Awalnya, Alvino tidak mengenal Alula.
Awalnya, Alula tidak ingin mengenal Alvino.
Namun pada akhirnya, awalan tersebut berubah ketika Alvino dan Alula dipertemukan pada insiden kecil di kantin sekolah.
#94 in TeenFiction [28/10/18]
#2 in FiksiRema...
Yang baca tolong komen dong, siapa tau masih ada yang mampir ke lapak ini ^.^
***
Oh iya, selain itu, mau ngasih tau kalo di workku ada cerita baru, judulnya Dia Gerlang, udah masuk chapter lima nih.
Mampir ya, ya, yaaa? Siapa tau mau masukin ke library hehe. Jangan lupa vote dan komennya juga *ditendang*
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sinopsis:
Dia Gerlang,
Anak kelas sebelas IPS satu. Kelas yang dijuluki dangerous oleh guru-guru, mereka menyebutnya Kandang Spesies Berbahaya, karena katanya semua anak bermasalah diangkatan kelas sebelas berada dikelas itu.
Padahal, selama kelas sepuluh Gerlang tidak pernah terlibat tawuran, tidak suka mencari keributan--kalau diajak, ayo-ayo aja--, tidak pernah merokok, juga tidak pernah macam-macam di sekolah, nyaris tidak pernah masuk ruang BK walaupun sering telat datang sekolah. Dia sering bertanya-tanya, mengapa cowok sekeren dan seganteng dirinya masuk ke kelas ini?
Kata mereka Gerlang... buaya.
Buaya termasuk spesies berbahaya, kan?
Iya, Gerlang itu buaya, mangsanya dimana-mana. Namun siapa sangka, untuk menjinakan mangsa kali ini dia harus berusaha lebih extra, kali ini mangsanya tidak cukup mudah, karena disamping Gelta ada mantan kapten basket sekolah.
-----------
Jangan lupa mampir. Ditunggu vote dan komennya🖤🖤
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.