Why?

657 93 2
                                        

Keadaan rumah Jennie benar-benar sedang tidak baik-baik saja, mengingat Jiyoon belum ditemukan hingga sore menjelang malam.

"Gimana kalau Jiyoon kenapa-napa mommy" Ujar Rose yang masih saja menangis sejak tadi menunggu kabar dari Jisoo dan yang lainnya.

"Enggak sayang, percaya sama yang lainnya. Daddy juga lagi usahain nyari" Ujar Yoona berusaha menenangkan Rose.

"Udah dong nangisnya kak" Ujar Jennie masih menenangkan Ella juga yang menangis sejak pulang tadi karna takut Jiyoon kenapa-napa.

"Kakak doain Jiyoon biar nggak kenapa-napa" Ujar Jennie berusaha agar Ella berhenti menangis sebelum mata Ella akan membengkak.

"Belum selesai juga nangisnya?" Tanya Joy yang datang bersama dengan Irene dan juga Solar untuk melihat keadaan Ella.

"Belum, dia ngerasa bersalah banget kayaknya" Jawab Jennie yang menggendong Ella.

"Jiyoon pasti pulang kok Ella, jangan nangis terus. Entar sesek nafas loh" Ujar Solar sembari mengusap rambut Ella.

"Kasihan Rose juga, dia nggak tenang daritadi" Ujar Irene memperhatikan bagaimana Rose terus menangis sejak tadi.

"Mom, nuna pergi dulu ya? Mau ikut kakak buat nyari Jiyoon" Ujar Alice yang membuat Yoona bingung harus bagaimana.

"Nuna kuncinya mom, hanya nuna yang bisa mancing dia keluar" Ujar Alice karna tau Yoona pasti khawatir.

"Dek, nuna bantuin cari anak kamu ya? Jangan sedih terus" Ujar Alice mengusap rambut Rose kemudian berlalu karna Limario mengabari sudah di depan.

"Nuna serius mau ikut?" Tanya Limario yang satu mobil dengan Seulgi, sementara Jisoo bertukar tempat dan ikut bersama dengan Wendy dan juga Moonbyul.

"Iya, dia nggak bakalan mau keluar kalau bukan nuna yang pancing" Jawab Alice yang membuat Limario menghela nafasnya kemudian mulai menjalankan mobilnya.

"Daddy udah lapor polisi?" Tanya Alice yang membuat Limario menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Seulgi juga udah bantu biar tiap penerbangan atau apapun itu di cek dulu" Jawab Limario yang membuat Alice menghela nafasnya dengan lega.

"Halo" Limario sontak terdiam melihat Alice tengah berbicara dengan seseorang melalui telfonnya.

"Dimana keponakanku? Kamu nggak mau jadi cowok brengsek kan yang ngancem keluargaku?" Tanya Alice yang membuat Limario mengkode agar Seulgi menghubungi Jisoo dan yang lainnya.

"Apalagi yang mau diomongin? Semua udah jelas, kita udah nggak ada hubungan apa-apa" Ujar Alice kesal sendiri karna Tae menginginkan obrolan.

"Sharelock, biar aku kesana" Ujar Alice mematikan telfonnya, kemudian menghela nafasnya.

"Gimana nuna?" Tanya Limario penasaran apa hasil akhir dari telfonnya dengan sang mantan suami.

"Dia ngajakin ketemu, dia bilang kalau misal nuna nggak mau rujuk, setidaknya Grizzly harus dia yang bawa" Jawab Alice yang membuat Limario terdiam mendengar hal tersebut.

"Ini lokasinya" Ujar Alice mengirimkan lokasinya pada Limario, Limario sontak mengirimkannya juga pada Jisoo dan Minho.

"Nanti, kalian jangan turun dulu. Bilang juga sama Jisoo" Ujar Alice yang membuat Seulgi menatap Limario meminta jawaban.

"Iya nuna" Ujar Limario karna tau Alice tak mungkin diam saja mengenai hal ini, apalagi sang mantan suami sudah berani menculik anggota keluarganya.

"Ini emang sepi ya?" Tanya Limario ketika melihat pelabuhan lama tersebut nampak lenggang.

Our StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang