5 - Sakit

20.2K 961 49
                                        

"Sudah berapa kali saya bilang, saya nggak suka ada murid yang tidur di jam pelajaran saya!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sudah berapa kali saya bilang, saya nggak suka ada murid yang tidur di jam pelajaran saya!"

Alvi mendengus, ini ketiga kalinya Pak Reto--guru matematika khusus kelas IPS-- berkata seperti itu. Ia menggaruk tengkuk kepalanya kemudian melirik pada Danu seolah-olah berkata lewat mata kabur-aja-yuk?-gue-bosen-denger-dia-ngomel.

Namun di balas oleh Danu dengan tatapan gue-bakal-bunuh-lo-setan.

Tatapan Danu membuat Alvi kontan tertawa, itu semakin memancing darah Pak Reto mendidih karena merasa Alvi sedang menertawakannya. Mendapat tatapan tajam dari Pak Reto membuat Alvi kembali menunduk dengan tangan di belakang punggung.

Alvi benar-benar tidak peduli pada apa yang akan Pak Reto berikan, tidak ada bedanya diberikan hukuman atau tidak oleh Pak Reto. Lagipula, tidak akan ia indahkan hukuman tersebut.

"Pak, tadi saya mau izin ke UKS buat tidur. Tapi bapak sendiri yang bilang nggak boleh. Terus salah saya apa, pak?" Alvi buka suara, sekalinya buka suara langsung membuat Danu ingin segera membunuhnya.

Alvi yang tidur, Danu pula yang terkena imbasnya. Padahal niat Danu baik membangunkan Alvi yang tidur, kebetulan Alvi memang duduk di sebelahnya--well... setiap dua minggu sekali kelas 11 IPS 1 duduknya di rolling, dan sialnya Danu mendapat tempat duduk di sebelah Alvi. Dan mungkin terlalu berisik, Pak Reto turut mengikutsertakan Danu sebagai tersangka.

Pak Reto menggeram tapi berusaha menyabarkan diri, "Saya nggak mau tau, kalian harus mengerjakan tugas ini dan dikumpulkan besok pagi sebelum saya datang!" ia menyodorkan buku matematika yang super tebal, lalu menunjuk satu sampai dua puluh dari lima puluh soal matematika.

Matematika, melihatnya saja kepala rasa ingin meledak.

"Tapi pak-"

"Siap pak!" Alvi menyela sebelum Danu sempat protes, ia mengelurakan ponsel dan memotret soal-soal tersebut. Danu semakin kesal di buat Alvi, kalau yang di kasih soal sejarah tidak masalah, ini matematika. "Kami permisi ya, pak."

Danu mengacak rambutnya kesal setelah keluar dari ruang guru, "Ngapain aja sih lo semalem? Coli sampe pagi?!" dumelnya berapi-api.

"Apa itu coli?"

"Halah, bangsat." umpat Danu, "Gara-gara lo gue kena imbasnya. Udah tau hari ini pelajaran Pak Reto, tahan kek apa kek, malah tidur dari sebelum bel masuk. Kerajaan lo apaan semaleman Bang Alvi?" ujar Danu penuh emosi.

"Udah deh, Nu. Lebay banget, laki apa laki?" ucap Alvi masih bisa-bisanya seperti tidak ada beban.

Danu melengos, untung teman, kalau bukan sudah dari dulu ia membunuh atau menyatet Alvi hidup-hidup.

Hello A : Alvino & AlulaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang