🍒33

1.7K 97 8
                                        

"Udah siap kembali ke rumah?" tanya Jaehyun. Beomgyu hanya mengangguk kecil, tangannya masih erat menggenggam tangan Taeyong, sementara Jungkook berada di sisi lainnya.

Jungkook perlahan melepaskan tautan tangan mereka, diikuti oleh Taeyong yang memberi ruang untuk kedua orang itu.

"Mama dan Dada janji kan, nanti bakal nyusul?" tanya Beomgyu dengan suara lirih.

Jungkook tersenyum lembut mendengar ucapan putrinya. "Janji," balasnya sambil mengacungkan jari kelingking, yang segera disambut oleh Beomgyu.

"Kita nggak akan bohong, kok. Buktinya, sebagian barang adek masih di rumah. Nanti Mama dan Dada yang bawain," ujar Jungkook, meyakinkan putrinya.

Di sisi lain, Taehyung yang berdiri dekat Jaehyun melangkah mendekati Beomgyu.

"Sampai jumpa minggu depan, kesayangan Dada," ucapnya sembari mengecup lembut pucuk kepala Beomgyu.

Setelah memeluk Jungkook dan Taehyung, Beomgyu melangkah pergi dengan hati yang terasa ringan. Ada kebahagiaan yang menghangatkan dadanya, menyadari bahwa ia akan kembali ke rumah tempat ia tumbuh besar, rumah yang kini penuh cinta dan kehangatan, jauh lebih baik dari sebelumnya. Bahkan, impiannya kini telah terwujud.

Bukan, bukan berarti Beomgyu tidak bahagia bersama ayah kandungnya. Tentu saja ia bahagia. Jungkook dan Taehyung telah memberinya kasih sayang yang melimpah, lebih dari cukup untuk membuatnya merasa dicintai. Namun, kenangan bersama Jaehyun dan Taeyong tetap memiliki ruang istimewa di hatinya. Kenangan itu terlalu berharga untuk dilupakan.

  Beomgyu merasa Tuhan begitu baik padanya. Memberinya dua keluarga sekaligus adalah anugerah yang luar biasa, dan ia bersyukur untuk itu. Yang membuatnya semakin bahagia adalah kenyataan bahwa sebentar lagi mereka semua akan tinggal berdekatan. Tidak perlu lagi menempuh jarak jauh hanya untuk bertemu. Kini, kebahagiaan terasa lebih dekat dari sebelumnya.

Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, pesawat yang membawa Beomgyu akhirnya mendarat dengan mulus. Begitu keluar, ia menghirup udara dalam-dalam, seakan ingin menyerap seluruh kerinduannya yang menumpuk selama ini. Empat bulan bukanlah waktu yang terlalu lama, tetapi jauh dari tanah Ia dibesarkan membuat kerinduan Beomgyu pada negara tempat ia tumbuh terasa begitu mendalam.

"Gitu ya!. Sekarang Papa dicuekin,biasanya papa yang di tempelin, sekarang malah nempel terus sama Bubu," goda Jaehyun dengan nada main-main. Sedari tadi, Beomgyu memang terus menempel pada Taeyong, seolah enggan berjauhan.

Taeyeong hanya terkekeh mendengar ucapan itu, diikuti Beomgyu yang ikut tertawa kecil.

"Gak usah cemburu, kita lagi membuat kenangan baru," sahut Taeyong sambil tersenyum, suaranya terdengar ringan dalam tawa.

Jaehyun tersenyum bahagia, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya melihat kehangatan yang terpancar di antara istrinya dan Beomgyu. Ketegangan yang sempat ada seolah lenyap begitu saja, tergantikan suasana penuh kedekatan yang menghangatkan hati.

"Kajja... Pak Lee sudah datang," ujar Jaehyun tiba-tiba, sambil merangkul bahu Beomgyu yang masih bersandar manja pada Taeyong.

"Adek capek? Mau Papa gendong?" tanya Jaehyun lembut, menawarkan bantuan dengan senyum penuh kasih. Namun, Beomgyu hanya menggeleng kecil, membalas dengan senyuman yang cerah.

✿✿✿✿



Taeyong dan Beomgyu saling bertukar pandang, heran melihat rumah yang begitu sepi. Biasanya para maid berlalu-lalang dengan tugas mereka masing-masing, namun kali ini tak satu pun terlihat. Bahkan Anna dan Bibi Kim, yang biasanya memantau pekerjaan maid lainnya, juga tidak nampak. Ketiga putra Jaehyun pun tidak terlihat batang hidungnya. "Mungkin mereka sedang tidur," pikir Beomgyu mencoba menebak.

Jung BeomgyuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang