Suasana rumah Joy dan Wendy tampak meriah dengan perayaan kepulangan Joy dan juga baby Celica dari rumah sakit.
"Yaampun, duduk aja Joy. Biar kita yang buat" Ujar Irene melarang Joy untuk bekerja di dapur karna baru saja pulih dari pasca melahirkan.
"Tapi gue bosen kalau cuman duduk aja" Ujar Joy karna baby Celica juga sedang digendong oleh Karina yang diperintahkan oleh Irene.
"Ya emang kenapa kak? Kan biar kakak bisa bener-bener istirahat" Jawab Rose yang tengah membantu Irene dan juga Jennie menyiapkan beberapa makanan.
"Tapi gue udah sembuh, Jeh" Balas Joy yang merasa dirinya sudah lebih baik daripada kemarin.
"Istirahat aja kenapa sih Joy?" Tanya Jennie bingung dengan Joy yang tak mau beristirahat apalagi baru keluar dari rumah sakit.
"Gue gendong baby Vania aja deh" Ujar Joy tapi Rose langsung menggelengkan kepalanya tanda tak mengizinkan.
"Gue kan sengaja bawa babysistternya kesini kak, biar jagain Vania" Ujar Rose karna setelah Rose dan Jisoo berpikir, akhirnya mereka membawa sang babysitter untuk membantu menjaga baby Vania.
"Tapi gue beneran bosen banget, nggak tau mau ngapain" Ujar Joy karna sejak kedatangan Jennie dan yang lainnya, Joy malah tak bisa berbuat apa-apa.
"Ya duduk aja" Jawab Irene sembari menyiapkan beberapa bumbu untuk mereka bakaran nanti.
"Masa kalian kerja, gue cuman duduk aja sih" Ujar Joy merasa tak enak dengan teman-temannya.
"Lo tuh baru sembuh pasca lahiran Joy, jangan aneh-aneh" Ujar Jennie lebih ketakut Joy kenapa-napa.
"Wen, istri lo nih" Adu Irene ketika melihat Wendy masuk ke dalam rumah untuk mengambil beberapa alat bakaran.
"Istirahat aja, sayang" Ujar Wendy yang membuat Joy mengerucutkan bibirnya karna Wendy pun ikut-ikutan melarangnya melakukan sesuatu.
"Tuh, dengerin apa kata Wendy" Ujar Irene yang membuat Joy menghela nafasnya dengan malas.
"Buna, kakak katanya mau buang adek ke kolam" Adu Yeri pada Irene dengan keringat bercucuran melalui keningnya.
"Kok bisa? Emang adek ngapain sampe mau dibuang ke kolam?" Tanya Irene sembari mengelap keringat Yeri menggunakan tisu.
"Gangguin adeknya kakak William" Jawab Yeri dengan polosnya sementara Joy yang mendengar hal tersebut benar-benar tak menyangka dengan apa yang diperbuat oleh Yeri.
"Nggak boleh dong sayang, kan sebelum kesini tadi ayah udah bilang adek nggak boleh nakal" Ujar Irene memperbaiki rambut Yeri.
"Cuman gemas aja buna" Jawab Yeri lagi yang membuat Irene menggelengkan kepalanya tanda tak boleh.
"Main yang baik ya, nggak boleh nakal-nakal" Pesan Irene sebelum Yeri berlalu kembali untuk bermain lagi.
"Anak lo nurun dari siapa sih? Jadi kayak bocil kematian gitu" Ujar Joy yang membuat Irene tersenyum mendengar hal tersebut.
"Dari Egi kali, gue kan kalem" Jawab Irene yang membuat Joy menatapnya dengan sinis akibat ucapan dari Irene barusan.
"Iye si paling kalem" Ujar Jennie dengan nada sarkasnya yang membuat Joy tertawa mendengar bagaimana Jennie malah menye-menyein Irene.
"Udah semua sayang? Mau dibawa ke belakang" Tanya Limario yang masuk dengan Seong yang mengikutinya.
"Udah sayang, bawa aja" Jawab Jennie sedangkan Seong langsung membantu Limario membawa beberapa makanan ke halaman belakang rumah Wendy dan Joy.
