28 (17++)

18.6K 929 26
                                        

Mohon maaf...di part ini sedikit ada adegan panasnya jadi yang belum cukup umur tolong di skip dulu ya
Terimakasih banyak

Aku mendudukkan pantatku di sofa empuk yang berada di kamar Vera, Vera mengajakku ke istananya yang mewah dan megah

Mungkin butuh seumur hidup untuk aku bisa menyaingi kekayaan Vera dan Katya, aku melihat sekeliling kamar ini yang sangat luas, mungkin kamar ini seluas apartemen ku, aku tidak bisa membayangkan kekayaan yang dimiliki orangtua Vera dan Katya

"Nih minum dulu",ucap Vera sambil memberikan sekaleng soda untukku, aku tersenyum dan menerimanya

"Makasih"

"Sama-sama, kamu menginap saja ya, sudah terlalu malam banget untuk pulang"

Aku menghela nafas pelan "tapi besok aku harus bekerja"

Dahi Vera mengernyit bingung "secepat itu kamu mendapatkan pekerjaan?"

Aku mengangguk dan meminum sekaleng soda ku lalu melihat Vera duduk disampingku "sebenarnya aku cepat mendapatkan pekerjaan karena bantuan Tommy"

"Tommy?"

"Tommy teman SDku dulu"

Vera tersenyum dan mengangguk paham lalu meletakan kaleng sodanya di atas meja "kamu mau mandi dulu atau mau langsung tidur?"

"Mandi aja deh, gerah banget"

"Ya udah gih sana mandi, itu kamar mandinya"

Aku mengangguk dan berjalan kearah kamar mandi lalu menatap kagum bathub yang besar ini "ini mah bisa buat berdua"

Duh Ana, kamu kenapa malah mikirin bathup ini bisa untuk berdua, memangnya kamu mau berendam sama siapa

Berendam aja deh, 1 jam cukup kayaknya

Aku menyalakan air hangat, memasukan garam mandi untuk mengurangi nyeri pada sendi tulang belakang , minyak esensial untuk memberikan wangi yang menenangkan,minyak ini bisa membuat kulit lebih halus dan mengangkat sel kulit mati, dan terakhir kumasukan bubble bath yang memberi pijatan pada tubuh dan melemaskan otot

Lengkap sudah

Kulepas pakaianku dan kumasukan tubuh telanjang ku kedalam bathup "ahhhhh enaknya, ini baru yang namanya surga"

Kupejamkan kedua mataku perlahan untuk menikmati suasana berendam ku yang sangat sempurna ini

"Apa enak?"

Aku sontak membuka kedua mataku dan melihat Vera mendekat kan wajahnya pada wajahku sambil tersenyum manis, ia memasukan tangannya ke dalam air "wahhh nyaman banget"

"Kenapa kamu bisa masuk?",tanyaku sambil menutupi kedua payudara dengan tangan kananku dan vaginaku dengan tangan kiriku

"Kamu lama, aku kira kamu pingsan dan saat kubuka pintunya tidak terkunci, aku ikut berendam ya"

"Tunggu ...."

Deg

Vera melepaskan pakaiannya hingga kini dia telanjang bulat didepanku, kenapa tubuhnya bisa seindah itu? Mulus tanpa ada noda sedikitpun, payudaranya benar-benar bulat ,besar dan kencang, vaginanya bersih tanpa bulu sedikitpun, Vera pandai merawat tubuhnya

Aku sedikit maju saat Vera duduk berendam di belakangku dan sontak membuat tubuhku menegang "relaks Ana, jangan tegang begitu, kita kan sama-sama perempuan"

"Akh iya"

Iya ya...kenapa aku bisa setegang ini

Tapi kenapa Vera memilih dibelakang ku? Kenapa tidak disamping ku?

Kurasakan payudaranya menempel di punggungku sedangkan kedus tangannya melingkar di perutku dan itu sontak membuat bulu kudukku merinding "apa kamu mau kupijat? Aku sedikit paham cara memijat"

"Maksudmu?"

Kedua tangan Vera beralih ke pundakku dan memijit pundakku dengan perlahan "apa enak?"

Tanpa sadar aku mengangguk karena pijatannya membuatku nyaman

Vera melanjutkan pijatannya di area leherku, dia melakukan pijatan leherku mulai dari bawah ke atas atau hingga batas rambut "aku cukup pintar kan?"

Aku mengangguk setuju, Vera sangat pintar memijat dan tangannya kini turun ke pahaku , dia semakin menempel kan payudara nya di punggungku

Vera mulai melakukan pijatan mulai dari paha bagian bawah ke atas, Vera meremas pahaku dengan tekanan yang sedang dan membuat gairahku naik, aku memejamkan kedua mataku perlahan saat tangan Vera naik menyusuri perutku dan berhenti tepat di kedua payudara ku

Kenapa pijatan Vera bisa senikmat ini

Vera meletakkan telapak tangannya pada kedua payudaraku lalu mulai lakukan pijatan pada kedua payudaraku yang menurutku lumayan besar, Vera sedikit memberikan tekanan kecil ke arah dalam dan membuatku menggigit bibir bawahku karena aku merasakan kenikmatan yang luar biasa

Tubuhku menggeliat pelan saat Vera melanjutkan pijatannya dengan menggosok payudaraku dengan gerakan memutar

"Akhhhh Ve..",desahku tak tertahankan

Tangan kanan Vera memijat searah jarum jam dan tangan kiri memijat ke arah sebaliknya "akhhhh shhhh Veee"

Kudengar nafas Vera berubah menjadi berat dan bibirnya kini menempel di tengkukku, ia menghisap tengkukku cukup kuat lalu mengecup leher kanan dan kiriku sedangkan tangannya masih memijat payudara ku "akhhh Vee shhhh uhhhh"

Ahhh aku terangsangg....ini menyiksaakuu

Bibir Vera kini menempel di telingaku "apa kamu menyukainya Ana?",bisik Vera lembut lalu bibirnya melumat daun telingaku sedangkan kedua tangannya kini turun kebawah dan berhenti di kedua paha bagian dalamku

"Akhhhhh", desahku saat tangan Vera menbelai vaginaku dan sontak aku menjapit tangannya dengan kedua pahaku

"Tenang sayang, percaya padaku",ucap Vera lalu membuka kembali kedua pahaku

Aku hanya mengangguk dan membiarkan tangan lembut Vera mengusap vaginaku dengan perlahan

Ah siall...ini nikmaatt

Aku menggigit bibir bawahku saat jari Vera menyentuh klitorisku dan memberikan tekanan ringan lalu menggerakkan nya dengan tempo lambat "akhhh Vee shhhh ouhhhh kenapaah sangat nikmat mphhhh"

Tangan kiri Vera menekan puting payudara ku dan memberikan sensasi nikmat yang belum pernah aku rasakan seumur hidupku

Denyut jantungku bertambah cepat bahkan otot dan vaginaku ikut berkontraksi, kulitku terasa nyeri dan bisa kurasakan wajahku memanas, vaginaku semakin berdenyut tidak karuan dan tubuhku mengejang "AKHHHHH VEEEEE"

Tubuhku benar-benar mengejang sekarang bahkan bisa kurasakan tubuhku menjadi sangat lemas dan bibir Vera mengecup tengkukku "kamu hebat sayang"

Kenapa tubuhku sangat lemas? Kenapa ini terjadi? Apa aku baru saja orgasme? Apa seperti ini rasanya orgasme? Kenapa bisa semikmat ini? Kenapa?

"Apa kamu menyukainya Ana?"

Aku mengangguk malu dan kututup wajahku dengan kedua tanganku , aku benar-benar malu sekarang, aku merasa tadi ada sesuatu yang keluar dari vaginaku

Apa aku pipis tadi?

Aku sontak menoleh kebelakang dan melihat Vera tersenyum manis kearahku "ayo keluar Ve, tadi aku pipis disini"

Kudengar Vera tertawa pelan dan mengecup bibirku singkat lalu menangkup kedua pipiku yang memanas "itu bukan pipis sayang, itu namanya orgasme, kamu baru saja orgasme"

Jadi benar aku orgasme? Jadi senikmat ini yang namanya orgasme?

"Ahhh aku malu Veee"

"Ululuh kamu menggemaskan sekali hummm?"

Vera mengecup kedua pipiku berulang ulang kali namun aku hanya menunduk malu didepan Vera "diam Veraa...."

Vera hanya mengangguk-angguk kecil lalu tersenyum menggoda kearahku "mau kita lanjutkan yang tadi?"

Melanjutkan apa? Mandi? Atau memijat?

Voted?
Komen?

Not Me (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang