Ahyeon kini tengah duduk bersama dengan Rora setelah mereka makan siang bersama, Ahyeon sontak menyipitkan matanya tatkala melihat sesuatu.
"Itu apa?" Tanya Ahyeon pada Rora sesuatu yang ada diatas pohon, Rora sontak ikut melihat apa yang Ahyeon maksud.
"Anak kucing" Jawab Rora sontak berdiri begitu juga dengan Ahyeon untuk melihat lebih jauh anak kucing tersebut.
"Dia mau tulun?" Tanya Ahyeon yang membuat Rora nampak mengangguk dengan ragu, Ahyeon sontak berpikir sebentar.
"Yaudah, kamu naik aja" Suruh Ahyeon yang membuat Rora langsung menggelengkan kepalanya.
"Nda mau ah, tinggi banget" Jawab Rora karna melihat tinggi pohon tersebut membuat Rora takut, apalagi harus sampai naik ke atas pohon tersebut.
"Huh, kamu emang dacal penakut" Gerutu Ahyeon kemudian memikirkan bagaimana caranya naik ke atas pohon tersebut.
"Tapi itu tinggi, kalau jatuh bagaimana ya?" Tanya Rora yang membuat Ahyeon menghela nafasnya sejenak.
"Sebental" Ujar Ahyeon berlari kecil kemudian kembali dengan membawa sebuah bangku kecil, Ahyeon kemudian memajat pelan sedangkan Rora memegang bangku tersebut.
"Hati-hati" Peringat Rora ketika Ahyeon sudah berada di atas pohon tersebut, Ahyeon sontak tersenyum dan menggendong pelan anak kucing tersebut.
"Woahh, bulunya halus cekali" Ujar Ahyeon yang masih berada di atas pohon, sementara Rora sejak tadi takut jika Ahyeon malah jatuh.
"Tulun Ahyeon, nanti jatuh loh" Ujar Rora yang membuat Ahyeon mengangguk tapi Ahyeon kemudian merasa sedikit takut jika harus turun.
"Em, kayaknya aku nda bica tulun" Ujar Ahyeon yang membuat Rora kaget mendengar hal tersebut.
"Telus bagaimana?" Tanya Rora yang membuat Ahyeon nampak berpikir sebentar kemudian mendengar anak kucing tersebut mengeluarkan suara.
"Coba kamu naik dibangku itu, amanin kucingnya dulu" Suruh Ahyeon yang membuat Rora sebenarnya ragu.
"Cepat, nanti anak kucingnya belubah jadi monstel" Ujar Ahyeon yang membuat Rora akhirnya mengalah.
"Telus kamu bagaimana ya?" Tanya Rora ketika dirinya sudah memeluk erat anak kucing tersebut.
"Nanti dulu, macih dipikilin" Jawab Ahyeon memutar otak agar bisa turun dengan selamat tanpa harus ada luka.
"Lompat aja" Saran Rora yang membuat Ahyeon sedikit ragu, apalagi jika Jennie tau Ahyeon melakukan hal sepele begini.
"Pelan-pelan" Ujar Rora ketika melihat Ahyeon tanda-tanda akan melompat, Rora sontak menutup matanya tatkala Ahyeon sudah turun.
"Aduh" Ringis Ahyeon ketika turunnya tak mulus dan lututnya malah terluka akibat jatuh dari ketinggian.
"Kamu ndapapa?" Tanya Rora mendekat kearah Ahyeon, Ahyeon sontak meringis sembari memegangi lututnya.
"Bu chael, Ahyeon beldalah" Ujar Rora panik melihat lutut Ahyeon yang mengeluarkan darah, Chaeryeong yang sedang berjalan menuju kelas langsung berlalu kearah Ahyeon.
"Astaga, kok bisa? Ahyeon kenapa sayang?" Tanya Chaeryeong panik kemudian membawa Ahyeon ke arah UKS dan diikuti oleh Rora yang masih setia menggendong anak kucing yang tadi mereka selamatkan.
"Kalian habis darimana? Kenapa baju Ahyeon kotor gini?" Tanya Chaeryeong apalagi melihat baju Ahyeon sangat kotor.
"Tadi Ahyeon manjat pohon bu gulu, buat selamatin kucing ini" Jawab Rora sementara Ahyeon menahan rasa perih di lututnya.
