22. Gelap

103 10 0
                                    

Jihyo mengintip kegiatan keluarga itu di pagi hari dari pintu yang setengah terbuka, hyun yang tengah bergelayut manja pada alice yang jarang bisa ia temui, jisoo yang berperang bantal dengan lisa, rose yang tengah berbincang dengan jennie.

"Sudah bangun?" Tanya hyun menghadap jihyo, hyun manusia terpeka di sini.

"Iya." Jihyo tersenyum pada hyun, membuat semua orang teralihkan pada kehadiran jihyo

"Pasti sakit ya? Capek? Sungguh mengerikan, jika butuh pengawalan polisi bisa hubungi aku." Ucap lisa menatap miris pada jihyo, jihyo mengerutkan keningnya tak mengerti, jisoo yang berada di sebelah lisa kembali membekap lisa dengan bantal.

"Hyun-i 26 menit."

"Oke." Hyun meletakkan tangan nya menggunakan jam tangan di telinga.

"Mereka bertiga memang begitu." Ucap alice meletakkan makanan di meja makan, rose dan jennie langsung duduk manis di sana menunggu alice mempersilahkan. "Jihyo-ya ayo kemari, kami tak mungkin mengembalikan mu dalam kondisi lelah setelah berperang semalaman." Ucap alice tersenyum nakal.

"Yak Park Jiyoung." Ucap jisoo melepaskan dekapan nya pada lisa. Lisa yang sudah terlepas langsung bangkit menuju pujaan hatinya. Hyun sudah duduk di hadapan jennie dengan tangan masih menempel di telinga nya.

"Itu memang benarkan?" Ucap lisa dengan nafas tersengal-sengal memeluk pinggang rose. "Aaaahhh please." Ucap lisa menirukan apa yang ia dengar semalam mengolok-olok jisoo, jisoo yang menghampirinya hendak memukul tapi di urungkan ketika si tupai memandangnya dengan tatap 'menyentuhnya berarti mati'.

Faktanya di keluarga besar ini tidak ada yang berani dengan si tupai bahkan kakak kandungnya sekalipun, si tupai yang murah senyum, ramah, lembut, ceria, keibuan, dan sangat nyaman itu memiliki mode tempur yang membuat siapa saja tak akan menyangka nya, ingat kejadian di bandara saat seseorang berbuat tak senonoh pada dirinya yang berakhir dengan jari-jarinya yang patah, itu hanya 1 dari berbagai contoh dari si tupai dalam mode tempur dan hanya 2 orang yang bisa membuat mode tempur si tupai off, hyun dan lisa.

Lisa menjulurkan lidahnya merasa menang melawan jisoo, jisoo yang kesal pun mengambil duduk di sebelah hyun. Jihyo mau tak mau mengambil posisi duduk di sebelah jisoo dan berhadapan dengan lisa dan alice mengambil duduk di tengah memimpin doa untuk menikmati makanan yang sudah tersaji.

"Pikachu ingat untuk menikahi nya." Ucap alice sambil mengunyah makanan, jisoo langsung menatapnya tajam tapi seekor tupai menatapnya lebih tajam.

"Baiklah." Ucapnya singkat membuat semuanya menoleh kearah nya dengan penuh tanda tanya menunggu kelanjutan kalimat dari mulut jisoo.

Tak ada kelanjutan hanya 'baiklah' semua nya menggeleng kesal dengan tingkat kepekaan seorang kim jisoo, jangan berharap lebih dari nya.

"Memang apa yang terjadi semalam?" Tanya hyun tengah menyuap makanan ke mulut nya dan bersiaplah dengan mulut sialan lisa.

"Jisoo unnie melakukan hubungan badan atau yang lebih trend disebut sex."

"Wow." Hyun terperangah mendengar penuturan lisa, jihyo sudah bersemu malu di tempat duduk nya.

"Lisa berhenti mengajarkan hyun hal mesum." Ucap rose di sebelahnya.

Apa sepagi ini harus membahas hal itu? Keluarga yang aneh tapi hangat, pantas saja hyun tumbuh dengan baik.-batin jihyo

"Saat tupai mu tak ada akan ku pindahkan posisi jantung mu ke kanan." Ucap jisoo fokus dengan makanan nya.

"Maka akan ada jennie yang mengembalikan nya ke posisi semula, lagian itu benar sayang, hyun memang harus belajar hal begitu, mungkin jennie mau mengajarkan nya." Ucap lisa melirik ke arah jennie.

Love BlindTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang