"Put" Rara menyentuh bahu Putri, dengan cepat Putri menepisnya.
"Jangan sentuh gue.. oh iyaa kali ini gue gak akan ngehalang cinta kalian, lo berdua tenang aja gue gak bakalan keluarin lo berdua dari sekolah kok, kalian aman dan mulai detik ini juga gak ada ancaman lagi dari gue buat lo berdua" Putri menyeka air matanya kasar lalu tersenyum kecut.
"Makasih buat lo selalu nurutin kemauan gue Dho dan semoga kalian berdua bahagia." ucap Putri penuh penekanan
"Oh iya happy brithday sorry gue ngehancurin acara lo Rara" Putri pun pergi dari hadapan mereka.
"PUTRIIIIIIII" teriak Ridho namun Putri sengaja tak mendengarnya, Ridho pun mengejar Putri namun Ridho kalah cepat Putri sudah melajukan mobilnya.
Putri memberhentikan mobilnya dan keluar lalu ia berteriak sekeras mungkin dengan bersamaan turunnya hujan. Lagi-lagi hujan turun disaat Putri sedang bersedih.
"RIDHO GUE BENCI SAMA LO" teriak Putri diderasnya hujan, lalu ia pun terduduk dan membiarkan hujan membasahi tubuhnya.
"Mami Putri mau ikut mami kesurga" ucap Putri pelan dengan tangisnya yang histeris.
"Mami Putri kangen!" teriak Putri lagi, tangisnya semakin pecah, ia berharap ada mobil lewat dan menabraknya sekarang juga, namun jalanan sangat sepi dan tidak ada mobil satupun yang lewat.
Putri terus menangis dibawah guyuran hujan, hatinya sakit kecewa dan bahkan sangat sakit, kenapa dirinya begitu bodoh sudah dipermainkan pada dua manusia sialan itu.
Tiba-tiba ada seseorang disamping Putri, Putri melihat sepatunya dan mendongakkan kepalanya menatap orang itu. Putri langsung berdiri dan mendorong orang itu hingga orang itu termundur.
"Ngapain lo disini Ridho!" pekik Putri.
"Gue mau minta maaf sama lo Put, gue tau gue salah sumpah gue bener- bener lupa" Putri tersenyum hambar.
"Lupa? Iya emang lo sengaja lupa karena lo selalu mentingin Rara dibanding gue!" teriak Putri didepan muka Ridho.
"Kalau gue gak pulang pasti gue udah ketiduran disana dan lo pasti gak bakalan pernah dateng" Putri tertawa hambar.
"Untungnya gue pulang dan ketemu sama lo ditaman, gue bersyukur karna gue bisa tau apa alasan lo bisa gak dateng" lirih Putri, suaranya sudah mau habis karna sudah teriak- teriak.
Ridho langsung memeluk Putri erat, Putri memberontak namun tenaga Ridho lebih kuat jadi Putri menyerah dan membiarkan Ridho memeluknya.
"Lepas Ridho! Lo jangan deket-deket gue lagi, jauhin gue itukan yang lo mau dari dulu bebas!" kini Putri mendorong Ridho lagi hingga pelukannya terlepas.
"Gue mohon jangan pernah berhenti mencintai gue"
DEG
Maksud Ridho apa? Lalu Putri tertawa meremehkan.
"Hahaha kenapa Dho kenapa?! Apa lo mau mempermainkan gue lagi? Gak usah sok manis depan gue"
Putri berlari memasuki mobilnya dan menangis lagi dimobilnya sembari menenggelamkan kepalanya disetiran mobil.
"Lo jahat Dho! Lo jahat gue benci sama Lo" Putri memukul-mukul setir mobilnya.
Ridho berkali-kali mengetuk pintu kaca jendela mobil Putri, namun Putri sengaja tak menghiraukannya lalu Putri pun melajukan mobilnya dengan meninggalkan Ridho disana.
♥♥♥
Putri berjalan gontai sembari memegang dadanya memasuki rumah dengan basah kuyup dan keadaannya sedikit kacau.
"Sayang kamu dari mana aja, kenapa basah-basah?" ucap mama Lisa panik. Putri tak menjawab, ia hanya bisa memegang dadanya yang begitu sesak.
"Papi! Fildan!" teriak mama Lisa dan membantu Putri duduk disofa.
