"Hay Ridhooo!" sapa Putri dan duduk disamping Ridho. Ridho hanya memutar bola matanya malas, sebenarnya hari ini ia sangat malas bertemu Putri tapi mau gimana lagi Putri selalu tau dimana pun ia berada.
"Lo lagi ngapain sih?" tanya Putri polos padahal sudah jelas Ridho sedang membaca buku.
"Lo gak liat gue lagi ngapain, gak ada pertanyaan lain apa lo!" balas Ridho ketus.
"Ya biasa aja dong jawabnya gak usah galak-galak gitu" ucap Putri memutar bola matanya.
"Ngomong sama lo tu gak bisa lembut karena lo tu bukan manusia" ucap Ridho menatap Putri kesal.
"Gue tau lo selalu nganggep gue ini SETAN tapi lo hargai sedikit dong perasaan gue!" balas Putri penuh penekanan dengan menyebut nama setan.
"Lo bilang hargai perasaan lo? Lo sendiri aja gak pernah hargain perasaan orang lain" balas Ridho tersenyum meremehkan. Putri terdiam dan mencibir Ridho tidak jelas.
"Dho jalan-jalan yuk keliling sekolah, lo gak bosen apa baca buku didalem kelas sumpek tau" ucap Putri nyengir.
"Jalan-jalan sendiri aja sana lo gue males" balas Ridho datar.
"Ayolah Dho, lo lupa janji lo yang bakalan nurutin gue"
"Itukan lo sendiri yang buat janji"
Putri berdecak sebal dan memalingkan wajahnya.
Putri berpikir keras bagaimana caranya membawa Ridho keluar dari kelas yang sumpek ini dan mengajaknya jalan-jalan keliling sekolah.
"Ayo Put, kenapa pikiran lo jadi buntu gini sih" batin Putri.
"Kepala gue sakit Dho" ucap Putri pelan.
"Awww!" pekik Putri memegang kepalanya. Ridho pun langsung menoleh.
"Lo kenapa?" tanya Ridho panik.
"Gue anter lo ke UKS ya" Putri menganggukan kepalanya dan tersenyum sinis.
"Gue maunya lewat jalan sana aja, tapi lo gendong gue ya" ucap Putri. Ridho kaget dan menatap Putri kesal.
"Lo yang benar aja dong, lewat sana tu jauh dari UKS, lewat sini lebih dekat"
"Gue maunya lewat sana cepetan deh kepala gue sakit nih" Ridho menarik nafasnya panjang lalu menggendong Putri dipunggungnya.
Banyak sepasang mata melihat mereka dan banyak juga yang mencibir Putri dengan tatapan tak suka dari mereka, Putri hanya acuh melihat mereka baginya itu tidak penting.
Akhirnya mereka sampai di UKS, Ridho menduduki Putri dikasur, nafas Ridho sudah ngos-ngosan karena menggendong Putri cukup jauh hingga membuat ia berkeringat. Putri menatap Ridho kasihan, sepertinya Ridho sangat lelah menggendongnya.
"Maafin gue ya, lo keringetan biar gue yang bersihin"
Putri mengeluarkan sapu tangan nya dan mengelap keringat Ridho. Entah kenapa jantung Ridho berdetak lebih cepat dari biasanya saat melihat mata indah Putri.
"Mata yang indah" batin Ridho.
Ridho tak sengaja memegang tangan Putri dan mata mereka saling bertemu, Ridho bisa melihat mata Putri yang memandangnya penuh rasa cinta. Begitu besarkah cinta Putri pada Ridho?
••••
Next or no?
KAMU SEDANG MEMBACA
Ridho, I Love You! [END]
RomantiekRidho, gue suka sama lo, gue sayang sama lo, gue cinta sama lo. Lo mau gak jadi pacar gue? -Aurora Putri Beniqno Gue gak suka sama lo, dasar cewek gila! -Ridho Akmaliki --- Bagaimana hubungan mereka selanjutnya, akankah Ridho mencintai Putri seper...
![Ridho, I Love You! [END]](https://img.wattpad.com/cover/213705394-64-k176116.jpg)