Cita-cita

1.8K 130 9
                                        

Seong menghela nafasnya sembari memperhatikan kertas gambar yang masih kosong karna Seong bingung harus mengambar apa tentang cita-citanya sendiri.

"Abang? Makan dulu yuk, nanti dilanjutin tugasnya" Ajak Jennie yang disuruh oleh Limario untuk memanggil Seong agar mereka dapat makan malam bersama.

"Iya bunda" Ujar Seong memilih turun dari kursinya kemudian berjalan dengan menggandeng tangan Jennie.

"Emang tugasnya tentang apa bang?" Tanya Jennie karna sejak pulang dari sekolahnya, Seong sudah stay dikamar.

"Tentang cita-cita bunda, abang masih bingung" Jawab Seong yang membuat Jennie tersenyum mendengar hal tersebut.

"Abang belum tau nanti pas besar mau jadi apa?" Tanya Jennie yang membuat Seong menganggukkan kepalanya.

"Mau jadi kayak ayah? Yang punya perusahaan?" Tanya Jennie yang membuat Seong menggelengkan kepalanya.

"Nda mau bunda, pusing" Jawab Seong yang membuat Jennie terkekeh mendengar jawaban Seong tentang pekerjaan Limario.

"Yaudah, nanti kita coba pikirin bareng-bareng ya? Biar sama ayah juga" Saran Jennie yang membuat Seong mengangguk tanda setuju.

"Darimana?" Tanya Limario karna cukup lama untuk keduanya sampai ke ruang makan apalagi hanya memanggil Seong saja.

"Abang tadi lagi ngobrol dikit sama bunda, makanya jalannya pelan ayah" Jawab Seong yang membuat Limario mengangguk.

"Kenapa lagi nih dua princes?" Tanya Jennie ketika melihat baby Ella dan baby Ahyeon sama-sama memangku tangan mereka.

"Rebutin mangga, kan mangga dikulkas tinggal satu bun" Jawab Limario pusing sendiri menghadapi kedua anaknya itu.

"Nggak mau buah yang lain aja?" Tanya Jennie kini duduk disamping baby Ella yang masih memangku tangannya.

"Tadi awalnya si adek udah mau apel, tapi lihat kakaknya mau mangga, jadi ikut-ikutan" Ujar Limario menjelaskan situasi yang sedang terjadi.

"Yaudah, makan dulu. Biar nanti bunda bagi dua aja" Ujar Jennie mulai menyendokkan makanan untuk Limario terlebih dahulu.

"Kakak mau kemana? Makanannya belum habis loh" Ujar Jennie ketika masih setengah perjalanan menghabiskan makanannya, baby Ella hendak turun dari kursinya.

"Kakak ales akan bunda" Jawab baby Ella yang membuat Jennie menggelengkan kepalanya tanda menolak.

"No no kak, habisin dulu makannya" Ujar Jennie tapi baby Ella justru menggelengkan kepalanya tanda tak mau.

"Bunda suapin aja ya?" Tawar Jennie agar baby Ella bisa menghabiskan makanannya, karna baby Ella tipikal yang malas makan.

"Yudah" Ujar baby Ella akhirnya mengalah karna tak mungkin harus berdebat terus menerus dengan Jennie.

"Kebiasaan emang" Ujar Limario yang membuat baby Ella hanya mendelik padanya karna Limario selalu menjahilinya.

"Cuci tangan sama mulutnya ya jangan lupa" Pesan Jennie ketika ketiga anaknya sudah turun dari kursi mereka masing-masing.

"Mau ayah bantuin?" Tanya Limario karna kini Jennie sedang membereskan piring bekas makan mereka.

"Gapapa yah, bantuin anak-anak aja. Bentar lagi mba kesini kok" Jawab Jennie karna para art sedang makan malam juga.

"Yaudah, ayah bantuin anak-anak dulu. Takut berantem lagi" Ujar Limario menyempatkan mencium puncak kepala Jennie kemudian berlalu menyusul ketiga anak-anaknya.

"Ih, kakak" Kesal baby Ahyeon yang membuat Limario hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika mendengar suara tawa dari baby Ella.

"Hayo, pasti berantem lagi" Ujar Limario sembari mengulung bajunya untuk membantu mencuci tangan serta mulut ketiga anaknya.

Our StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang