Kali ini, alur ceritanya akan maju-mundur.
Catatan: Kata-kata yang dicetak miring mengacu pada masa lalu, ya, guys!
Ini agak panjang, semoga kalian tidak bosan bacanya
❁❁❁❁❁❁❁
Jungkook membawa Taeyong ke taman di belakang rumahnya, lalu mengajak duduk di bangku yang ada di sana.
"Aku akan menjelaskan semuanya padamu, tapi tolong, jangan menangis lagi. Kau sudah cukup banyak menangis hari ini, eonni. Aku tak ingin kau sakit setelah ini, dan Beomgyu akan sangat sedih jika melihatmu seperti itu," ujar Jungkook dengan senyuman lembut, mencoba menenangkan.
Taeyong hanya mengangguk, sedikit terkekeh. "Akan aku usahakan," jawabnya, berusaha tegar meski perasaan tak mudah disembunyikan.
"Kau tahu, kan, persahabatanku dengan suamimu, Eunwoo, Minggu, dan Thaya sejak SMA?" tanya Jungkook, matanya menatap Taeyong untuk memastikan ia mengingatnya.
Taeyong mengangguk pelan, mengiyakan apa yang baru saja diucapkan Jungkook.
Jungkook duduk dengan tenang di bangku taman, matanya sedikit kosong, seolah sedang mencoba mengingat kenangan lama yang sudah lama terkubur. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba meresapi setiap detail yang muncul di ingatannya.
"Lihat perangko dan amplopnya sudah datang," ucap Eunwoo sembari menyenggol lengan Mingyu pelan. Jungkook yang menyaksikan tingkah dua sahabatnya hanya terkekeh.
Sudah menjadi kebiasaan bagi mereka, jika memiliki waktu kosong yang sama, mereka akan berkumpul di taman.
"Nempel terus pacaran kagak?" sindir Mingyu, yang dibalas delikan tajam dari Thaya dan diiringi tawa dari yang lainnya.
Jaehyun, Thaya, Jungkook, Eunwoo, dan Mingyu adalah teman sejak SMA hingga satu universitas, meski mereka berbeda fakultas. Jaehyun dan Thaya mengambil jurusan Bisnis, sementara Eunwoo dan Mingyu di Kedokteran, dan Jungkook di Desain.
Thaya seharusnya menjadi senior mereka berempat, tetapi ia telat masuk SMA karena harus istirahat total selama setahun akibat sakit. Keadaan itu membuatnya berakhir berteman dengan empat orang ajaib ini.
Jika kalian bertanya di mana Taeyong maka jawabannya Taeyong, berbeda universitas dengan mereka. Sejak SMA, Taeyong tidak mau satu sekolah dengan Thaya.
"Kau tahu kan, Tae, kalau Jaehyun dan Thaya memiliki hubungan yang sangat dekat?" ucap Jungkook, yang dibalas anggukan dari Taeyong.
Taeyong tahu betul seberapa dekat keduanya saat it , bahkan dia bisa merasakannya. Taeyong yakin, meskipun mereka belum mengatakannya, mereka saling menyukai.
Taeyong ingat dengan jelas saat pertama kali Jaehyun datang ke rumahnya untuk menjemput Thaya yang saat itu sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.
Thaya berjalan keluar, teleponnya menempel di telinga, wajahnya terlihat kesal.
"Sudah ku katakan padamu, tidak perlu menjemputku!" ucap Thaya dengan nada marah, sambil membuka pintu dengan kasar. Di depannya berdiri seorang pemuda dengan setelan kasual, tersenyum lebar dan telepon masih menempel di telinganya.
"Aku sudah di hadapanmu, jadi jangan banyak omong," jawab Jaehyun santai, sambil mengusap rambut Thaya dengan akrab.
"Masalahnya, aku belum siap-siap, Jung Jaehyun!" Thaya sedikit berteriak, namun hanya dibalas dengan tawa Jaehyun yang ceria. Tanpa banyak bicara, Jaehyun pun melangkah masuk dan menuju ruang tamu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jung Beomgyu
Hayran Kurgu✿꙳Completed꙳✿ Kamu tau apa yang aku inginkan? Sederhana saja Kebahagiaan hanya itu saja tidak lebih Warning!! GS area!! Mohon pertimbangkan sebelum membaca Terimakasih.
