🍒47

1.4K 64 15
                                        


Mall itu penuh sesak dengan pengunjung, suasana hiruk-pikuk khas akhir pekan terasa di setiap sudut. Lampu-lampu terang menghiasi etalase toko, memantulkan kilauan di lantai marmer yang licin. Aroma wangi roti panggang dari sebuah toko kue di lantai bawah bercampur dengan aroma parfum mahal yang melintas dari para pengunjung.

Di tengah keramaian itu, empat anak muda tampak berjalan santai namun mencolok. Beomgyu dan Jeno berada di depan, bergandengan tangan sembari sesekali saling mencubit pipi dengan canda. Di belakang mereka, Yeonjun dan Soobin mengikuti dengan sikap yang lebih tenang, meskipun tangan mereka juga saling menggenggam erat. Tawa kecil Yeonjun mengiringi langkah mereka, sementara Soobin sesekali melirik ke arah kiri dan kanan, mengamati sekitarnya.

Perjalanan mereka terhenti di sebuah stan pakaian bayi yang ramai pengunjung. Rak-rak kecil dipenuhi pakaian mungil dengan warna pastel. Jeno dan Beomgyu tampak bingung di tengah deretan baju bayi, menatap label harga seperti membaca teka-teki. Sementara itu, Yeonjun dan Soobin sudah sibuk sendiri, memilih pakaian bayi dengan antusias. Mereka membandingkan warna dan motif, sesekali tersenyum geli melihat desain lucu yang terpampang di rak.

"Baju ini, lucu banget, kan? Buat babynya beomgyu nanti" ujar soobin sambil mengangkat jumpsuit bayi berwarna kuning dengan motif lebah kecil.

"Lucu sih, tapi kayaknya yang ini lebih keren," balas yeonjun, menunjukkan baju bertuliskan "Future Rock Star" dengan warna hitam.

Di sudut lain, Beomgyu menghela napas panjang, "kak, Adek nggak ngerti kenapa mereka lebih heboh dari pada kita."

Jeno terkekeh, meraih tangan Beomgyu, "Nggak apa-apa, seru juga kan lihat mereka berdebat"

Beomgyu memutar bola matanya, tapi sudut bibirnya tak bisa menahan senyum. Mereka berempat mungkin hanya berjalan-jalan di mall, tapi suasana riang dan canda tawa di antara mereka menjadi penghangat di tengah dinginnya pendingin ruangan.

Setelah membayar belanjaan, mereka berjalan tergesa-gesa menuju restoran yang sudah direncanakan. Soobin terlihat kewalahan membawa kantong-kantong belanjaan yang sebagian besar milik Yeonjun dan calon keponakannya, sementara Jeno hanya membawa satu paper bag kecil berisi sepatu bayi.

Namun, langkah mereka mendadak terhenti ketika Yeonjun menarik Beomgyu dengan paksa ke salah satu stan pakaian wanita. "Kalian tunggu di sini. Ini urusan wanita, kalian nggak perlu ikut," ucap Yeonjun dengan nada tegas, menahan Soobin dan Jeno yang hendak menyusul. Tanpa banyak protes, keduanya hanya bisa menghela napas panjang dan duduk di bangku depan toko, menunggu dengan pasrah.

Di dalam stan, Yeonjun mengamati rak pakaian dengan penuh semangat, matanya berbinar-binar saat menemukan sesuatu yang menarik. Ia meraih sebuah dress pendek dengan bahan yang sedikit transparan, lalu menempelkan pakaian itu ke badan Beomgyu. "Lihat, Gyu. Ini pasti bakal cocok banget dibadanmu," katanya dengan senyum penuh kepuasan.

Beomgyu mengernyit, wajahnya memancarkan kebingungan sekaligus rasa malu. "Kak... ini baju buat apa? Bukannya ini terlalu terbuka?" tanyanya dengan suara pelan, seolah takut mendapat jawaban yang tidak diinginkan.

Yeonjun hanya memutar bola matanya, lalu menepuk keningnya dengan dramatis. "Astaga, Beomgyu. Kau ini polos sekali. Kadang aku lupa kamu sudah bukan anak kecil lagi," ucapnya sambil terkikik geli.

Yeonjun mendekatkan wajahnya ke telinga Beomgyu, lalu berbisik dengan nada penuh godaan, "pakai baju ini di depan Jeno, aku jamin dia bakal kesetanan di atas ranjangmu."

Beomgyu tertegun ucapan itu langsung membuat wajahnya merona hebat, rasa panas menjalar hingga ke telinganya. Ia buru-buru mengalihkan pandangannya. Tapi matanya tak sengaja melirik baju transparan yang masih di pegang yeonjun.

Jung BeomgyuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang