[PART 09]

962 75 6
                                    

Brukkk..

Ridho langsung menoleh dan melihat Putri tak sadarkan diri dilantai yang membuat Ridho panik.

"Put lo kenapa? jangan bercanda deh bangun woy," Ridbo menepuk nepuk pipi Putri namun Putri tak bangun-bangun.

Ridho pun menggendong Putri menuju UKS dan meletakan Putri di kasur lalu mencari petugas UKS untuk memeriksa Putri.

"Jadi gimana sih, Putri kenapa?" tanya Ridho pada petugas UKS yang bernama Nabila.

"Gapapa Dho kayaknya maagh nya kambuh deh, sebentar lagi dia juga bangun" ucap Nabila. Ridho mengangguk paham dan Nabila pun keluar.

Ridho menatap Putri yang masih memejamkan matanya. Wajahnya damai saat ia memejamkan matanya tapi saat ia membuka matanya berbanding terbalik sifat menyebalkan nya itu muncul.

Terkadang dia menyebalkan bagi Ridho dan terkadang juga Ridho merasa kasihan saat melihat Putri sakit seperti ini. Ridho jadi merasa bersalah pada Putri, Putri sudah dari tadi memintanya untuk memesankan makanan, namun Ridho terus menolaknya mentah-mentah, kalau tau Putri akan pingsan seperti tadi mungkin sudah Ridho pesankan makanan itu untuk Putri.

Ridho menggelengkan kepalanya membuang jauh semua pikiran bersalahnya. Ini juga bukan sepenuhnya salah Ridho, Putri juga bersalah, kenapa memilih menghampiri ibu kantin untuk memesan makanan padahal ia bisa saja memanggil ibu kantin itu tanpa harus menghampiri ibu kantin. dasar Putri otaknya gak jalan, tapi tetap saja Ridho mengkhawatirin Putri dengan keadaan Putri.

"Kadang lo buat gue kesel tapi lo juga buat gue khawatir dengan keadaan lo kayak gini" ucap Ridho.

"Ridho, Putri kenapa?" tanya Fildan tiba-tiba dan panik. Ridho menoleh.

"Katanya Nabila maagh nya kambuh" ucap Ridho.

"Ya ampun pasti dia telat makan lagi deh" ucap Fildan.

"Mumpung ada lo gue beliin Putri makanan dulu ya" ucap Ridho, Fildan mengangguk pelan.

••••

Pendek? Yhaaaa author lagi ga mood aja nih, kasih semangat dong, jangan cuma koment Next/Lanjut aja😌

Ridho, I Love You! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang