3A - 29

19K 2.2K 170
                                        

Assalamualaikum

Sui gak ngenteni ciki update?

Part 30 end, oke?


***

Hari ini, tepat hari sabtu. Di Casio High School sedang di hebohkan dengan berita kematian dari dua siswi anggota cheerleader yang begitu mengenaskan.

Sebut saja Restya dan Selvani.

"Aku dengar beberapa hari yang lalu dia melabrak Kania"

"Azka pernah mengatakan kalau ada yang mengganggu Kania, sama dengan mengganggu dirinya"

"Bukankah kejadian ini sering terjadi? Setiap ada murid yang mengganggu keluarga Casio, keesokan harinya akan ditemukan meninggal"

"Tapi ini berbeda, sangat-sangat mengenaskan"

Azka menyumpal kedua kuping Kania dengan earphone, gadis itu menikmati suara musik dari earphone Azka yang satu selera dengannya.

Kedatangan Azka yang sedang merangkul Kania menjadikan mereka berdua pusat perhatian, tidak merangkul 'pun mereka pasti tetap menjadi pusat perhatian.

Arka dan Aura sedikit datang terlambat karena keterlambatan Evin bangun.

Sebenarnya bisa saja Arka meninggalkan Evin, tapi Aura merengek dan terus berteriak untuk berangkat bersama Evin.

"Nah udah sampai, earphone-nya mau Kamu pakai?" Azka melepaskan earphone yang Kania gunakan, jemari laki-laki itu bergerak untuk menata rambut Kania yang sedikit berantakan.

"Emang boleh?" Kania bertanya ragu, pasalnya earphone milik Azka terlihat sangat mahal.

"Boleh banget dong, nih. Ponselnya Kamu pegang aja"

"Loh, nanti kalau ada hal yang penting gimana?"

"Gak akan, sana masuk, bentar lagi bel"

Kania mengangguk, memegang erat ponsel Azka karena takut ponsel itu lepas dari tangannya kemudian meluncur ke lantai dan membuatnya hancur. Kania menggeleng kecil, membayangkan ponsel mahal di tangannya jatuh dan hancur membuatnya merinding.

Azka tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Kania tanda pamit.

Sedetik kemudian Azka melirik beberapa siswa yang menatapnya dengan patuh, tatapan itu berarti 'Jaga Kania'. 

Kania mendengarkan musik sambil mengangguk kecil, sedangkan sebagian murid sedang menatapnya sambil berbisik-bisik. Tapi Kania acuh, dia terlalu semangat mendengarkan musik.

Kania mengerjap, sebuah panggilan masuk melalui ponsel Azka.

Gadis itu membisu.

Membaca nama yang tertera di ponsel mahal Azka.

Incoming Call📲

Erina💓

***

"Makanya kalo denger suara alarm itu bangun! Jangan tidur lagi!"

"Iya Evin salah, maafin Evin"

"Kita hampir telat gara-gara Evin"

"Maaf"

"Lain kali jangan diulangi lagi"

"Iya sayang"

3ATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang