Putri menatap kosong jendela rumah sakit, sedari tadi air matanya tak berhenti menetes, semalam ia sempat terbangun dan bercanda kepada kedua orangtuanya dan semalam papinya juga langsung memberitahu Putri kalau ia harus pindah ke singapore sekalian berobat disana.
Awalnya Putri kaget dan menolak karena ia tak bisa berjauhan sama Fildan, namun setelah papi dan mamanya merayu akhirnya Putri mau, ini juga untuk kesembuhan dirinya ia juga sudah tak sanggup lagi penyakit sesak ini ada didirinya. Tapi yang lebih membuat ia sedih adalah Ridho? Laki-laki yang sangat ia cintai, apakah ia bisa berjauhan juga pada Ridho atau kah ia harus melupakan laki-laki itu, rasanya Putri benar-benar tak sanggup.
"Sayang kamu udah siap belum?" mama Lisa mnghampiri Putri dan duduk disamping ranjang Putri.
Putri menoleh dan menyeka air matanya lalu tersenyum pada mama Lisa.
"Ma maaafin Putri" tangis Putri pecah saat ia memeluk mama tirinya itu, ia merasa sangat berdosa atas perbuatannya dulu.
"Maaf buat apa sayang?" mama Lisa mengelus rambut Putri.
"Maaf atas perbuatan Putri selama ini sama mama, Putri merasa jadi anak durhaka"
"Hey kok ngomongnya gitu sih udah mama gapapa kok" Putri melepaskan pelukan mamanya dan tersenyum.
"Putri sayang sama mama, Putri janji bakal jadi anak yang berbakti pada orang tuanya" Mama Lisa tersenyum senang akhirnya yang ia tunggu-tunggu selama ini terbalaskan ia senang melihat Putri sudah berubah.
"Ihh kok pada sedih sedih sih, kan Fildan juga ikut sedih" ucap Fildan datang tiba-tiba dengan pura-pura menangis.
"Alay lo kak" ucap Putri terkekeh.
"Ehh ada kak Lesty" ucap Putri saat melihat Lesty berjalan dibelakang Fildan.
"Hari ini kakak mau ikut nganter kamu kebandara Put" ucap Lesty tersenyum.
"Sebelum aku pergi aku boleh kesekolahan bentar gak kak" ucap Putri menatap Fildan lekat.
"Ngapain Put? Ini hari minggu loh"
"Tadi aku chat Selfi hari ini kelas aku ada mata pelajaran tambahan kak aku mau kesana sekalian minta maaf"
Fildan tersenyum dan menganggukan kepalanya."Mama tunggu dimobil ya kalian jangan lama-lama disini" ucap mama Lisa mendapat anggukan dari Putri, Fildan dan Lesty
"Put kamu yakin gak mau pamit sama Ridho? Ridho belum tau loh kamu mau pergi" ucap Fildan.
"Ridho masih ada disini kak?" tanya Putri.
"Masih tidur disofa depan" Putri menarik nafasnya panjang, air matanya kembali tumpah.
"Aku gak sanggup kak pamit sama Ridho, aku takut nanti aku gak jadi pergi" lirih Putri.
"Yaudah gapapa nanti biar kakak aja yang bilang, yuk berangkat" Putri mengangguk ia berjalan diiringi Lesty dan Fildan, saat ia membuka pintu ruangannya disana terlihat Ridho masih tidur disofa.
"Kak aku mau liat Ridho bentar" Fildan dan Lesty mengangguk membiarkan Putri berjalan mendekat pada Ridho.
"Gue pasti bakalan kangen sama lo Dho" lirih Putri dengan tangisnya.
"Jaga diri lo baik-baik ya, gue sayang sama lo" ucap Putri mengelus rambut Ridho pelan agar Ridho tak terbangun.
Lesty sedih melihat Putri, air matanya tumpah Fildan memeluk Lesty dan mengelus bahu Lesty untuk menenangkan
"I love you so much" Putri benar-benar tak sanggup, air matanya terus saja tumpah.
"Sampai ketemu lagi Dho" Putri pun berdiri dan kembali menghampiri Fildan dan Lesty.
"Yuk kak" kata Putri sembari menyeka air matanya.
"Put kamu yakin gak mau pamit sama Ridho?" Putri menggelengkan kepalanya lemah dan akhirnya mereka pun pergi.
•••••

KAMU SEDANG MEMBACA
Ridho, I Love You! [END]
عاطفيةRidho, gue suka sama lo, gue sayang sama lo, gue cinta sama lo. Lo mau gak jadi pacar gue? -Aurora Putri Beniqno Gue gak suka sama lo, dasar cewek gila! -Ridho Akmaliki --- Bagaimana hubungan mereka selanjutnya, akankah Ridho mencintai Putri seper...