Voment nya makin dikit nih. 3A sampek 10 part aja ya? Ciki lanjut cerita Brandon aja.
Maaf kalo lama, ciki kemarin demam gara2 mandi jam 7 pagi pakek air dingin. Beneran gak bisa mandi pakek air dingin, harus air hangat, manja bat badan ciki :v
Happy Reading
---
"Siapa sih? Jelek banget." Gumam Azka sambil memperhatikan Serly dari atas kepala sampai ujung kaki.
"Iya kak, jelek banget. Kulus kayak lanting pohon" Ucap Aura menyetujui ucapan Azka.
"Sssuutt" Arka menutup kedua bibir adiknya dengan gemas.
Serly melepas pelukannya kepada Zero, kemudian menunduk menatap Azka dan Aura yang juga menatapnya remeh.
"Apa? Peluk-peluk daddy kayak kenal aja" Tantang Azka dengan mata melotot sebal. Beralih menatap Violet yang kini tersenyum sangat cantik kepadanya.
"Heh!" Serly berteriak tidak terima. Wanita itu berteriak saat Aura memukul tulang keringnya menggunakan i-Pad.
"Jangan teliak sama Kak Azka!" Gadis kecil itu melototkan matanya. Menampilkan kelereng ungu gelap yang terlihat dingin dan menyeramkan.
"Ayo Zero" Ajak Violet kepada Zero. Laki-laki itu mengangguk dan menggendong Arka dan Azka bersamaan. Sedangkan Violet menggendong Aura yang masih menatap tajam Serly.
Violet melirik orang-orang berpakaian hitam yang masing-masing berada di pojok ruangan, orang-orang itu mengangguk kemudian menghilang dari tempat mereka.
"Sialan" Desis Serly sambil mengusap tulang keringnya. Kemudian menatap tajam pengunjung yang menertawakannya.
Seorang laki-laki lumayan tampan menghampiri Serly, di lehernya terdapat tato mawar hitam kecil yang sangat indah.
"Aku bisa membantumu mendapatkan laki-laki bernama Zero" Ucap laki-laki tampan itu kepada Serly.
"Benarkah? Kau mau membantuku?" Tanya Serly dengan mata berbinar. Laki-laki tampan itu tersenyum manis.
"Tentu, ikutlah denganku. Aku akan membantumu" Membantu agar Kau hidup dengan tenang. Masih dengan senyuman manisnya. Laki-laki itu menuntun Serly masuk kedalam mobil.
Sedangkan itu, Azka membolak-balik sampul komik yang ia pegang. Membaca judul dan melihat sampul yang sedari tadi belum ada komik yang menarik perhatiannya.
"Nanatsu No Taizai, season tiga" Ucap Azka membaca judul sampul komik yang kini berhasil menarik perhatiannya. Bocah itu tersenyum kemudian membawa komik ke kasir.
"Udah?" Tanya Zero, lelah menunggu Azka sejak sepuluh menit yang lalu. Azka mengangguk kecil, senyuman aneh dari putra keduanya membuat Zero curiga.
"Mau apa lagi?" Tanya Zero memperhatikan ketiga anaknya yang kini saling berpandangan bingung. Kemudian Aura menatap Violet yang memakan oreo supreme.
"Oleo supleme" Ucap Aura sangat pelan, yang disetujui oleh Arka dan Azka.
"Oke, oreo supreme sepuluh bungkus" Ucap Zero kepada pramuniaga yang setia menemani keluarga Casio itu. Pramuniaga mengangguk dan segera membungkus pesanan Tuan Tampan itu.
Azka menatap Violet yang sudah memakan oreo supreme sejak sepuluh menit yang lalu, bocah itu menghampiri Violet.
"Minta dong mommy" Ucap Azka sambil membuka mulutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
3A
Novela JuvenilArka, kakak pertama di antara mereka bertiga. Tampan, cuek, pintar, sayang Aura. Azka, kakak kedua. Tampan, jahil, fucekboy, sayang Aura. Aurora, atau sering dipanggil Aura. Si bungsu kesayangan keluarga dan kakak-kakaknya. Apapun permintaannya, s...
