Putri membongkar-bongkar tas kecilnya mencari sesuatu, semua laci dan kamar ia periksa namun tak ada juga barang yang ia cari.
"Sial kemana sih gantungan gue" Putri mengacak-ngacak seluruh lemari dan juga laci mejanya, semua tasnya juga ia bongkar kamarnya sudah sangat berantakan sekali.
Ya, Putri mencari gantungannya, gantungan yang ia buat sendiri untuk Ridho, namun ia tak jadi memberikannya pada Ridho karena kejadian kemarin malam dimana Putri menunggu Ridhp lama di rooftop tapi Ridho tidak datang malahan Ridho lupa, ia lebih memilih datang ke acara ultahnya Rara.
Putri mengacak rambut, ia menunduk sembari berfikir dimana gantungan itu, terakhir yang prilly ingat gantungan itu ia masukan kedalam kotak kecil terus ia taruh kedalam tas kecil yang kemarin ia pakai untuk bertemu Ridho tapi kenapa tiba-tiba kotak itu hilang.
Putri membelalakkan matanya, ia ingat sekarang, saat ia tak sengaja melihat mobil Ridho ditaman kotak itu sempat Putri bawa ditangannya dan saat ia marah pada Ridho, Putri berlari memasuki mobilnya dan kotak itu terjatuh didekat mobil Putri, ia tak sempat mngambilnya karena Ridho mengejarnya. Ada dua kemungkinan kalau gak hilang Ridho lah yang menemukannya.
"Aargghh bodo amat dah kalau kotak gantungan itu hilang, mau diambil orang kek, dilindas kek, bukan urusan gue lagi" Putri mengacak-acak rambutnya.
"Put makan siang dulu yuk" ucap mama Lisa mengetuk pintu kamar Putri. Putri menatap pintu kamarnya ia malas menyahut ucapan mama tirinya itu.
Clekk..
"Sayang mak......" ucapan mama Lisa terhenti saat membuka pintu kamar Putri, ia melihat kamar anak tirinya sangat berantakan sekali seperti kapal pecah.
"Kok berantakan sih sayang kamu kenapa?" tanya mama Lisa.
"Bukan urusan tante kamar kamar aku! Aku juga bisa beresin sendiri" ucap Putri ketus.
"Hmmm makan dulu yuk Fildan udah nungguin kamu" tanpa menjawab ucapan mamanya Putri langsung keluar kamar dan menemui Fildan yang sudah menunggu dimeja makan.
"Loh mama mana?" tanya Fildan saat melihat Putri berjalan sendirian, Putri mengangkat bahunya acuh.
"Gak usah ditungguin aku dah laper" Putri mengambil nasi dan lauk pauknya lalu memasukan kedalam mulutnya, Fildan yang melihat hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Papjsi mdjana bekslsumb polanhg" ucap Putri dengan nasi yang penuh dimulutnya.
"Ditelan dulu baru ngomong" ucap Fildan, Putri mengunyah makanannya lalu ia telan.
"Papi mana belum pulang?" tanya Putri.
"Belum palingan juga malam" jawab Fildan. Putri hanya mengangguk- anggukankan kepalanya paham. Kemudian melanjutkan makanannya.
Setelah mereka selesai makan mama Lisa belum juga muncul kemana dia?
"Kok mama gak muncul-muncul sih dia kemana?" tanya Fildan sembari mengelap mulutnya dengan tisu.
"Ya mana gue tau" balas Putri mengangakat bahunya acuh.
Tak lama mama Lisa datang dan tersenyum pada Fildan dan Putri. Putri hanya melihatnya singkat lalu ia memutar bola matanya jengah.
"Mama kemana aja? Kita udah selesai makan loh" tanya Fildan mama Lisa hanya tersenyum.
"Gak kemana-mana kok tadi mama beresin kamar dulu" mama Lisa tersenyum kearah Putri, Putri menatapnya datar sembari memakan buah anggur yang ada dimeja.
"Yaudah mama makan dulu" ucap kevin, mama lisa hanya mengangguk.
"Eeeeeghhhhh kenyang" Putri bersendawa keras sembari memegang perutnya. Fildan dan mama Lisa saling pandang kemudian menahan tawanya, Putri yang melihat mereka hanya menatap datar lalu ia pun pergi menuju kamarnya.
