Assalamualaikum
Kangen siapa nih? 3A? Ciki?
Ngehehe
Happy Reading
***
Aura menatap penuh sengit sebuah kertas yang berada di atas mejanya. Sebuah rasa malas mengerjakan membuat kertasnya kosong sejak sepuluh menit yang lalu.
Sebuah mata pelajaran bahasa Inggris. Aura tahu jawabannya, dia juga bisa saja mengerjakan semuanya langsung. Tapi Aura malas menggerakkan tangannya untuk menulis. Benar-benar malas.
"Kenapa gak ngerjain pakai komputer aja, tinggal klik-klik selesai hore" Gumam gadis itu, kini menyandarkan kepalanya di atas meja.
"Waktu mengerjakan tinggal 20 menit" Ucap seorang guru penjaga di dalam kelas.
"Berisik" Aura mengunyah coklat yang dibukakan oleh Azka dari meja belakang.
Seseorang mengambil kertas milik Aura dan mengisinya dengan jawaban yang ia miliki. Tentu saja dengan beberapa kata yang berbeda.
"Cinta banget sama Kak Arka Auratuh"
"Hm" Arka hanya berdehem saja.
Azka sudah tertidur dengan lembar jawaban yang penuh. Meskipun otaknya dipenuhi gadis dan wanita cantik, Azka juga pintar dalam mata pelajaran apapun kecuali Mtk.
"Yang sudah selesai boleh keluar"
Seketika Azka beralih duduk tegak dengan mengusap sudut bibirnya. Laki-laki itu berdiri untuk mengumpulkan kertas jawaban dan keluar dari kelas juga tidak lupa mengedipkan sebelah matanya kepada para gadis.
"Cih, pasti mau kencan" Gumam Aura dengan tatapan sinis.
"Tenang sayang, Kita kencan juga nanti setelah selesai" Celetuk Evin di bangku belakang.
Evin mengangkat alis menggoda Aura, yang dibalas flying kiss oleh Aura membuat Evin terkekeh renyah.
Ampun. Batin Evin saat mendapati tatapan datar dari Arka. Laki-laki itu segera menunduk untuk menjawab soal ujian. Kegalauan Arka berhimbas kepada semua orang kecuali termasuk Aura tadi pagi, meskipun hanya sebuah lirikan, tapi itu sangat jarang terlihat dari Arka untuk Aura.
"Auraa~" Aura menoleh saat mendengar sebuah panggilan dengan nada pelan dari arah pintu.
"Udah belum?" Nyra bertanya dengan pelan, menyembunyikan setengah badannya agar tidak terlihat oleh penjaga.
Aura menggeleng sebagai jawaban, si bungsu Casio itu segera menoel kakak pertamanya dan meminta kertas jawabannya dikembalikan. Aura kemudian menulis dengan cepat, membaca soal kemudian langsung menulis jawabannya.
Setelah selesai dia segera berdiri dan mengumpulkannya di meja penjaga. Langsung memeluk lengan Nyra saat sampai di luar kelas.
"Aura mau makan luxury flats, ayo ke kantin" Nyra mengangguk semangat. Mereka berdua berniat menghabiskan waktu seharian karena lama tidak bertemu.
"Ajak Kak Kania gak apa 'kan?"
"Kania siapa? Teman kamu?"
"Teman sekaligus calon kakak ipar"
"Calon kakak ipar? Pacarnya Arka ya?" Nyra menatap Aura dengan pandangan yang Aura tidak mengerti.
"Bukan, Kak Kania pacarnya Kak Azka"
Aura melihat Nyra menghela nafas kecil. Sebenarnya Aura tidak tega untuk mengatakannya, tapi dia harus.
"Kalau pacar Kak Arka lagi di Jepang"
KAMU SEDANG MEMBACA
3A
Genç KurguArka, kakak pertama di antara mereka bertiga. Tampan, cuek, pintar, sayang Aura. Azka, kakak kedua. Tampan, jahil, fucekboy, sayang Aura. Aurora, atau sering dipanggil Aura. Si bungsu kesayangan keluarga dan kakak-kakaknya. Apapun permintaannya, s...
