Fajri fokus mengendarai mobilnya menembus jalanan ibu kota yang cukup ramai, hanya ada keheningan didalam mobil tersebut membuat Riska sedikit tidak nyaman.
"Ngomong kek Ji, hening banget. " ucap Riska
"Terus gua harus ngomong apa." ucap Fajri
"Ya apa kek biar kagak garing banget." ucap Riska
"Lagi puasa ngomong gua. " ucap Fajri
"Apaan sih, ngomong gak berbayar ini kan. " ucap Riska
"Udah ah gua mau fokus nyetir aja. " ucap Fajri
"Lo beda sekarang. " ucap Riska membuat Fajri tiba tiba menghentikan mobilnya
"Aww, jangan berhenti mendadak dong. " ucap Riska
"Sorry, tadi gua lihat kucing mau nyebrang. " ucap Fajri
"Sakit banget. "
"Mana coba sini gua lihat, takut ada yang memar. " ucap Fajri mendekati Riska
"Gua udah gak apa apa kok." ucap Riska menjauhi Fajri
"Ya udah kalau gitu. " ucap Fajri kembali menyetir
Riska memalingkan wajahnya menatap kearah luar, dia tak bisa menutupi kegugupannya saat Fajri mendekatinya tadi.
****
Fiki dan Shandy berjalan menuju parkiran kampus menuju mobil Fiki. Dibukanya pintu mobil Fiki namun tak bisa terbuka.
"Shan kok gak bisa dibuka sih mobilnya. " ucap Fiki
"Kan masih lo kunci pintunya Fikiw. " ucap Shandy
"Oh iya lupa. " ucap Fiki mencari kunci mobilnya
"Udah ayo cepat Fik buka kuncinya." ucap Shandy
"Shan kok kunci mobil gua gak ada ya. " ucap Fiki
"Yang benar lo jangan bercanda. " ucap Shandy
"Beneran Shan, duh kayaknya tadi jatuh deh. " ucap Fiki
"Coba ingat ingat jatuh dimana. " ucap Shandy
"Kalau gua ingat jatuhnya dimana namanya bukan hilang Jamal." ucap Fiki
"Ya udah kita usaha aja dulu cari. " ucap Shandy
"Nih kunci mobil lo. " ucap Keysa datang menghampiri Fiki dan Shandy
"Kok bisa ada di lo kuncinya?" tanya Fiki
"Tadi tuh kuncinya jatuh pas lo pergi, makannya jadi orang jangan ceroboh." ucap Keysa
"Kok lo ngatain gua ceroboh. " ucap Fiki
"Suka suka gua dong, ya udah nih kuncinya. " ucap Keysa memberikannya kepada Fiki
"Ya udah sana pergi. Oh gua tau, lo mau nebeng kan. " ucap Fiki
"Dih ogah. " ucap Keysa
Shandy tidak memperdulikan perkelahian dihadapannya, dia malah fokus ke seseorang yang berjalan kearahnya.
"Fik, Fik, Fik. "

KAMU SEDANG MEMBACA
TRUE LOVE [END]
Teen FictionBagi Zweitson tidak ada yang namanya cinta apalagi cinta sejati. Baginya cinta hanyalah sebuah permainan dan buang buang waktu. Namun apa jadinya jika dia bertemu dengan Arsya seorang cewek yang sangat percaya dengan adanya cinta sejati.