Sebab Akibat

7 0 0
                                        

Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.





Kita Lewati Berdua By Overnight






Yang belum vote sama komen vote dan komen dulu yuk biar kita mulai aja cerita nya, deh dari pada makin ngelantur author ketik.







Kamu & Kenangan



Hanna ingat. Hari dimana dirinya tak sengaja melihat Gio di area apartemen, hingga mereka yang berakhir dengan makan cemilan dan berdebat tentang lelaki itu yang baru saja pulang dari Bandung.

"Ingat. Aku ingat tentang malam itu."

Malam dimana juga tanpa sadar ia mulai membandingkan sikap sang pacar dan Gio.

Ternyata sudah selama itu ya. Lagi pula seperti yang dikatakan lelaki di sampingnya, baik Gio maupun dirinya dari masa lalu pasti tidak tahu bahwa berselang beberapa bulan mereka akan duduk kembali dengan status 'kekasih.'

"Saat itu dari pada ngobrol ringan kita lebih banyak debat deh kayanya," kekeh Gio begitu mengingat kembali memori itu.

"Salah kamu makanya kita debat. Orang mana coba yang baru satu jam sampai di Bandung bukanya istirahat malah keluyuran di area apartemen lagi." Hanna berujar serius sambil menatap sang kekasih yang entah sejak kapan sudah menatap dirinya.

"Keluyuran? Siapa yang keluyuran sih. Aku tuh ke apartemen karena mau ambil mobil makanya mampir. Eh nggak taunya kamu manggil ya udah aku manfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin," senyum Gio lebar sambil mengusap-usap puncak kepala Hanna pelan.

"Aku tuh refleks makanya manggil kamu. Bayangin coba baru tadi siang aku dengar kabar di kantor kamu lagi di Bandung, eh malamnya aku malah lihat kami di apartemen," ungkap Hanna.

"Iya deh aku percaya."

"Memanfaatkan kesempatan dengan baik itu maksudnya apa? Jangan bilang waktu itu kamu udah suka aku?"

Gio mengangguk. Kembali menatap hamparan langit malam. "Rahasia negara. Tapi yang pasti jauh sebelum itu."

"Ih, kapan?" Nada antusias dari Hanna membuat Gio tersenyum kecil.

"Rahasia negara." Gio menempelkan jari telunjuknya pada bibirnya, dengan maksud menyuruh Hanna untuk tak bertanya.

"Ihhh, kapan. Aku penasaran lah." Seperti kebanyakan wanita yang dipenuhi rasa penasaran Hanna bahkan menggoyangkan yang sang kekasih agar mau memberitahu dirinya.

"Nanti ya. Nanti kalau udah waktunya pasti aku beri tahu," nasehat Gio pelan.

Hanna memajukan bibirnya ke depan. Bersiap memasang ekspresi merajuk hingga perkataan, Gio barusan cukup membuat dirinya menatap sang pacar penasaran.

"Yakin nih, malam ini bakal dihabiskan dengan aku yang bujuk kamu ngambek. Kalau aku sih oke aja. Tapi kamu yakin? Karena besok kita bakal nggak ketemu loh," pancing Gio.

"Maksud kamu?"

"Besok aku ada kerjaan di Lombok," sahut Gio, "kalau ngambek nya mau dilanjutkan aku bujuk deh. Tapi, kalau mau di pending dulu sampai aku pulang, aku pasti bakal senang banget karena kali pertama kita LDR akan dihabiskan dengan ngobrol ringan."

"Siapa yang ngambek sih? Lagi pula apa juga alasan aku ngambek," sahut Hanna, menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi besi taman.

Melihat tingkah Hanna yang menggemaskan membuat Gio dengan kesadaran penuh menyadarkan kepalanya pada bahu sang pacar. "Aku habis dari GBK loh lari sama yang lain. Plan yang nggak nyangka bakal aku lakuin malam ini eh tenyata aku lakuin."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 12 hours ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Kamu & Kenangan Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang