"Gapapa, udah siap-siap gih. Kita kan mau pergi." Kata Hana sambil melepas pelukan Jinyoung. Ia sempat membalas pelukan hangat dari pria mungil ini tadinya.
"Iya iya."
"Gue naik dulu ya."
"Hooh." Jinyoung mengangguk dan mengambil ponselnya. Lagu Burn It Up benar-benar mengganggu. Batinnya.
01.30 KST
"Be, cari toko bunga yang ga terlalu rame. Tapi tetep bagus." Hana men-scroll ponselnya.
"Iya Han, ini gue juga lagi nyari." Jinyoung fokus pada ponselnya.
"Ohiya gue lupa be. Dibelakang rumah gue ada toko bunga yang bagus." Hana menepuk jidatnya.
"Kalo bagus pasti rame, entar gue dikenalin orang-orang lagi."
"Engga, udah tenang aja. Lo bakal kaget siapa yang kita temuin disana."
"Yaudah terserah deh, berangkat sekarang yuk."
"Yuk."
Jinyoung keluar duluan, menunggu Hana yang masih mengunci pintu rumahnya. Hari ini cuaca sangat cerah, benar-benar bagus.
"Han ayo." Jinyoung menggoyang-goyangkan tangannya. Memberi kode pada Hana 'ayo pegangan'.
Dengan cepat Hana menyambar tangan Jinyoung lalu menggenggamnya erat. Mereka berjalan riang gembira, jika orangain yang melihat mungkin mereka dikira pacaran. Tapi ternyata tidak ada status lebih dari teman.
13.45 KST
Jinyoung mengedarkan pandangan, melihat toko bunga yang cukup besar namun sepi. "Kok sepi Han tokonya?" Tanya Jinyoung pada Hana.
Hana hanya menggeleng sambil tersenyum, kemudian ia menarik tangan Jinyoung dan masuk ke toko bunga itu.
Tringgg! Bel yang terpasang di toko bunga itu berbunyi secara otomatis, membuat seorang kasir lelaki langsung memandang pintu. Ia tersenyum ramah.
"Selamat datang di toko bunga Youngmina." Kata kasir itu ramah.
Hana tersenyum lebar dan mengangguk, Jinyoung yang disebelah nya memiringkan kepala. Mendekat ke arah kasir itu.
"Yongmin?" Katanya heran sambil menunjuk seorang kasir muda tampan.
"Hai Jinyong. Ini gue Youngmin." Youngmin tersenyum.
"Loh kok lo bisa disini? Maksud gue kok di toko ini?"
"Ini toko keluarga gue, karena hari ini libur jadi disuruh jaga deh. Lo mau beli bunga?"
"Gue nemenin Hana kesini." Tunjuk Jinyoung pada Hana yang tengah melihat bunga.
"Ohgitu, yaudah masuk aja. Hari ini agak sepi. Jadi aman." Youngmin membuka pintu besar yang tak jauh dari meja kasir.
Mata Hana melirik cahaya yang keluar dari pintu itu, ia cepat-cepat berlari ke depan pintu. Senyumnya mengembang dan ia bersenandung kecil.
"Uwaah! Min gue sama Baejin masuk dulu ya. Makasih." Hana berlari memasuki pintu besar itu, tak lupa ia juga menarik Jinyoung.
"Hana kenapa? Kok seneng banget masuk ke sini?" Batinnya bertanya-tanya.
Tak lama pertanyaan dalam dirinya terjawab, ia tahu mengapa Hana sangat senang masuk ke pintu besar ini. Disini ada ruangan besar yang berisi berbagai tanaman. Indah sekali.
Tempat ini bukan seperti toko bunga, ini lebih mirip taman di alun-alun Seoul. Diam-diam Jinyoung ikut tertawa ketika ia menyadari indahnya toko bunga Youngmin.
"Han, yang ini bagus ga?" Jinyoung menunjuk satu blok tanaman bunga berwarna merah muda.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Cantik tuh, kita beli yang itu ya. Sekalian cari bunga jenis lain ya? Gue bakal ngeliat tanah dan potnya." Kata Hana berjalan ke grosir yang ada didekat blok-blok tamanan ini.
"Siap, pokoknya tenang aja. Gue cariin yang bagus." Jinyoung menampilkan barisan giginya.
🌽🌽🌽🌽
Beberapa menit kemudian
Jinyoung mendatangi Hana yang masih setia berada di grosir khusus tanah dan pot.
"Udah?" Tanya Jinyoung yang membawa paper bag putih berisi bunga-bunga yang ia beli.
"Belum, gue bingung bagusan yang mana potnya." Hana menunjuk dua pot didepannya.
"Ini aja, yang ini simpel tapi cute." Jinyoung menunjuk pot sebelah kanan.
"Oke, Ajumma pot yang ini dua ya." Hana berkata pada Ajumma yang sedari tadi berdiri didekatnya.
"Ini pot dan tanahnya, terimakasih sudah belanja disini." Balas Ajumma itu ramah.
"Ohya, seharusnya bawa pacarmu kesini tadi. Jadi kau tidak butuh waktu lama memilih antara dua pot lagi." Ajumma itu tersenyum.