Saat ini, Beomgyu duduk di dalam mobil yang terparkir di depan sebuah restoran yang akan ia datangi. Ia mengenakan dress putih selutut dengan lengan berwarna pink, terlihat begitu anggun di tubuh mungilnya. Penampilannya memancarkan aura yang lembut namun tetap memikat.
Jeno, yang duduk di sampingnya, menatapnya dengan mata penuh kagum. Bahkan setelah memiliki seorang putra, pesona Beomgyu tetap tak pernah memudar. Baginya, istrinya itu adalah definisi keindahan yang tak tergantikan.
"Adek yakin mau masuk sendiri?" tanyanya pelan, mencoba meyakinkan istrinya.
Beomgyu mengangguk mantap, senyum ceria mengembang di wajahnya. "Eung!" jawabnya penuh semangat sambil menganggukkan kepala.
"Gak mau kakak temenin aja?" tanya Jeno lagi, masih ragu untuk membiarkan Beomgyu masuk sendirian.
Beomgyu menggeleng, tekadnya bulat. "Enggak. Adek mau masuk sendiri. Kakak tunggu di sini, nanti kalau adek mulai ngamuk, kakak baru boleh susul," ujarnya dengan nada percaya diri yang membuat Jeno tersenyum kecil.
"Emang bisa ngamuk, Sayang?" tanyanya menggoda.
"Bisa dong!" sahut Beomgyu mantap, sambil menatap suaminya.
"Yaudah, coba tunjukin ke Kakak gimana kalau Adek lagi ngamuk," ujar Jeno, kali ini dengan senyum jahil di bibirnya.
Beomgyu langsung mengerutkan dahi, mengembungkan pipinya, dan menyipitkan matanya, berusaha sekuat tenaga menampilkan wajah marah. Namun, bukannya terlihat garang, ekspresi itu justru membuat Jeno tak tahan untuk tertawa. Di matanya, Beomgyu bukan marah melainkan sangat lucu dan menggemaskan.
Jeno, yang tak kuasa menahan diri, mencubit pelan pipi Beomgyu. "Aduh, lucunyaaa... Istri siapa sih ini, hah?!" serunya dengan nada penuh sayang.
Beomgyu langsung menyengir, menampakkan deretan gigi putihnya. "Istri Jung Jeno," jawabnya dengan bangga, senyum manisnya tak pernah luntur.
"Arrghh... Serius, ini yang beberapa malam ini selalu godain Kakak? Kenapa imut begini sih? hm? Lagi pula kemana sisi binalmu kau sembunyikan saat ini sayang" ucap Jeno dengan nada menggoda, matanya berbinar.
Beomgyu yang mulai malu memukul dada Jeno pelan. "Diam, Kak... Jangan buat Adek jadi malu," ucapnya lirih, sembari menundukkan wajah, pipinya merona.
Melihat istrinya seperti itu, Jeno hanya terkekeh pelan. Baginya, Beomgyu adalah alasan ia merasa menjadi pria paling beruntung di dunia.
"Udah, ah. Adek masuk dulu, kasihan nanti dia keburu nunggu lama," ujar Beomgyu sambil membuka pintu mobilnya dengan gerakan penuh semangat.
Jeno menatapnya dengan serius, suaranya terdengar tegas tapi lembut. "Adek, jangan matikan telepon sedetik pun, ya. Ingat itu."
Beomgyu mengangguk patuh, senyum tipis terlukis di wajahnya. "Iya, Kak. Adek ngerti," balasnya sebelum melangkah keluar, meninggalkan aroma manis kepercayaan di udara.
Mata Beomgyu bergerak cepat, mencari sosok yang ia tuju. Pandangannya berhenti di sudut ruangan, tepat di bawah jendela yang diterpa sinar matahari. Di sana, ia melihat sosok yang telah ia cari. Tanpa ragu, Beomgyu segera melangkah menghampirinya.
"Sudah menunggu lama, Kak?" ucap Beomgyu dengan senyum yang tampak santai, membuat orang itu terkejut dan melongo, seakan tak percaya.
"B-Beomgyu... Sedang apa kau di sini?" suara orang itu terdengar sedikit tergagap, namun ia segera berusaha menenangkan diri, berusaha terlihat tenang.
"Menemuimu, tentu saja," jawab Beomgyu dengan nada santai, sambil menarik kursi dan duduk di hadapannya, seolah-olah semuanya memang sudah direncanakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jung Beomgyu
Fanfiction✿꙳Completed꙳✿ Kamu tau apa yang aku inginkan? Sederhana saja Kebahagiaan hanya itu saja tidak lebih Warning!! GS area!! Mohon pertimbangkan sebelum membaca Terimakasih.
