46. Gelap

81 9 2
                                    

Jennie tak bisa berbuat apa saat bocah di depannya terus saja mengejeknya.

"Ahjumma yakin pakai seragam itu?" Hyun mengunyah makanan nya. "Ahjumma sudah bawa identitas kan? Aku tak mau terkena masalah nanti."

"Hyun-i berhenti mengejek jennie." Tegur rose.

"Tapi ahjumma ini.."

"Yak berhenti menyebutku ahjumma, kita hanya selisih 6 tahun ya." Bentak jennie mengacungkan garpu nya pada hyun.

"Iya ahjumma." Hyun mengangguk tersenyum mengejek jennie.

(Anggap saja yang lebih tinggi itu hyun dan yang pendek jennie)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Anggap saja yang lebih tinggi itu hyun dan yang pendek jennie)

Kencan ala anak sekolahan dimulai.

Jennie berjalan di depan hyun dan rose keluar apartemen, rose menggeleng tertawa melihat tingkah jennie seperti anak kecil yang tengah merajuk.

"Mau ku antar kalian?" Tawar rose.

"No thanks rosie, aku dan hyun akan pergi dengan bus saja." Jennie mengangkat kartu menggunakan bus.

Rose melirik hyun ragu, hyun tak biasa menaiki kendaraan lain selain mobil itu pun harus orang tertentu yang membawanya.

"Oke. Buat hari ini menyenangkan ahjumma." Ucap hyun menghampiri jennie. "Selamat kerja rosie unnie, kami tinggal." Hyun mendorong jennie menuruni tangga.

"Bersenang-senang lah." Rose memandang kepergian keduanya.

.

.

.

Jennie berjalan beriringan dengan hyun, hyun menggandeng tangan jennie yang lebih pendek darinya sesekali bersenandung.

"Mari buat perjanjian." Ucap jennie menghentikan langkahnya.

"Apa?"

"Pertama, tak ada sebutan unnie, ahjumma, kamu harus memanggil nama ku saja karena kita sekarang seusia." Ucap jennie menunjuk seragam yang ia kenakan.

"Suka lupa diri, lanjut." 😏

"Ck, kedua.." jennie melepas genggaman tangannya dengan hyun. "Nikmati hari ini sebagai dirimu yang mau inginkan." Jennie melepas kacamata hyun. "Teman?"

"Teman?" Hyun menyunggingkan senyuman. "Ayo.." hyun merangkul leher jennie melanjutkan perjalanan mereka.

"Jennie-si, sekarang kita akan kemana? Yeri unnie pernah mengusulkan ku pergi kencan ke toko roti dan aku berakhir putus dengan nya, bagaimana jika kita mencari tempat selain toko roti?" Keduanya melangkah menuju halte bus terdekat.

"Trauma jihyun-si?"

"Aku tak mau kencan kali ini berakhir sama, bukannya kamu bilang sudah jatuh hati padaku, jennie-si?" Hyun menghadap jennie, jennie pun memandang hyun, lagi dan lagi jennie terhipnotis dalam iris mata tak bergerak itu. Jennie mengangguk.

Love BlindTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang