Beomgyu kembali kerumah setelah diizinkan oleh Eunwoo, tentu dengan segudang ini itu dokter kesayangannya itu. langkahnya ringan namun hatinya masih dipenuhi rasa penasaran yang tak terbendung. Sepanjang perjalanan pulang, ia tak henti-hentinya bertanya tentang putranya, selalu ingin tahu lebih banyak tentang sang bayi yang baru saja lahir ke dunia. "Kakak... Aegy lebih mirip aku, kan?" tanyanya, menatap Jeno dengan penuh keyakinan, seakan ia sudah membayangkan wajah kecil itu serupa dengan dirinya.
Jeno terkekeh, sedikit gemas melihat keinginan Beomgyu yang begitu kuat. "Sudah kakak bilang, dia akan lebih mirip kakak," jawabnya dengan senyum lembut. Namun Beomgyu mencemberut, masih merasa ragu.
"Kakak bohong kan?" tanya Beomgyu, suaranya penuh keraguan namun juga harapan, seolah ingin memastikan segala yang terjadi benar-benar sesuai dengan keinginannya.
Jeno hanya tertawa kecil, hati Jeno terasa hangat melihat ketulusan Beomgyu yang tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya sebagai seorang ibu baru. "Ah, iya, iya, dia lebih mirip kamu, sayang," jawab Jeno, dengan suara lembut yang penuh kasih. Tentu saja ia berbohong akan hal itu, bahkan siapapun yang melihat sion akan mengatakan bahwa putranya lebih mirip dirinya dari pada ibunya.
Beomgyu mendengus puas, meski tetap ada sedikit keraguan di mata manisnya. "Kakak, sudah beri nama dia kan?" tanyanya lagi, suaranya kini terdengar lebih lembut, namun penuh dengan antusiasme. Seakan ingin memastikan bahwa segala hal sudah dilakukan dengan sempurna untuk putra kecil mereka.
Jeno menatap Beomgyu dengan penuh rasa bangga dan cinta. "Sudah, sayang. Namanya Sion. Jung Sion," jawabnya dengan penuh kebanggaan, menyebutkan nama itu dengan nada yang penuh arti.
Beomgyu tersenyum manis, senyuman yang terukir dengan tulus meski masih lemah. "Nama yang bagus..." ucapnya pelan, begitu lembut seolah nama itu sudah menyatu dengan hatinya.
Kedua tangan mereka saling berpegangan, dan dalam keheningan itu, dunia mereka seakan berhenti sejenak, mengingatkan mereka bahwa segala yang mereka lakukan adalah untuk keluarga kecil mereka yang baru saja terbentuk, penuh harapan dan cinta.
Sesampainya di rumah, seluruh keluarga, baik dari pihak Jung maupun Kim, menyambut Beomgyu dengan penuh kebahagiaan. Senyum lebar terukir di wajah Beomgyu saat melihat betapa antusiasnya keluarga menyambutnya, namun tak lama pandangannya beralih pada Haechan yang tengah menggendong bayi mereka. Matanya langsung berbinar, senyumnya semakin cerah.
Jungkook yang menyadari arah pandang Beomgyu segera mendekatinya dan membimbingnya duduk di sofa. Haechan dengan hati-hati menyerahkan bayi yang ia gendong ke dalam pelukan Beomgyu.
Beomgyu menatap bayinya dengan penuh kekaguman, senyumnya tak pernah pudar. Ia mencium berkali-kali pipi mungil putranya, rasanya seperti tak ada yang lebih indah di dunia. "Putraku sangat tampan," ucap Beomgyu dengan suara lembut, diiringi anggukan penuh kebahagiaan dari keluarga yang ada di sekitar mereka.
Namun, tiba-tiba Beomgyu berkata dengan nada yang sedikit berbeda, "Tapi ini terasa tidak adil untukku," ucapnya sambil memandangi wajah bayinya dengan tatapan serius, membuat suasana menjadi lebih tegang. "Aku yang mengandungnya, aku yang membawanya, tapi kenapa dia malah lebih mirip Kak Jeno?" Beomgyu mencebikkan bibirnya, seolah sedikit kecewa. Meskipun sebenarnya ia hanya bermain-main, sedikit bercanda di antara mereka. Beomgyu merasa bersyukur bayi mereka lahir dengan sempurna, tetapi candanya itu tak bisa dipungkiri membuat suasana menjadi lebih intens.
Semua yang mendengar ucapan Beomgyu segera terkekeh, suasana yang semula tegang pun berubah hangat kembali. Soobin yang melihat ekspresi Beomgyu mencoba memberikan pengertian, "Itu artinya cintanya Jeno begitu besar, dek," ucap Soobin dengan lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jung Beomgyu
Fanfiction✿꙳Completed꙳✿ Kamu tau apa yang aku inginkan? Sederhana saja Kebahagiaan hanya itu saja tidak lebih Warning!! GS area!! Mohon pertimbangkan sebelum membaca Terimakasih.
