🍒36

1.8K 83 9
                                        

 

  udara dingin pagi masih menyelimuti kediaman keluarga Jung. Matahari baru saja merangkak naik, sinarnya yang hangat menembus celah-celah tirai di ruang tamu, menciptakan pola-pola cahaya lembut di lantai. Aroma teh hangat bercampur manisnya kue kering buatan Taeyong beberapa hari lalu, memenuhi ruangan, memberikan kenyamanan tersendiri bagi siapa pun yang duduk di sana.

Di salah satu sofa, Taehyung dan Jaehyun terlibat dalam obrolan santai. Suara tawa kecil mereka terdengar sesekali, seolah memecah keheningan pagi yang masih terlalu tenang. Taehyung, dengan senyum khasnya, sesekali melirik Jungkook yang duduk di sebelahnya. Namun, Jungkook terlihat lebih sibuk mengamati ruangan, matanya terus mencari sesuatu atau lebih tepatnya seseorang.

"Eonni, adek masih tidur, ya?" Jungkook bertanya, suaranya terdengar sedikit ragu. Matanya menatap Taeyong yang berdiri di dekat meja, menuangkan teh ke dalam cangkir kedua.

Taeyong mengangkat wajah, lalu tersenyum kecil. "Iya," jawabnya singkat, sambil menaruh teko teh di meja. Dia lalu menatap Jungkook lebih dalam, seolah tau apa yang diinginkan wanita itu. "Mau ke kamarnya?" tanyanya dengan nada lembut.

Jungkook langsung mengangguk tanpa ragu. Taeyong tersenyum lagi, kali ini lebih lebar. Kepekaannya tak pernah salah. "Ayo, aku antar," tambahnya, melangkah pelan menuju tangga.

Sementara itu, suasana di lantai atas masih sunyi. Anak-anak Jung tampaknya masih terlelap, enggan beranjak dari kehangatan selimut mereka. Hanya suara langkah Taeyong dan Jungkook yang terdengar di lorong menuju kamar Beomgyu, menambah keheningan pagi yang dingin dengan rasa harap yang menghangatkan hati.

Sesampainya di depan pintu kamar Beomgyu, Taeyong membuka pintu itu perlahan, sangat hati-hati, tidak ingin membangunkan penghuni di dalamnya. Udara dingin pagi bercampur aroma khas kamar yang masih tenang, hanya suara napas teratur yang mengisi keheningan.

Namun, baru saja Taeyong menongolkan kepalanya ke dalam, matanya langsung membulat lebar. Pemandangan di depannya membuat langkahnya terhenti seketika. Beomgyu, yang masih terlelap, tampak tidur di samping Jeno. Kepala Beomgyu berbantalkan lengan Jeno, sementara tangan Jeno melingkar di pinggang Beomgyu, keduanya saling berhadapan, seolah dunia mereka hanya milik berdua.

Taeyong menoleh pelan ke arah Jungkook yang berdiri di belakangnya, senyum cerah mengembang di wajahnya. "Ada apa, Eonni?" tanya Jungkook bingung, melihat ekspresi Taeyong yang terlihat terlalu bahagia untuk ukuran pagi ini.

Alih-alih menjawab, Taeyong hanya mengisyaratkan dengan kepalanya agar Jungkook melihat sendiri.

Dengan penuh rasa ingin tahu, Jungkook melangkah maju, mengintip ke dalam kamar. Begitu matanya menangkap pemandangan yang sama, senyum lebar segera menghiasi wajahnya. "Ah, mereka manis sekali," gumam Jungkook, nyaris berbisik, khawatir membangunkan dua sosok yang tampak begitu damai.

Tidak ingin momen itu berlalu begitu saja, Jungkook segera mengeluarkan ponselnya, sibuk memotret adegan tersebut dari berbagai sudut. Klik-klik suara kamera terdengar samar, sementara Taeyong hanya tersenyum lembut di sampingnya, merasa sedikit geli melihat antusiasme Jungkook.

Pagi itu, kehangatan memenuhi hati mereka, membalut dinginnya udara yang menyelimuti rumah.

Setelah puas menyaksikan pemandangan di kamar Beomgyu, Taeyong dan Jungkook saling bertukar pandang, senyum mereka tak pernah surut. Dengan langkah hati-hati, mereka memutuskan untuk kembali ke ruang tamu, tidak ingin membangunkan dua sosok yang masih terlelap dalam kehangatan satu sama lain.

Jung BeomgyuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang