Hallo....
Good morning everyone 😚
Happy weekend guys🧡
⁑
Beomgyu mendorong troli dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya sibuk memilih buah segar. Di sebelahnya, Jeno berjalan santai sambil menggendong Sion yang tertidur pulas di dadanya. Penampilannya mencuri perhatian celana jeans pudar yang membingkai tubuh tegapnya dipadukan dengan kaos singlet hitam yang memperlihatkan lengan kekarnya. Tanpa aba-aba, ia memutar sedikit kepala, tersenyum ke arah Beomgyu yang sibuk.
Di sisi lain, Beomgyu tak kalah mencuri perhatian. Celana jeansnya berpadu sempurna dengan kemeja hitam berlengan panjang yang hanya sedikit memperlihatkan lekukan pinggangnya. Meski tak direncanakan, gaya mereka terlihat serasi, seperti pasangan yang baru saja keluar dari majalah mode.
“Udah, Adek bilang dari rumah, ganti baju! Ganti baju! Tapi Kakak badung sih, lihat tuh,” gerutunya pelan sambil melirik ke arah beberapa wanita yang mencuri pandang ke Jeno. “Bahkan ibu-ibu itu natap Kakak kayak mau makan hidup-hidup.”
Beomgyu mendengar gumaman kecil dari salah satu wanita. “Lihat deh, udah ganteng, badannya juga aduh.... makin seksi pas lagi gendong anak,” ucapnya sambil berbisik ke temannya. Wajah Beomgyu langsung memerah, bukan karena malu, melainkan karena geram. Tangannya berhenti memilih buah dan matanya menatap tajam ke arah Jeno.
Tapi Jeno? Bukannya merasa canggung, ia malah terkekeh pelan, seolah menikmati situasi ini.
“Denger kan?” Beomgyu mendelik tajam sambil menunjuk ke arah kumpulan wanita itu. “Lain kali, Adek nggak mau keluar kalau Kakak cuma pakai singlet!” katanya sambil cemberut, bibirnya mengerucut sempurna seperti anak kecil yang ngambek.
Jeno tersenyum penuh arti, langkahnya terhenti. Tanpa aba-aba, ia menundukkan kepalanya sedikit, mencuri satu kecupan cepat di bibir Beomgyu. “Bawel,” gumamnya lembut, nadanya penuh kasih. “Biarin aja mereka lihat. Yang penting Kakak cuma mau natapnya ke Adek.”
Mata Beomgyu melebar, pipinya langsung merona. Sementara itu, Jeno mengusap lembut pucuk kepala Beomgyu, seolah ingin menenangkannya.
“Kakak... Ini tempat umum, tau! Adek malu,” bisiknya lirih, tangannya buru-buru menepuk pelan dada Jeno tak ingin membuat putranya terganggu.
“Biarin,” balas Jeno santai, matanya menatap Beomgyu dengan penuh ketulusan. “Biar semua orang tau kalau Kakak cuma punya adek.”
Beomgyu terdiam sejenak, menggigit bibir bawahnya menahan senyum malu. Tangannya kembali mendorong troli, tapi kali ini sedikit lebih cepat, berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah. Di sebelahnya, Jeno hanya tertawa kecil, puas melihat reaksi manis dari istrinya.
Bahkan reaksi gemas antara Beomgyu dan Jeno tak luput dari perhatian pengunjung lain. Pekikan manja terdengar dari arah beberapa remaja yang menonton interaksi mereka. “Duh, couple goals banget! Gemesin!” salah satu dari mereka berkomentar, membuat Beomgyu semakin malu.
Namun, di tengah-tengah euforia itu, suasana mendadak berubah saat seorang pria tiba-tiba muncul di sebelah mereka.
“Halo, Beomgyu. Kita bertemu lagi,” ucap pria itu dengan nada tenang tapi penuh arti.
Beomgyu menoleh, dan seketika itu juga ekspresinya berubah tak nyaman. Dia mengenali pria itu. Pandangannya menyiratkan kebingungan dan kewaspadaan. “Ini sudah kebetulan yang keberapa kali, ya?” tanyanya dengan senyum canggung yang dipaksakan.
Jeno, yang semula sibuk menenangkan Sion di pelukannya, langsung menyadari keberadaan pria itu. Wajahnya mengeras. Dia tahu siapa pria ini orang yang pernah ia lihat di video yang dikirimkan Karina beberapa waktu lalu. Tanpa banyak kata, Jeno melangkah maju, berdiri di antara Beomgyu dan pria itu, memasang tubuhnya sebagai perisai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jung Beomgyu
Fanfiction✿꙳Completed꙳✿ Kamu tau apa yang aku inginkan? Sederhana saja Kebahagiaan hanya itu saja tidak lebih Warning!! GS area!! Mohon pertimbangkan sebelum membaca Terimakasih.
