Kemarin Ella, sekarang Ahyeon

961 116 7
                                        

Pagi ini seperti biasa, keluarga kecil Limario dan Jennie sedang menikmati sarapan bersama sebelum mereka semua kembali ke aktivitas masing-masing.

"Bunda, kapan kakak sekolah?" Tanya Ella karna kejadian kemarin, Ella akhirnya harus tetap istirahat dirumah meskipun masker oksigennya sudah dicabut.

"Minimal nafasnya teratur dulu kak" Jawab Limario yang membuat Ella mengerucutkan bibirnya karna meskipun sudah tak memakai masker oksigen, nafas Ella masih belum kembali normal.

"Inikan salah Leo ayah, kenapa Leo nggak dijual aja?" Tanya Ella yang membuat Limario menggelengkan kepalanya.

"Kakak mau jadi anak nakal karna nggak dengerin ayah?" Tanya balik Limario yang membuat Ella mau tak mau harus bisa menerima apapun yang Limario katakan.

"Yes ayah, kakak stay at home" Jawab Ella akhirnya hanya bisa mengalah karna Limario sangat ketat apalagi masalah kesehatan anak-anaknya.

"Kan ada bunda kak" Ujar Jennie yang membuat Ella hanya bisa menganggukkan kepalanya karna Ella sakit, Jennie memilih kerja melalui rumah saja sembari memantau Ella.

"Lanjutin makannya, habis itu kakak harus minum obat" Ujar Limario yang membuat Ella hanya bisa pasrah dan kembali melanjutkan makannya.

"Ayah pergi dulu ya bun, bunda sama kakak jaga diri baik-baik" Ujar Limario berpamitan dengan Jennie.

"Iya, ayah juga jangan lupa makan siang. Sama jangan telat jemput abang sama adek" Pesan Jennie sebelum Limario benar-benar pergi.

"Bye-bye kak, selamat istilahat" Ujar Ahyeon melambaikan tangannya pada Ella yang sedang duduk di sofa dengan wajah ditekuk.

"Jangan nakal ya selama dirumah, dengerin kata bundanya" Pesan Limario pada Ella yang masih memasang wajah kesalnya karna Ella tak bisa kemana-mana.

"Jangan murung terus kak" Ujar Jennie berjalan dengan membawa ipadnya karna akan bekerja sembari memantau Ella.

"Kan kakak udah sembuh bunda" Komplain Ella tapi dengan nafas yang masih belum teratur.

"Tuh denger, nafas kakak aja belum normal kayak biasa" Ujar Jennie mulai fokus dengan pekerjaannya.

"Ah, bunda nda seru" Ujar Ella memilih memainkan Nintendonya karna Jennie memilih tak mengidahkannya.

"Kakak siang ini mau makan pake apa?" Tanya Jennie tapi matanya tetap fokus pada ipad yang ada di tangannya.

"Nda tau, mau makan kecoa" Jawab Ella yang membuat Jennie menaikkan alisnya atas jawaban dari Ella.

"Beneran ya? Bunda beneran buatin nih" Ancam Jennie yang membuat Ella kembali merengut karna Jennie malah mengiyakan apa yang dia katakan.

"Kenapa cucu oma murung kayak gitu?" Tanya Tiffany yang masuk dengan membawa buah untuk Ella.

"Bunda tuh oma, masa kakak nggak boleh ngapa-ngapain" Adu Ella ketika Tiffany kini duduk didekatnya.

"Kan masih sakit sayang, nanti juga bisa sekolah kayak biasa lagi" Ujar Tiffany sembari mengusap dengan lembut rambut Ella.

"Tuh dengerin kata oma" Ujar Jennie merasa puas karna Tiffany tak berpihak pada Ella dan malah ikut setuju dengan apa yang dia katakan.

"Ah, oma sama bunda sama aja" Ujar Ella memilih fokus dengan Nintendonya karna kesal Tiffany malah ikut ada dipihak Jennie.

"Oma bawain buah loh, Ella nggak mau coba?" Tanya Tiffany yang membuat Ella menggelengkan kepalanya.

"Ella malas sama oma" Jawab Ella yang membuat Tiffany terkekeh melihat tingkah Ella yang terkadang malah semakin mirip dengan Jennie.

"Terus Ella maunya apa sayang?" Tanya Tiffany menyingkirkan plastik buahnya karna Ella tak menginginkannya.

Our StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang