gagap.

" Ouh... " Panjang muncung Mawar meng'o'kan kata - kata lelaki itu.

" Err... jomlah!" Ajakkan lelaki itu.

" Eh? Jom ke mana?" Soal Mawar pelik.Tiba - tiba saja 'jom' .

" Err... kita duduk dekat tebing sana." Ajakkan lelaki itu pantas.

Mawar berkalih lalu menganggukkan saja kepalanya.

Lalu lelaki itu mendepakan tangan sebelahnya untuk mengizinkan gadis itu berjalan dahulu.Tapi Mawar menolak baik.

- PENGORBANAN CINTA - [C]Where stories live. Discover now