Saat Putri membuka kamarnya, matanya membelalak kaget, kamarnya sudah sangat rapi dan bersih padahal tadi ia tinggal masih berantakan sekali dengan barang-barangnya berserakan, tapi sekarang kamarnya disulap menjadi sangat rapi sekali. Putri mengedarkan matanya menatap seluruh isi kamarnya, tasnya sudah diletakkan dilemari kaca dan buku-buku yang ia acak-acakan sudah ada ditempatnya lagi. Siapa yang membersihkan dan merapikan kamarnya? Putri bertanya tanya pada dirinya sendiri. Kemudian ia teringat dengan ucapan mama Lisa tadi kalau mama tirinya itu tadi sedang beresin kamar jadi yang diberesin adalah kamar Putri.
"Bagus deh kalau udah dirapiin, gak perlu gue capek-capek beresin lagi ni kamar" ucap Putdi merebahkan dirinya dikasur.
Tiba-tiba Putri mengingat sesuatu, ada yang ia ingin tanyakan dari tadi sama Fildan. Putri berlari keluar kamarnya dan mencari Fildan didapur namun sayangnya tidak ada.
"Tante kak Fildan mana?" tanya Pitri datar.
"Ada dikamarnya mungkin" ucap mama Lisa sembari mencuci piring kotor.
Putri berlari kekamar Fildan yang kebetulan ada disamping kamar Putri, ia langsung masuk tanpa mengetuk pintu dulu, itu adalah hal biasa bagi Fildan melihat adiknya yang selalu nyelong masuk.
Tapi tidak untuk Putri siapa pun yang masuk kamarnya harus mengetuk pintu dulu.. Egois bukan?"Kak" panggil Putri dan tengkurap disamping Fildan, kebetulan Fildan juga sedang tengkurap sembari bermain game dilaptopnya.
"Kenapa?" tanya Fildan tanpa melihat Putri.
"Sebenarnya kakak sama Ridho kenapa? Tadi aku liat kalian tatapan nya beda" tanya Putri to the point. Fildan mempause gamenya dan menatap Putri
"Kenapa kamu masih nanyain dia Put, dia udah nyakitin kamu kakak udah tau semuanya" ucap Fildan dengan tatapan susah diartikan.
"Jangan bilang kalau kakak yang udah nonjokin Ridho sampai mukanya lebam gitu" tanya Putri menatap Fildan serius.
"Emang kakak, dia cowok gak baik buat kamu Put, kakak gak terima kamu nungguin dia dirooftop malam-malam tapi dia nya gak dateng" Putri membelakan matanya jadi itu ulah Fildan sampai membuat muka Ridho bonyok.
"Kak gak usah ditinju juga dong Ridho nya, kalau dia kenapa kenapa gimana!" ucap Putri marah.
"Biarin aja itu gak sebanding dengan sakitnya kamu" balas Fildan.
"Tapi gak gitu juga kak, aku gak mau tau besok kakak harus minta maaf sama dia" pekik Putri.
"Hey Put, dia itu salah kenapa kamu malah belain dia" Fildan tak habis pikir udah disakitin tapi adiknya ini masih saja membela Ridho.
"Aku gak belain tapi aku gak suka kakak buat Ridho sakit kayak tadi" ucap Putri menatap Fildan tajam.
"Segitu cintanya kamu sampai belain Ridho yang jelas-jelas udah nyakitin kamu" lirih Fildan. Putri terdiam memang Putri masih cinta pada Ridho, bahkan sangat-sangat cinta, liat muka Ridho yang lebam seperti tadi membuat Putri tak tega.
"A...aku gak cinta lagi sama dia kok" balas Putri gelagapan.
"Kalau gak cinta terus apa namanya?" tanya Fildan menatap Putri serius.
"Aku gak cinta lagi sama Ridho kak! Aku udah berhenti mencintai Ridho dan aku udah bertekad untuk jauhin dia mulai dari sekarang!" ucap Putri geram dan pergi keluar kamar Fildan, namun ia balik lagi dan berhenti diambang pintu kamar Fildan.
"Kakak harus minta maaf sama Ridho besok" ucap Putri menatap Fildan tajam.
"Kakak gak janji" balas Fildan santai, Putri menggeram kesal melihat kakaknya itu, ia menghentak-hentakan kakinya menuju kamarnya.
"Mulut kamu bisa bohong Put, tapi hati dan mata kamu gak. Kakak tau kamu masih cinta sama Ridho, mana mungkin kamu bisa jauhin dia" gumam Fildan tersenyum samar.
♥ ♥ ♥
Vote + Koment!
#Boompart

KAMU SEDANG MEMBACA
Ridho, I Love You! [END]
RomanceRidho, gue suka sama lo, gue sayang sama lo, gue cinta sama lo. Lo mau gak jadi pacar gue? -Aurora Putri Beniqno Gue gak suka sama lo, dasar cewek gila! -Ridho Akmaliki --- Bagaimana hubungan mereka selanjutnya, akankah Ridho mencintai Putri seper...