30 - Malam minggu

8.3K 593 21
                                        

A: Perjanjian pertama, setiap malam minggu lo harus sama gue.

Lula membaca satu pesan dari Alvi yang masuk ke ponselnya sejak sepuluh menit yang lalu. Ia kembali meletakan ponsel di tempat tidur, berniat mengabaikan pesan dari cowok itu.

Ponselnya kembali berbunyi, membuat perhatiannya kembali tersita ke benda pipih diatas tempat tidur.

A: Cuma ngingetin, siapa tau lupa.

Lula terkekeh tipis.

A: Tapi guenya yang ga bisa.

"Apaan sih?" Lula menggerutu lirih. Baru ingin melemparkan kembali ponselnya di atas tempat tidur, tapi benda itu lebih dulu bergetar hingga mengurungkan niatnya.

Incoming Call
A

Lula menekan tombol hijau, belum lagi benda itu tertempel di telinganya, suara Alvi yang sedang memaki seseorang terdengar begitu keras membuat dahi Lula berkerut samar.

Dua detik berlalu, hingga detik menuju ke angka lima barulah Alvi menyahut.

"Alula?" panggil Alvi kalem, tapi Lula juga dapat mendengar sahutan teman-teman Alvi yang menggodanya.

"Hm?"

"Kenapa nggak bales?"

"Bales apa?" jawab Lula sambil menggosok rambut basahnya dengan handuk kecil.

"Sms gue. Kenapa nggak di bales?"

"Nggak liat." Lula mengapit ponsel di antara bahu dan telingannya kemudian membuka lemari pakaian.

"Gue mau ke Bandung."

Kepala Lula langsung bergerak ke jam dinding di kamarnya yang menunjukkan hampir pukul tujuh malam, "Malem ini?"

"Iya, sebentar lagi."

"Oh yaudah," Lula mengangguk cepat meski Alvi tak melihat.

"Lo mau dianterin apa malem ini?"

"Hah?"

"Ayam mekdi? Pizza? Bakso? Sate? Atau mau yang lain? Biar gue anterin."

Lula mengerjap beberapa kali, kemudian memandang ponsel tak percaya. Barang kali cowok di dalam telepon ini sedang meracau. Atau bahkan lagi bercanda dengan teman-temannya disana.

"Ayam mekdi? Wait." sambung Alvi dengan kesimpulannya sendiri.

Lula kembali mengerjap segera melebarkan mata dan membantah keras kebaikan hati Alvi, "Enggak! Lo juga mau pergi kan? Gue juga udah makan, kok."

"Lo beneran mau ketemu gue, ya?"

Lula melotot kecil, mendekatkan bibirnya ke tepi bawah ponsel lalu berteriak, "BYE!"

Setelah itu panggilan berakhir karena Lula memutuskan secara sepihak tanpa menghiraukan teriakan Alvi di dalam telepon yang sempat terputus karena panggilan lebih dulu berakhir.

Hello A : Alvino & AlulaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang