Empat Puluh Sembilan

177 38 0
                                        

Chelsea menepati janjinya untuk meminta maaf kepada Arsya, namun keraguan masih menyelimuti hatinya. 

Chelsea melihat Arsya yang sedang duduk membaca buku di taman kampus.

"Duh kok susah banget sih mau samperin doang. "

Fenly datang menghampiri Arsya membuat Chelsea mengurungkan niatnya untuk menghampiri Arsya.

"Nanti aja deh." ucap Chelsea

"Lo ngapain minta gua kesini. " tanya Fenly

"Lo duduk disini dulu. "

"Mau ngapain sih. "

"Udah duduk aja. "

Arsya pergi meninggalkan Fenly yang duduk dibangku taman. Arsya bersembunyi tak jauh dari taman tersebut.

Tak lama kemudian Zweitson dan Fajri datang dan duduk dibangku taman tepat dibelakang Fenly.

"Nah sekarang tinggal gua kirim deh." ucap Arsya mengambil ponselnya untuk mengirimkan sebuah video

Fenly, Fajri dan Zweitson yang mendapatkan chatt dari Arsya langsung membukanya. Mereka menonton video yang berisikan kebersamaan ketiganya, seketika mereka merindukan momen momen indah itu.

"Kok gua jadi kangen sama Fenly." batin Fajri

"Gua pengen kita kayak dulu lagi. " batin Zweitson

"Gua jadi makin rindu sama kalian berdua. " batin Fenly

"Gua mau kita kayak dulu lagi. " ucap Zweitson, Fajri dan Fenly

"Loh kayak ada suaranya Fenly? "

"Itu bukannya suaranya Fajri sama Zweitson. "

Fenly menengok kearah belakang dan mendapati Zweitson dan Fajri yang juga menengok kebelakang.

"Jadi daritadi lo disitu Fen. "

"Kalian juga daritadi disini. "

"Jangan bilang kita.... "

"Ya kalian benar, semuanya adalah rencana dari gua. " ucap Arsya berjalan menghampiri Fenly, Fajri dan Zweitson

"Arsya? "

"Gua tau kalian mau kan kayak dulu lagi, Fenly sudah menceritakan semuanya. Mau sampai kapan kalian hidup didalam kesalahpahaman. "

"Son, Ji, maafin gua ya. Dulu gua egois banget ya. "

"Kita udah lama kok maafin lo, iya gak Son. "

"Son, lo masih marah ya sama gua. Kok diam aja. "

"Sebenarnya masih kesal dikit sih, tapi kan gak ada gunanya juga hidup dalam permusuhan. "

"Jadi kalian mau kan maafin gua."

"Mau dong... "

"Makasih ya, kita kembali sahabatan nih. " ucap Fenly merangkul Fajri dan Zweitson

"Iya dong..."

"Jangan lupain gua dong. " ucap Arsya

"Makasih ya Sya. "

"Sama sama Fen."

"Fenly... "

"Eh kalian bertiga. "

"Lo gak akan lupain kita kan? " tanya Gilang

"Ya ampun guys, gak mungkin lah. Kita semua adalah sahabat. " ucap Fenly

"Janji ya jangan tinggalin kita. " ucap Ricky

"Gak akan kok, adanya tuh kalian yang suka tinggalin gua gara gara asik bucin. "

TRUE LOVE [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang