Keysa duduk terdiam menatap sepatu couple miliknya dan Fiki, dia berpikir sampai kapan Fiki menghindarinya. Apakah dirinya harus mulai melupakan Fiki?
Sementara itu Fiki tiba tiba memikirkan Keysa, dirinya sangat merindukan Keysa, ingin rasanya Fiki melepaskan semua rasa rindu yang semakin tertampung didalam hatinya.
"Key, gua kangen sama lo. " ucap Fiki duduk menatap rembulan
Nadya dan Shandy sedari tadi mengintip Fiki dari luar kamar Fiki. Mereka berdua sangat kesal dengan sikap Fiki yang labil.
"Kesal banget gua ama abang lo. " ucap Shandy
"Jangankan lo, gua aja yang adeknya gedeg banget. " ucap Nadya
Fiki mengambil ponselnya dan mencari nomor Keysa. Dipencetnya nomor tersebut, namun dengan cepat Fiki segera mematikannya. Kemudian Fiki mengetikan beberapa kata di ponselnya.
"Greget banget gua sama Fiki." ucap Shandy
"Apa susahnya coba bilang kangen. " ucap Nadya berjalan pelan menghampiri Fiki
Nadya melihat Fiki yang tampak ragu mengirimkan isi chat yang telah diketikannya. Nadya yang sudah tak tahan langsung memencet tombol kirim diponsel Fiki.
"Yah Nad, jadi kekirim kan. " ucap Fiki ingin menghapus pesan diponselnya
"Eits, gak secepat itu. " ucap Shandy dengan cepat merebut ponsel Fiki
"Eh balikin dong, gua mau ngapus chatnya dulu. " ucap Fiki
"Kalau kangen tuh diungkapin, bukan dipendam aja. Lo cowok bukan. " ucap Shandy
"Lo pikir segampang itu. " ucap Fiki berhasil merebut ponselnya
Keysa terkejut mendapatkan notif dari ponselnya, terlihat isi Chat dari Fiki yang berisikan bahwa dia merindukannya. Keysa tersenyum membaca chat dari Fiki. Keysa mengetikan balasan untuk chat Fiki.
Terdengar suara notif dari ponsel Fiki, Nadya melihat notif balasan dari Keysa.
"Waw di balas sama Keysa." ucap Nadya begitu histeris
"Gak penting. " ucap Fiki
"Aneh lo. " ucap Shandy
"Udah deh lo berdua pacaran aja sana di luar, jangan ganggu gua. " ucap Fiki mendorong Shandy dan Nadya keluar dari kamarnya
Fiki menutup pintu kamarnya dan kembali terduduk, tanpa sadar Fiki tersenyum membaca balasan chat dari Keysa. Dirinya tak menyangka Keysa akan membalas chatnya.
Fiki membaringkan tubuhnya dan menatap langit kamarnya yang dipenuhi oleh tempelan bintang dan bulan.
"Apa gua harus memulai semuanya kembali dari awal? " tanya Fiki
****
Zweitson terduduk diam menatap kosong ke arah depan. Dia teringat akan ucapan seseorang beberapa tahun yang lalu.
Arsya menghampiri Zweitson dan ikut duduk disampingnya. Zweitson tak menyadari kehadiran Arsya disampingnya.
"Son, lo kenapa?" tanya Arsya
"Gua gak apa apa kok. " jawab Zweitson dingin
"Dikirain udah baik, taunya balik lagi nyebelinnya. " batin Arsya
"Lo kenapa diam? " tanya Zweitson
"Lo kan diam aja, ya gua ikutan. " jawab Arsya
"Ya jangan dua duanya lah, nanti kalau dua duanya diam terus kesambet siapa yang mau sadarin. " ucap Zweitson
KAMU SEDANG MEMBACA
TRUE LOVE [END]
Fiksi RemajaBagi Zweitson tidak ada yang namanya cinta apalagi cinta sejati. Baginya cinta hanyalah sebuah permainan dan buang buang waktu. Namun apa jadinya jika dia bertemu dengan Arsya seorang cewek yang sangat percaya dengan adanya cinta sejati.
![TRUE LOVE [END]](https://img.wattpad.com/cover/258753977-64-k275868.jpg)