Terkadang, sekeras apa pun aku berlari, tanganmu tak pernah tergenggam. Sekencang apa pun aku menjerit, perhatianmu tak pernah ku dapat. Sekuat apa pun aku berjuang, hasilnya akan selalu sama, sia-sia. Hingga aku Lelah, ingin mengakhiri semuanya. Hanya saja, setiap langkah yang aku tempuh untuk meninggalkan usahaku sendiri selalu tersendat secercah harapan.
Bumi berputar. Berotasi pada porosnya. Selalu mendatangi titik awal. Lalu meninggalkannya untuk kembali, kembali untuk meninggalkannya. Langkahku terus maju. Hanya saja, sejauh apa pun aku melangkah, aku akan kembali pada titik sebelumnya; kembali berjuang mendapatkan hatimu dan berharap akan sesuatu darimu. Nyatanya memang begitu. Sulit sekali untuk ditentang kebenarannya.
Lagi pula aku memang bodoh. Ya, aku mengakuinya. Terus melangkah walaupun aku tahu aku tak akan pernah bisa selangkah seiringan denganmu. Terus melengkapi sebuah puisi untuk menjadi sebuah lagu walaupun aku tak akan pernah bisa menyempurnakannya, karena hanya kamu yang bisa, sedangkan aku bukanlah milikmu.
- 8.29pm
KAMU SEDANG MEMBACA
Today.
PuisiAku menyudahi segalanya. Baik tentangmu, maupun tentang kita. Karena kita sudah selesai. Tak ada lagi cerita yang mengisahkan tentang kita dalam bab baru. Aku melepasmu pergi dengan yang lain. Terserah kamu mau berbuat bagaimana, yang penting aku me...
