Ridho duduk manis didapur sembari mencibir tidak jelas bagaimana tidak baru saja ia datang kerumahnya Fildan, Fildan malah mengomel tidak jelas apa anak itu sedang PMS dan sampai sekarang Fildan masih saja mengomel semenjak ditinggal Putri Fildan sangat bawel sekali.
Fildan mengomel karena ia sudah sangat lapar sekali menunggu kedatangan Ridho, ia ingin mengajak Ridho makan bersama namun karena Ridho lama dan Fildan sudah kelaparan jadinya ia marah-marah tidak jelas ditambah lagi saat Ridho datang dan Fildan mengajaknya makan bersama, Ridho bilang kalau ia sudah makan dirumahnya, itu Fildan benar-benar sangat kesal kalau tau gitukan ia tidak perlu capek-capek menunggu Ridho sampai kelaparan begini.
"Lo tau kan gue udah lapar banget bilang kek kalau udah makan dirumah, jadi gue gak perlu nungguin lo" ucap Fildan dengan penuh makanan dimulutnyam
"Lo tu lagi makan coba diem jangan marah-marah terus" ucap Ridho memutar bola matanya malas.
"Kan lo yang buat gue marah lo tau kan orang laper bawaannya rese pengennya marah-marah"
"Dih lagian itu salah lo juga kan gak bilang gue kalau mau ngajakin makan bareng? Kalau lo bilang dulu pasti gak gini ceritanya"
"Auk ahh terserah" Ridho menatap Fildan malas lalu ia alihkan pandangannya keponsel Fildan yang ada diatas meja, Ridho tak sengaja melihat ada notif WA dari Putri. Beberapa hari yang lalu Ridho pernah menelpon Putri namun tak pernah diangkat saat Ridho ngechat pun Putri juga tak dibalas bahkan tidak dibaca oleh Putri. Apa gadis itu sengaja menghidar darinya?
Dengan cepat Ridho mengambil ponsel Fildan dan Fildan langsung menoleh melihat ponselnya ditangan Ridho, "Lo mau ngapain hp gue?"
"Putri chat lo tapi kenapa dia gak pernah bales chat gue, telpon gue aja gak pernah diangkat"
Fildan terdiam Putri pernah cerita kalau ia memang sengaja tak pernah menghiraukan chat dan telpon Ridho karena ia ingin melupakan Ridho, ia tak mau terus-terusan memikirkan Ridho, ia hanya berharap Ridho lah yang memperjuangkan cintanya, karena ia sudah lelah memperjuangkan cintanya sendirian.
"Ee..ee.. ya mana gue tau" ucap Fildan gelagapan.
"Apa dia sengaja ngehindar dari gue" lirih Ridho. Fildan merasa kasihan pada sahabatnya ini, apa Ridho sangat terpuruk ditinggal Putri.
"Lo telpon aja prilly pake hp gue pasti diangkat kok" ucap Fildan karena ia sangat kasihan pada Ridho.
"Seriusan lo? Kalau Putri gak mau angkat gimana?"
"Coba aja"
Tangan Ridho begitu gemetar saat mencari nomor Putri, jantungnya juga berdetak cepat padahal hanya mencari nomor Putri tapi efeknya berlebihan.
"Ahh kelamaan lo" Fildan sudah geram karena Ridho terlalu lama mencari nama Putri.
"Hallo"
Itu suara Putri, suara gadis yang Ridho rindukan, baru saja Ridho mendengar suaranya itu sudah menghilangkan sedikit rasa rindunya, namun hanya sedikit.
"Hallo kak Fildan?"
Fildan menyenggol lengan Ridho dan memberi isyarat kalau Ridho disuruh ngomong karena sedari tadi Ridho hanya terdiam. Ridho benar-benar sangat gugup.
"Ngomong cepetan" bisik Fildan sudah kesal.
"Ha...ha...llo"
Ridho memejamkan matanya kuat kenapa ia jadi gugup begini.
"Hallo kak Fildan kenapa sih kok gugup gitu?"
"Hmmm i...ini gue Ridho"
Setelah Ridho bilang kalau itu dirinya tak ada lagi sahutan dari Putri, kenapa Putri langsung diam? Apa dia kaget?
"Hallo Put" namun Putri masih saja diam.
"Put gue ka....."
Tuut...tuttt..tutt
Baru saja Ridho ingin mengucapkan sesuatu, telpon terputus begitu saja Putri lah yang memutuskannya. Ridho mendesah kecil, kecewa? Tentu saja gadisnya sekarang sudah berubah.
"Lo yang sabar" ucap Fildan menepuk nepuk pundak Ridho.
"Mungkin Putri bukan jodoh gue" lirih Ridho.
"Jodoh gak ada yang tau Dho, Putri kayak gini mungkin ada alasannya, tapi lo tenang aja dia tetap cinta kok sama lo"
"Kalau dia benar-benar udah ngelupain gue gimana?"
"Yaudah sih lo cari cewek lain aja, didunia ni masih banyak cewek gak cuma Putri" ucap Fildan ngasal biarin aja Ridho kesal bodo amat dah.
Mata Ridho membelalak kaget enak sekali Fildan bicara yang ngejalaninkan Ridho gak semudah itu ngelupain orang yang disayang, mungkin dulu ini juga yang dirasakan Putri dan Ridho hanya pasrah menjalankan karmanya.
"Lo ngomong enak ngelupain Putri gak semudah membalikkan telapak tangan"
"Dan akhirnya lo ngerasain jugakan gimana yang dirasakan Putri" ucap Fildan tersenyum simpul.
"Selamat buat menjalankan karma sobat" bisik Fildan dan akhirnya ia pergi.
Setelah Fildan pergi Ridho mendengar Fildan tertawa mengejeknya memang benar-benar sahabat durhaka.
•••••

KAMU SEDANG MEMBACA
Ridho, I Love You! [END]
RomantiekRidho, gue suka sama lo, gue sayang sama lo, gue cinta sama lo. Lo mau gak jadi pacar gue? -Aurora Putri Beniqno Gue gak suka sama lo, dasar cewek gila! -Ridho Akmaliki --- Bagaimana hubungan mereka selanjutnya, akankah Ridho mencintai Putri seper...