"Kenapa ma?" ucap Fildan dan papi bersamaan.
"Mbull kamu kenapa?" ucap papi panik saat melihat Putri sudah dengan keadaan basah dan matanya sedikit bengkak.
"Kamu cepetan ambilin air Fil" suruh papi dengan cepat Fildan berlari ke dapur tak lama Fildan kembali lagi dengan membawa air.
"Kamu minum dulu Mbull" papi Putri membantu Putri meminum air setelah itu Putri bersandar disofa dengan wajah pucatnya. Mama Lisa pun mengambilkan selimut tebal untuk Putri.
"Kamu kenapa sayang, kita kerumah sakit sekarang ya" ucap papi Beniqno khawatir. Putri menggelengkan kepalanya.
"Gapapa pi" balas Putri pelan.
"Kamu kan pakai mobil kok bisa basah basah gini" tanya papi Putri.
"Kak antar aku kekamar" Putri sengaja tak menjawab pertanyaan papinya.
"Yaudah pi biar nanti Fildan yang tanyain Putri, Fildan antar Putri dulu kekamar" papi Putri mengangguk paham.
Fildan mengantarkan Putri ke kamarnya dan menyuruh Putri segera cepat ganti baju karena bajunya sudah basah kuyup.
"Kakak tinggal yaa kamu ganti baju" Fildan mengacak-acak rambut Putr dan pergi namun Putri menahan pergelangan tangan Fildan.
"Kenapa sayang?" tanya Fildan, Putri langsung memeluk pinggang Fildan erat lalu tangisnya kembali pecah.
"Hey Mbull kamu kenapa?" tanya Fildan panik. Putri masih nangis dalam dekapan Fildan.
"Kakak sayang gak sama aku?" ucap Putri dengan suara paraunya.
"Kenapa kamu tanya begitu Put, jelas lah kakak sayang banget sama kamu" Fildan mengelus rambut Putri dengan sayang.
Putri makin menjadi menangis dengan tersendu ia membutuhkan pelukan untuk menenangkan pikiran nya, Fildan hanya bisa diam dan membiarkan Putri menangis hingga baju Fildan sudah basah akibat air mata Putri.
"Udah dong Put kamu kenapa? cerita sama kakak"
Fildan sudah tak tega lagi melihat Putri yang menangis seperti ini, rasanya Fildan juga merasakan sesak didadanya melihat adiknya menangis dan terluka seperti ini.
"Gak kenapa-kenapa kak" Putri melepaskan pelukan nya dan menyeka air matanya kasar.
"Makasih pelukan nya" ucap Putri kembali datar.
"Put, kamu kenapa cerita sama kakak" kini Fildan melihat geram Putri.
"Ridho" ucap Putri pelan dan menundukan kepalanya air matanya kembali turun membasahi pipi chubby nya.
"Ridho kenapa Put?" sentak Fildan.
"Ridho jahat kak" Putri kembali menangis dan menutup mukanya dengan kedua tangannya.
"Bilang sama kakak dia apain kamu Put" kini Fildan terlihat marah. Putri masih diam dan menangis.
Fildan menghembus nafasnya kasar lalu menarik Putri dalam pelukannya lagi.
"Yaudah kalau kamu gak mau cerita gapapa sekarang ganti baju kamu yaa kakak gak mau kamu sakit" Putri mengangguk kepalanya pelan.
"Kakak keluar yaa jangan lupa istirahat" Fildan mencium kening Putri lalu ia beranjak pergi.
"Kak makasih selalu ada buat aku. Aku sayang sama kakak" ucap Putri tanpa melihat Fildan. Fildan pun tersenyum
"Kakak juga sayang sama kamu" Putri menatap Fildan lalu ia juga tersenyum.
Setelah kepergian Fildan dari kamar Putri, Putri pun mengganti bajunya dengan baju tidur.
♥♥♥
Vote+koment!

KAMU SEDANG MEMBACA
Ridho, I Love You! [END]
RomantiekRidho, gue suka sama lo, gue sayang sama lo, gue cinta sama lo. Lo mau gak jadi pacar gue? -Aurora Putri Beniqno Gue gak suka sama lo, dasar cewek gila! -Ridho Akmaliki --- Bagaimana hubungan mereka selanjutnya, akankah Ridho mencintai Putri seper...