3A - 39

18.2K 1.9K 147
                                        

Siapkan hati dan pikiran kalian

Kalau menurut ciki, kalian pasti bisa nebak sendiri sih

SPAM YOK!!








***



Azka memainkan pipi bulat Alexa yang duduk anteng di pangkuannya. Seperti biasa, balita itu menonton televisi dengan diam. Karena itu, siapapun mau-mau saja saat disuruh untuk menjaga Alexa saking diamnya balita tersebut.

"Alexa, Kau lapar tidak?"

"no, no"

"Really? Aku mendengar perut kecilmu berbunyi tadi"

"no" gumam Alexa dengan suara imutnya.

Cih. Azka mendecih pelan. Gengsi balita di pangkuannya cukup besar. Sama seperti sifat Zero.

"Kak Azka punya kentang rebus, Kau mau?"

Alexa menoleh dengan cepat, balita itu mengangguk membuat pipi gembulnya bergetar pelan.

"Tu tu" ocehnya yang diangguki Azka.

"Kau boleh makan beberapa"

Alexa mulai memakan kentang rebusnya. Azka menatap aneh Alexa. Dari mana rasa enak dari kentang rebus?

Ponsel Azka berdering, laki-laki itu menoleh acuh membaca nama seseorang yang menghubunginya.

"Halo Rebecca?"

"Hai babe, Kau ada waktu sekarang?"

"Aku pengangguran, tentu saja ada waktu banyak. Kenapa?"

"Kau merendah untuk meninggal? Jemput Aku di kampus. Aku ingin bermain dengan Alexa"

"Tidak gratis"

"I know it, nanti malam saja"

"Tunggu lima belas menit, Aku akan datang"

"Okay, love you babe"

"Love you too"

Azka mengecup layar ponselnya kemudian mendudukkan Alexa di sofa sendirian. Laki-laki itu berlari menuju kamarnya untuk berganti pakaian. Setelah berganti pakaian, Azka mengambil gendongan bayi hipseat milik Alexa.

Azka menggendong Alexa dengan gendongan depan, balita itu mengunyah kentangnya sambil menyandarkan kepalanya ke dada Azka. Laki-laki itu membersihkan kedua tangan Alexa dengan tisu agar balita itu tidak risih.

"C'mon babe, kita akan menyusul calon kakak iparmu. Oh bukan, namanya Rebecca"








***






Arka memeluk Tasya dengan erat, setinggi apapun Tasya sekarang dia tetap menjadi gadis mungilnya Arka.

"Oh god, i miss u so much"

Masih dengan pelukan eratnya, Arka mengusap air matanya dengan cepat agar Tasya tidak melihatnya yang meneteskan air mata kerinduan.

"How am i now?"

"Like an angel, you are mine"

Tasya terkekeh saat Arka menggendong dan mendudukkan bokongnya di meja kerja laki-laki itu. Arka menyejajarkan wajah mereka berdua dan melahap bibir mungil tebal Tasya.

3ATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang