Fiki merasa sedikit bersalah telah meninggalkan Keysa begitu saja, dirinya merasa serba salah. Semakin dirinya berusaha menjauh dari Keysa semakin dekat dirinya dengan Keysa.
Fiki duduk terdiam didepan ruangan Zweitson, Fiki merasa tak tenang meninggalkan Keysa begitu saja. Akhirnya Fiki memutuskan kembali menyusuli Keysa.
Dilihatnya Keysa yang masih berdiri terdiam didepan rumah sakit, rintik hujan mulai turun secara perlahan. Fiki menjadi tak tega melihatnya.
"Duh gimana caranya gua pulang coba kalau hujan gini. " ucap Keysa
Sebuah mobil terhenti didepan Keysa, terlihat seseorang turun dari mobil tersebut dan berjalan menghampiri Keysa.
"Mba Keysa ya? "
"Iya pak saya Keysa, tapi maaf pak saya gak pesan taxi online. " ucap Keysa
"Tadi ada yang pesan buat mba nya, dia juga tadi titip ini buat mbanya. "
"Jaket? Siapa ya yang udah pesanin gua taxi online. " batin Keysa memasang jaket yang diberikan kepadanya
"Ayo mba silahkan naik. "
Keysa bertanya tanya siapa orang yang sudah melakukan semua ini, sementara itu Fiki merasa lega melihat Keysa sudah masuk kedalam mobil. Dirinya sengaja memesankan taxi online untuk Keysa, tak lupa dirinya menitipkan jaket miliknya.
"Sekarang gua udah tenang. " ucap Fiki tersenyum
"Fik, ngapain lo senyum senyum disini?"
"Eh Shan, udah sadar lo. " ucap Fiki
"Emangnya gua pingsan. " ucap Shandy
"Kan mulai konslet lagi otaknya. " ucap Fiki
"Udah yuk ke ruangan Zweitson. "
Fajri dan Riska tiba di rumah sakit dan berjalan menuju ruangan Zweitson. Saat Fajri akan membuka pintu ruangan Zweitson pintu tersebut sudah terlebih dahulu terbuka dan menampakan Arsya. Riska terkejut mengetahui keberadaan Arsya.
"Eh Sya, gimana kondisi Zweitson. " tanya Fajri
"Udah agak membaik kok. " jawab Arsya
"Eh ada Riska juga. "
"Hai Sya, lo udah lama disini? " tanya Riska
"Kebetulan gua yang bawa Zweitson ke rumah sakit tadi pagi. " jawab Arsya
"Oh gitu, kita boleh lihat Zweitson? "
"Boleh dong. Kalian masuk aja, gua mau ke kantin dulu beli makanan. " ucap Arsya
"Gua anter ya Sya. " ucap Fajri
"Gak usah lah ji. " ucap Arsya
"Udah ya gak boleh nolak. " ucap Fajri mengajak Arsya pergi
Riska masuk kedalam ruangan Zweitson dan menemukannya sedang duduk mendengarkan musik.
"Masih suka aja lo dengerin musik pake headphone itu." ucap Riska
"Kok lo ada disini? " tanya Zweitson begitu terkejut
"Emangnya gak boleh, gua kan mau jenguk lo juga kali. " ucap Riska
"Tau darimana lo gua disini?" tanya Zweitson
"Dari Fajri, tadi gua kesini sama dia. " jawab Riska
"Oh gitu, ya udah lo kan udah jenguk gua sekarang lo pulang aja sana. " ucap Zweitson
"Ya ampun gua baru juga nyampe Son, jangan galak galak gitu dong. " ucap Riska
"Gua bawain lo buah, gua kupasin ya." ucap Riska mengupas buah yang dibawanya
KAMU SEDANG MEMBACA
TRUE LOVE [END]
Novela JuvenilBagi Zweitson tidak ada yang namanya cinta apalagi cinta sejati. Baginya cinta hanyalah sebuah permainan dan buang buang waktu. Namun apa jadinya jika dia bertemu dengan Arsya seorang cewek yang sangat percaya dengan adanya cinta sejati.
![TRUE LOVE [END]](https://img.wattpad.com/cover/258753977-64-k275868.jpg)