🍒73

1K 53 12
                                        


Maaf ya kalau part ini agak panjang, tapi aku harap kalian tetap menikmati bacanya. Semoga kalian nggak bosen, ya! Terima kasih udah terus ngikutin ceritanya.















"Jung Jaehyun," ucap Chanyeol dengan nada penuh penekanan, matanya yang tajam menatap lurus ke arah pria di depannya. "Aku terkesan. Menantuku sangat pandai memilih orang tua asuh sepertimu."

Jaehyun tidak gentar. Sorot matanya dingin, bibirnya mengulas senyum tipis penuh intimidasi. "Terima kasih, Tuan Chanyeol. Tapi maaf, saat ini bukan waktu yang tepat untuk perkenalan formal," balas Jaehyun, suaranya datar namun tajam.

Chanyeol tertawa kecil, santai seolah tidak ada ketegangan di ruangan itu. Ia kembali menyesap wine dari gelasnya. "Ah, kalian ini. Buru-buru sekali," gumamnya, lalu menggeser pandangan pada Bang Chan yang berdiri di sisinya.

Bang Chan, yang paham kode dari bosnya, segera mengambil sebuah tablet dan menyerahkannya pada Chanyeol. Dengan tenang, Chanyeol meletakkan tablet itu di atas meja, lalu mendorongnya sedikit agar para tamunya dapat melihat layar.

Di layar tersebut, terputar rekaman CCTV dari luar mansion. Pemandangan itu membuat darah mereka mendidih banyak anggota polisi dan anak buah Jaehyun yang tergeletak tak bernyawa di tanah. Namjoon dan beberapa personelnya masih berdiri, tetapi jelas sekali mereka kelelahan.

Jaehyun, Taehyung, Mark, Sungchan, dan Soobin menatap layar itu dengan penuh amarah. Nafas mereka memburu, dan tangan mereka mengepal erat. Namun, sebelum mereka sempat melampiaskan kemarahan, Chanyeol kembali menggeser layar tablet itu, kali ini memperlihatkan rekaman lain.

Wajah Beomgyu muncul di layar. Wanita muda itu terlihat sedang menggedor pintu dengan keras, wajahnya penuh keringat dan ketakutan. "Buka pintu! Tolong aku!" suara Beomgyu terdengar samar dari rekaman tersebut.

"Beomgyu!" teriak Mark, ekspresi terkejutnya bercampur kemarahan.

Emosi Taehyung langsung meledak. Ia melesat maju tanpa aba-aba, tinjunya siap menghantam wajah ayahnya. Namun, Bang Chan sigap menghentikan serangan itu. Dengan kasar, ia menepis Taehyung hingga pria itu terhuyung mundur.

Bug!

Namun, di saat Bang Chan kehilangan fokus, Sungchan melihat celah. Tanpa ragu, ia melesat ke depan, menghantam rahang Bang Chan dengan tinju kerasnya. Bang Chan jatuh ke belakang, rahangnya berdarah.

"Kau akan menyesalinya, bocah," desis Bang Chan, sebelum kembali berdiri dengan penuh amarah.

Suasana langsung menjadi kacau. Anak buah Chanyeol, yang sebelumnya bersembunyi, mulai bermunculan dan menyerang mereka dengan brutal. Perkelahian pun tidak bisa dihindari.

Mark, Sungchan dan Soobin, meski terlatih, mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Wajah mereka lebam, namun mereka tetap bertahan dengan gigih. Sementara itu, Jaehyun dan Taehyung terus berusaha melindungi mereka, meskipun serangan demi serangan terus berdatangan.

Di tengah kekacauan itu, Soobin berhasil mendekat ke arah Chanyeol. Nafasnya terengah, wajahnya penuh luka. "Harabeoji... tolong hentikan semua ini," pintanya dengan suara yang terputus-putus.

Chanyeol memandang cucunya dengan senyum puas. "Kau tahu betul, bukan, apa yang harabeoji inginkan?" tanyanya dingin.

Soobin terdiam, lalu mengangguk pelan.

Melihat anggukan itu, Chanyeol tersenyum lebih lebar. Ia berdiri dengan penuh wibawa, lalu berteriak, "Semua berhenti!"

Seolah sihir, anak buah Chanyeol langsung menghentikan serangan mereka. Mereka mematuhi perintah tuannya tanpa ragu.

Jung BeomgyuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang