Setibanya haechan di rumah utama, Beomgyu segera diseret oleh Haechan menuju kamar lama Mark, tentu saja dengan Sion yang masih berada di dekapan Beomgyu.
"Adek bantu kakak ya sayang?" ucap Haechan lembut, wajahnya penuh perhatian.
Beomgyu mengangguk mengiyakan, meski dalam hatinya ada kebingungan. "Kakak hamil, dek... Dan baru adek yang tau," ujar Haechan dengan senyum manisnya, sambil menatap Beomgyu penuh harap.
Beomgyu menatap Haechan dengan mata berbinar, lalu terisak penuh kebahagiaan. "Kak Echan... Selamat, adek turut bahagia, hiks..." ucap Beomgyu, air matanya tak terbendung. Ia sangat bahagia mendengar kabar ini. Beomgyu tau betul betapa besar keinginan Haechan untuk memiliki anak, dan akhirnya keinginan itu terwujud.
"Jangan nangis sayang... Kau membuatku ingin menangis juga," ucap Haechan dengan cemberut, sambil menyeka matanya sendiri yang hampir berlinang air mata.
Tak lama kemudian, terdengar tawa riang dari Sion, yang membuat keduanya tertawa bersama. Suasana penuh kehangatan dan kebahagiaan yang sederhana namun penuh makna.
Setelah mereka menata meja makan dengan penuh perhatian, Beomgyu dan Haechan merasa puas dengan hasil kerjanya. Mereka sengaja tidak melibatkan Taeyong dalam persiapan ini, dengan alasan supaya kejutan tetap terjaga. Taeyong pun mengerti dan tidak banyak bertanya, meskipun sedikit penasaran.
Ketika semua keluarga berkumpul di meja makan, pandangan mereka langsung terarah pada kotak kecil yang terletak di tengah meja. Sungchan, yang paling penasaran, langsung membuka kotak itu dengan cepat. "Ini apaan?" tanyanya, bingung, sambil mengambil sebuah kertas dari dalam kotak.
"Kenapa, Chan?" tanya Jeno, ikut penasaran. Semua mata pun beralih ke Sungchan.
"Disini tertuliskan, 'Lihat di bawah piring kalian, ada kejutan besar'," jawab Sungchan mantap, membuat semua orang mengangkat piring mereka. Di bawah setiap piring terdapat kertas kecil yang dibungkus rapi.
Semua orang membuka perlahan kertas di tangan mereka, namun Beomgyu menghentikan mereka dengan cepat. "Siapa yang nyuruh buka? Bukanya satu-satu!" ujarnya, berpura-pura marah, meskipun yang lain justru tertawa gemas melihat tingkahnya.
"Giliran Papa dulu," kata Haechan, sambil tersenyum.
Jaehyun membuka kertasnya perlahan dan membaca isinya, "Halo grandpa! Saat ini aku berada di perut mama" Semua orang terdiam sejenak, bingung dengan pesan tersebut.
Disusul taeyong yang dengan perlahan membuka lipatan kertas di genggamannya "halo bubu... Ini aegy calon cucu kedua bubu" taeyong menatap bingung pada kedua menantunya yang tengah terkekeh melihat kebingungan keluarga lainnya.
Selanjutnya, Sungchan membaca kertasnya dengan mata berbinar, "daddy Uchan, setelah aku lahir, kau harus menemani aku juga," ujarnya dengan suara penuh semangat.
Jangan heran mengapa sungchan di panggil daddy, karena ini keinginannya sendiri bahkan dia memaksa sion untuk memanggilnya daddy, lebih karen katanya.
Kini giliran Jeno. Hatinya sedikit gugup karena ia sudah bisa menebak ke mana arah permainan ini. Namun, setelah membaca kertas itu, Jeno sedikit tersenyum lega. "Ayah Jeno, nanti kau harus sering mengunjungiku, bersama kak sion janji.." tulis kertas itu.
Ah Jeno sangat lega tadinya ia berpikir beomgyu yang menjadi pemeran utama permainan ini, pikirannya melayang Sion masih terlalu kecil dan yang paling berat jika dia harus berpuasa menyentuh istrinya 'oh Tuhan jangan dulu' gumamnya dalam hati, namun sepertinya kali ini bukan dirinya yang harus berpuasa. Jeno langsung melirik ke arah Mark.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jung Beomgyu
Fanfiction✿꙳Completed꙳✿ Kamu tau apa yang aku inginkan? Sederhana saja Kebahagiaan hanya itu saja tidak lebih Warning!! GS area!! Mohon pertimbangkan sebelum membaca Terimakasih.
