Arsya terdiam didalam kamarnya, Zweitson yang khawatir akan kondisi Arsya mengintip dari celah pintu dan melihat Arsya yang sedang menulis sambil menangis.
"Sya... "
"Eh Son." ucap Arsya dengan cepat menghapus air matanya
"Gak usah dihapus."
"Gua jelek kalau lagi nangis. "
"Kata siapa? Wajar aja kali kalau kita nangis. "
"Iya sih. "
"Lo nangis kenapa? "
"Gua baru aja kehilangan seseorang Son. "
"Lo yang sabar ya, pasti sekarang dia udah tenang disana. "
"Makasih ya. "
"Udah malam nih, makan dulu yuk. "
"Tumbenan lo nyuruh gua makan sampe nyamperin gua kayak gini. "
"Ya gua khawatir aja lo gak keluar keluar kamar. "
"Gua perhatiin kok kayaknya makin lama lo perhatian banget ya sama gua."
"Emangnya salah apa gua perhatian sama lo. "
"Aneh sih kalau menurut gua."
"Terserah lo aja, kalau gak mau makan ya sudah. "
"Eh Son tunggu. "
****
Terlihat seseorang menatap ponselnya lalu menelpon orang lain.
"Gua mau malam ini foto itu dicetak dan disebar luas. "
Keesokan harinya Zweitson dan Arsya tampak kebingungan karna orang orang menatap keduanya dengan tatapan aneh.
"Son itu kenapa pada ngeliatin kita?"
"Gak tau Sya gua bingung. "
"Zweitson, Arsya. " panggil Riska
"Sya, jalan aja yuk. " ajak Zweitson
"Eh tapi itu Riska manggil. " ucap Arsya
"Gak penting. "
"Zweitson, Arsya tunggu. " ucap Riska
"Apaan sih Ris, gua mau ke kelas nih." ketus Zweitson
"Itu di mading, kalian berdua lagi jadi pembicaraan orang orang. " ucap Riska
Dengan cepat Zweitson menarik Arsya ke mading kampus. Disana sekerumunan orang sudah memadati mading. Zweitson tampak terkejut melihat berita tentang dirinya dimading.
"Apa apaan ini. " ucap Zweitson mencabut semua foto yang tertempel
"Wah gak nyangka ya ternyata selama ini Zweitson cowok yang gak benar. "
"Bisa bisanya dia tinggal serumah sama cewek. "
"Ceweknya juga kegenitan banget. "
"Malas ah, udah gak respek sama Zweitson. "
"Artis kok kayak gitu. "
Arsya terdiam, dia tak dapat berkata apa apa. Dia merasa sangat bersalah karna telah menghancurkan karir Zweitson. Tak lama kemudian Fajri, Fiki dan Shandy datang menghampiri Zweitson.

KAMU SEDANG MEMBACA
TRUE LOVE [END]
Teen FictionBagi Zweitson tidak ada yang namanya cinta apalagi cinta sejati. Baginya cinta hanyalah sebuah permainan dan buang buang waktu. Namun apa jadinya jika dia bertemu dengan Arsya seorang cewek yang sangat percaya dengan adanya cinta sejati.