Season 2 - 13

7.2K 734 81
                                        

"Aku punya penawaran untukmu Ana",ucap Clara pelan

Pandanganku menoleh kearah Clara yang sedang menarik nafasnya dalam-dalam "jauhi Ara dan aku akan memberitahu dimana ibu kandungmu itu berada, bagaiamana?"

Deg

Ibu kandungku? Bukannya ibu kandungku sudah mati karena kecelakaan disengaja oleh ibu Clara di jalan tol?

Tapi kenapa.....

Clara tersenyum tipis dan menaikan sebelah alisnya "bagaimana? Tertarik?"

Tunggu, darimana dia bisa tau siapa ibu kandungku? Apa dia dari dulu sudah tau siapa ibu kandungku? Terus dia menyembunyikan nya dariku? Tapi kalau seumpama nya ibuku masih hidup, ibuku sudah pasti mencariku selama bertahun-tahun yang lalu? Kenapa feelingku Clara itu berbohong ya? Mana mungkin ibuku masih hidup tapi dia gak mencari anak satu-satunya dan malah membiarkan anak satu-satunya menderita di keluarga orang?

Aku menggeleng pelan dan menarik nafasku dalam-dalam "kenapa kamu harus berbohong Clara? Kamu tidak perlu membawa-bawa ibu kandungku jika kamu ingin memisahkan ku dengan Ara"

Clara menatapku datar dan mengalihkan pandangannya kearah Katya yang sedang berpangku dagu menatap kami secara bergantian

Kurasakan genggaman erat di tanganku dan aku menoleh kearah Ara yang sedang menatapku, dia tersenyum manis "ternyata kamu gak begitu bodoh juga ya, apa kamu terlalu banyak belajar dari pengalaman menyakitkanmu itu sehingga kamu sudah pintar sekarang?"

"Enak aja, aku ini lulusan terbaik universitas negeri di salah satu universitas di Swiss lho", sangkal ku

Ara mengusap-usap poniku dan tersenyum manis "ya udah yuk masuk, jangan pedulikan 2 manusia yang suka selingkuh itu"

"Sial, kalian pikir aku obat nyamuk apa?",tanya Katya kesal

Aku menaikan sebelah alisku dan tersenyum miring "anda ngerasa? Kalau ngerasa ya bagus dong"

"Brengsek"

"Ara....aku hanya berbuat satu kesalahan tapi kenapa kamu sangat membenciku seperti ini? Ana saja menerima Katya yang dulu pernah seperti ku, kenapa kamu tidak memberikan ku kesempatan untuk berubah Ra?",ucap Clara tegas dan menusuk

Katya tertawa pelan "hahaha astaga Clara, Anaku dan Aramu itu berbeda, Ana itu terlalu dalam mencintai ku sehingga dia tidak mudah melupakan ku sedangkan Ara itu tidak cinta padamu makanya dia cepet move on, jadi kasusku dan kasusmu itu berbeda bodoh

Ara menatap Katya sinis "Kamu salah Katya, semua yang kamu ucapkan tentang ku itu berbeda"

Aku menatap ngeri tatapan Ara yang di tunjukan untuk Clara, tatapan seolah-olah ingin membunuh "aku terlalu dalam mencintai mu kak Clara, sampai aku lupa dengan diriku sendiri, saking dalamnya aku mencintaimu , aku selalu membelamu didepan kedua orangtuaku saat mereka membandingkan bandingkanmu dengan kak Bella, orangtuaku selalu menginginkan ku untuk menikah dengan kak Bella daripada denganmu, lalu apa yang kudapat dengan cintaku ini? Kesakitan, aku terlalu dalam sakit hati padamu karena cintaku juga terlalu dalam denganmu, bahkan bekas luka ini masih ada di hatiku kak Clara karena luka ini terlalu dalam, semakin aku mengingatmu, semakin dalam rasa sakit hatiku, aku tau perjuangan mu selama ini untukku kak, tapi aku juga tau kita dekat karena kamu yang menyelamatkan ku dari kejaran kak Bella, aku berfikir selama ini aku hanya berhutang budi padamu makanya saat itu aku tidak ragu menolak lamaranmu, aku tidak ragu memilihmu dan tidak ragu untuk percaya padamu, tapi ternyata keraguanku ini salah total, aku berhasil keluar dari kandang buaya tapi aku malah masuk kekandang harimau"

"Aku bukan Ara yang dulu kak Clara, Ara yang dulu sudah mati karena kamu bunuh sendiri"

Deg

Duh kenapa aku jadi ikut sakit hati sih, kan yang disakiti Clara itu Ara bukan aku, aku mah disakiti Katya si manusia tembok besar Cina yang datar dn flat

Ara memejamkan kedua matanya dengan erat "aku tau manusia tidak jauh dari kesalahan dan dosa kak, aku tau seharusnya aku mengerti perjuangan mu yang selalu menginginkan aku kembali padamu kak Clara, tapi maaf.... aku tidak bisa, nasi sudah menjadi bubur dan aku tidak suka bubur yang sudah menjadi bekas orang lain"

Aku terdiam melihat kedua tangan Clara mengepal kuat "kamu seharusnya ngaca Ara, kamu dulu juga bekas Bella tapi aku menerimamu, kenapa kamu tidak bisa menerima ku juga? Kamu egois, kamu juga menikmati permainan Bella kan? Jangan menjadi perempuan brengsek Ara"

Deg

Duh kenapa jadi makin panas sih, kenapa berantemnya gak di dalam kulkas aja biar adem dan gak panas

"Ya, aku menikmati permainan kak Bella untukku, tapi aku tidak menyerahkan tubuhku ke kak Bella atas kemauanku sendiri, tapi karena pemaksaan dan penyiksaan dalam bercinta itu akan sangat menyakitkan, aku melakukannya karena aku terpaksa dan cari aman, aku melakukannya agar dia mengalihkan perhatiannya dariku, aku tidak mau munafik juga kalau aku tidak menikmati permainan kak Bella, aku sangat menikmatinya, walaupun aku menikmati nya, tapi aku tidak menyerahkan tubuhku sendiri setelah aku bebas dari penculikan itu, aku juga melakukannya di luar hubungan kita, di luar status pernikahan kita kak, bukan seperti mu yang melakukannya di atas status pernikahan kita, kamu sama sekali tidak memikirkan perasaan ku"

Kak Clara sontak terdiam ,bibirnya terkatup rapat , aku bisa melihat tatapan sendu dari Ara, tatapan yang menunjukan sebuah kesakitan yang amat dalam, luka yang sudah lama di pendam mendadak harus terpaksa digali lagi, kasihan tukanh gali kuburnya yang harus menggali lagi luka lama yang sudah mati

Dengan pelan kuelus punggungnya dan kulihat Ara menunduk dalam "kalau kamu ingin mempunyai anak dari darah dagingmu sendiri kenapa kamu tidak bilang padaku? Kita bisa melakukan program bukan bercinta sendiri dengan pria lain, apa saat kamu bercinta dengan pria lain kamu tidak memikirkan ku? Tidak memikirkan perasaan ku? Setitik pun kamu tidak memikirkan perasaanku kak Clara, jika kamu memikirkannya kamu tidak mungkin hamil"

"Aku berani bertaruh kak kalau kamu melakukannya lebih dari 4 kali dengan pria itu",sahut Ara dengan tegas

"Tapi Ara...."

Ara menghela nafas kasar "stop kak, lebih baik kamu kembali dengan pria itu, anakmu butuh kasih sayang dari ayah kandungnya sendiri bukan dariku, jadi tidak ada gunanya memintaku kembali padamu"

"Aku hanya ingin kamu Ara"

Ara menggeleng pelan "tidak, walaupun kamu berhasil memilikiku , apa kamu yakin aku akan bahagia? Tidak kak....aku tidak akan bahagia karena aku akan selalu teringat penghianatan itu walaupun aku sebenarnya tidak mau mengingatnya"

Okey, pembicaraan kali ini berjudul 'Sakit Di Balik Jeruji Pagar'

"Ara, aku mohon beri aku kesempatan"

Ara menggeleng cepat "tidak, dan tolong kalian berdua yang hobi selingkuh segera pergi dari luar pagar rumahku, jika tidak aku akan telpon polisi dengan tuduhan pemalingan berencana"

Eh.... pemalingan berencana? Emang ada? Tapi seriusan orang sekaya mereka mau maling di rumah Ara?

Kalau aku jadi Ara akan melaporkan atas tuduhan perselingkuhan sampai brojol

Ara menarik tanganku dan membawaku masuk kedalam rumahnya, saat hendak menaiki tangga, dengan lembut kutahan tangannya dan membuat Ara menoleh kearahku "ada apa hum?"

"Kamu yakin tidak ingin kembali dengan Clara?"

Ara menghela nafas kasar dan menghempaskan tanganku dengan kasar "brengsek, kamu memang gak peka Ana, kamu gak peka sama perasaan ku"

Kedua alisku terangkat bingung saat Ara berjalan meninggalkan ku yang masih berdiri tegang eh berdiri tegak di tangga

Jdeerrr

Aku meringis ngeri dengan suara benturan pintu itu, takut aja nanti kalau rumah ini bisa ambruk secara tiba-tiba, kan bahaya....apa aku benar?

Aku sontak melihat sekeliling rumahku untuk memastikan dinding rumah ini tidak retak, soalnya kalau retak dan ambruk nanti aku akan menginap di rumah siapa? Aku kan gembel sekarang

Duh gini amat nasib gembel , eh tapi tunggu.....apa Ara tadi marah? Tapi marah kenapa? Terus aku gak peka soal perasaan nya itu maksudnya apa? Apa dia berfikir aku tidak peka dengan rasa sakit yang dibuat Clara untuknya?

Voted?
Komen?

Not Me (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang