FOLLOW Leecikiciki DULU!!!
***
Lima dokter dan lima suster sudah siap di ruang UGD, menunggu pasien penting mereka yang masih dalam perjalanan. Lima dokter laki-laki itu membuka mata dengan lebar, berdoa dalam hati agar tidak membuat kesalahan nanti.
"Pasien sudah datang, tolong siapkan alatnya!" Ucap seorang suster dengan wajah panik.
Beberapa menit kemudian Azka yang tidak sadarkan diri dimasukkan ke ruang UGD. Lima dokter memperhatikan kondisi Azka yang mereka ragukan bisa selamat.
Salah satu suster membersihkan wajah Azka yang berlumuran darah.
Benturan di kepala dan dada yang cukup keras, dan juga beberapa luka bakar di punggung, sebelah tulang kaki yang patah karena terjepit.
Lampu luar ruangan UGD menampilkan warna merah yang menandakan operasi sudah dimulai.
Di ruang UGD yang lain, Rebecca kembali sadar dengan kondisi yang lemah. Sama seperti Azka, kepala Rebecca bocor dan mengalirkan darah yang deras.
Sebagian dokter melakukan operasi caesar dan sebagian menjahit kepala Rebecca.
Dokter tidak membius Rebecca karena mereka tahu kalau Rebecca sudah mati rasa akibat rasa sakit yang berlebihan.
Violet duduk di ruang tunggu dengan kaki dan tangan yang gemetar.
Anggota keluarga yang lain diam tidak bersuara, mereka mengkhawatirkan Azka dan Rebecca yang sama-sama dalam kondisi kritis.
Wajah datar Arka berbanding terbalik dengan isi hatinya, dia tidak bisa berhenti berdoa untuk keselamatan Azka, adiknya.
"B-bos"
Violet menoleh, memperhatikan Rian dan Vian yang dibantu berjalan oleh anggota lain.
Kondisi Rian dan Vian cukup parah, mereka berdua sama-sama tertembak peluru di bagian dada dan lengan. Mereka berdua menolak dibawa ke ruang UGD karena ingin bertemu dengan Violet.
Rian dan Vian bersujud meminta maaf kepada Violet, merasa menyesal karena tidak bisa menjaga Azka dan Rebecca.
Kesetiaan Rian dan Vian sudah turun temurun dari ayah mereka yaitu Mark yang dulunya anggota kepercayaan Fira.
"Maafkan kami boss, kami siap menerima hukuman" Ucap Rian sebagai kakak dari Vian, mereka berdua masih bersujud di lantai dan meminta maaf.
"Bukan salah kalian, tapi kalian akan tetap mendapat hukuman. Hukumannya adalah Aku akan melatih kalian lebih keras lagi"
"Kami siap menerima bos!"
"Dengan kondisi kalian sekarang? Jangan bercanda"
"Bawa mereka berdua, peluru itu masih tertancap di dadanya"
"Baik bos"
Dua anggota lain mengangguk patuh dan segera membawa Rian dan Vian yang mulai kehilangan kesadaran.
Zero memperhatikan Violet yang sedang menggigit jari tangannya, Zero juga bisa melihat kalau kaki dan tangan Violet masih gemetar.
Laki-laki itu segera menarik tubuh Violet dan memeluknya, dia tahu Violet menahan tangisannya karena semua anggota berada di sampingnya, Violet menahan tangisnya karena tidak ingin membuat yang lain semakin khawatir.
KAMU SEDANG MEMBACA
3A
Подростковая литератураArka, kakak pertama di antara mereka bertiga. Tampan, cuek, pintar, sayang Aura. Azka, kakak kedua. Tampan, jahil, fucekboy, sayang Aura. Aurora, atau sering dipanggil Aura. Si bungsu kesayangan keluarga dan kakak-kakaknya. Apapun permintaannya, s...
